
Fei terus scrolling ponselnya mencari tau apa yang sebenarnya terjadi padanya.
'Apa ada kemungkinan gue sembuh?'
'Diana mungkin dia sedikit tau masalah ini!' pikiran Fei penuh dengan pertanyaan.
tuuuut.... tuuuuut... jaringan terhubung
"Assalamu'alaikum... "
"Wa'alaikumsalam Di lo lagi apa? gue ganggu gak?"
"Sejak kapan lo sungkan Bang! heheheh"
"Gue lagi mode serius nih, mau ada yang gue tanyain!"
"Emangnya manu nanya apa Bang?"
"Apa mungkin penyakit gue bisa sembuh Di?"
"Mungkin saja Bang!"
"Sempet bereaksi walau sebentar Di! tapi selama ini gue gak pernah merasakannya Di"
"Wah bisa jadi itu awalnya Bang coba lo konsultasikan ke dokter!"
"Gue belum siap Di gue takut kecewa" terdengan helaan nafas yang begitu dalam dari Fei.
"Kalo boleh gue saranin ya Bang. Lo coba banyak olahraga trus makan makanan yang bergizi juga yang bisa menambah vitalitas bertambah!"
"hmmm masuk akal, oke makasih ya gue coba dulu deh cara itu sebelum konsultasi ke dokter!"
__ADS_1
"Oke Bang semangat ya!"
Dalam hati Fei bertekad akan berusaha semksimal mungkin.
Saat Fei memasuki kamar bertepatan denga Nanas yang baru keluar dari kamar mandi. Rambutnya yang setengah basah wajah tanpa poleaan make up sedikitpun membuat aura kecantikannya begitu mempesona.
Fei yang melihat itu mulai melangkah mendekati Nanas. si Bawel ternyata secantik ini ada keinginan yang besar dalam diri Fei untuk memiliki seutuhnya.
Naluri laki-lakinya keluar melihat Bibir merah delima membuat Fei begitu menginginkannya, pelan tapi pasti tangan Fei menarik pinggang Nanas tangan satunya mulai membelai pipi Nanas yang kian memerah.
Gue garus mencobanya tekad Fei.
Wajah Fei yang kian mendekat dengan netra yang terus berpandangan Nanas mulai menutup matanya. Tangan yang berada di pipi Nanas berpindah ke tengkuk Nanas.
Fei mengecup bibir Nanas lama hanya mengecup. Nanas membuka matanya kembali netranya bertabrakan dengan pandangan sendu Fei.
"Boleh Mas mencobanya sekarang Nas?"
"Tapi Mas gak bisa menjanjikan apa-apa!" ada begitu banyak keraguan dalam hati Fei
Nanas tersenyum manis "Nanas janji tidak akan kecewa Mas"
"Benarkah? Nanas gak akan ninggalin Mas?"
Tetap dengan senyum manisnya Nanas menggeleng.
"Mas juga janji sama Nanas apapun yang terjadi jangan patah semangat ya!"
Fei mengangguk ragu.
Fei kembali ke arah pintu dan menguncinya. Nanas sudah duduk di ranjang. Fei lalu memegang kepala Nanas dan berdoa.
__ADS_1
Fei mulai merebahkan tubuh Nanas di atas ranjang setelah mengganti lampu denngan yang lebih redup biar terkesan romantis.
"Kamu cantik Nas", Fei membelai lembut pipi Nanas.
Fei mengecup kening Nanas, lalu kedua matanya, juga kedua pipinya. ada. gelenyar yang aneh dalam tubuhnya seperti serangan panas yang tiba tiba datang dalam tubuh Fei. Fei mulai mencium bibir Nanas dan mel**at sedikit menggigit membuat Nanas membuka Bibirnya tak menyia-nyiakan kesempatan Fei memperdalan c**mannya mengekslplor seluruh mulutnya dan mengabsen gigi Nanas sampai terdengar suara yang begitu merdu.
Suara Lenguhan Nanas membuat Fei semakin memanas kini tangannya sudah tidak tinggal diam memegang dan membuka kancing baju Nanas. Hingga Fei menemukan gundukan daging yang terasa lembut di tangannya. walau keduanya masih kaku tapi insting mereka memandu pergerakan tangan anggota tubuh yang lain.
Tanpa sadar semua benda sudah terlepas dari tu**h mereka sehingga mereka berdua dalam keadaan polos.
Fei mulai mencumbui leher dan d**a Nanas dengan begitu lembut sudah sekian kali terdengar leng**an dan de***an yang keluar dari mulut Nanas.
"Nas sekarang ya boleh?"
"Lakukanlah mas!"
Fei akan memulai menyatukan intinya. Fei begitu bekerja keras sampai peluhpun bercucuran tapi susah intinya tetap tidak bisa menerobos.
Fei masih terus berusahan tapi tetap usahanya gagal. akhirnya setelah beberapa saat berusaha dan tak bisa Fei pun menyerah.
"Maaf Nas!" Fei beranjak dan segera memakai kembali pakaiannya dan akan keluar.
"Mas mau kemana kita bi... "
"Mas butuh waktu sendiri dulu ya Nas!" Nanas hanya mengangguk memberi waktu.
Fei merasa malu juga frustasi. Rasanya ingin pergi jauh rasanya begitu hancur, begitu sakit. Fei mengurung dirinya di ruang kerja
gimana readers apa yang mesti dilakukan Nanas sekarng? Bagaimana meyakinkan Fei agar tetap semangat dah tidak putus asa? yuk komen!
salam sayang jingga😉
__ADS_1