
Seminggu setelah pertemuan sama Fei dan Diana yang ternyata mereka teman baik. Hari ini baru benar benar menyempetkan waktu untuk menemui Didia. Jery gak mau ada salah faham antara dia dan Didia.
Jery mengajak didia makan siang saat itu kebetulan weekend.
Jery menjemput Didia di apartemen mikiknya.
Kriiiiiing kriiiing
"Di, aku dah sampe di apartemen kamu. Ku tunggu dibawah yah!"
"Oh dah sampe ya, bentar 10 menit lagi aku turun!"
"Oke!"
Jerry pun mengakhiri panggilan tersebut. Dan benar 10 menit tepatnya 12 menit kemudian Didia dah berdiri di samping Jery yang asik main game sambil nunggu.
"Kita jalan kemana Jem?"
"Eh... i iya hayu kemana aja terserah kamu!"
"Tadinya sih aku mau mulai hunting buat isi kantorku dan ngisi mainan buat Playgorud kecil kecilan di tempat praktekku nanti soalnya dah mulai mepet minggu depan dah mulai buka!"
__ADS_1
"Ya udah aku antar ya. Tapi kita makan siang dulu ya?"
Diana hanya menganggukan kepala tanda setuju tanpa berbicara cuma bibirnya terangkat membentuk lesung pipi yang begitu cantiknya.
Tiba di restoran kami memesan makanan dan sambil berbincang. Tidak terlihat marah atau bertanya tanya soal hubungaku dengan Karin. Tapi aku tetap harus membahasnya.
"Di... "
"hemmm?"
Diana mendongakkan kepalanya dan matanya terkunci melihat netra Jery saat itu yang sebenranya sedang melihatnya. Jantungnya langsung berpacu kencang berdetak tak beraturan sampai Diana takut kalau suara detakan jantungnya itu akan terdengaar Jery.
"Kamu kenal Fei dah lama Di?"
"Aku mau klasrifikasi apa yang diceritakan Fei sama kamu. Benar saat itu baru semingguan kurang lebih aku putus sama Karin dan bahkan aku berniat melamarnya aku tidak memungkirinya. Tapi saat aku akan melamarnya dan memberi kejutan dengan datang ke apartemen yang aku belikan untuknya tanpa memberitahukannya. Dan ternyata Karin sedang bersama laki-laki lain sedang ya kamu mungkin ngerti apa yang aku maksud. Sejak saat itu aku sudah kehilangan resfek padanya perasaan aku padanya hilang gitu aja. jadi kamu jangan pernah berpikir kalau kamu aku jadiikan pelarian. Dan aku mau kamu percaya dan apapun yang Fei bilang tentang aku itu salah aku mau kamu jangan mempercayai omongannya!" jelas Jerry panjang lebar.
"Aku tau dan aku ngerti, Lagian Bang Fei juga gak bermaksud buat jelekin kamu Jem aku tau banget dia. Dia hanya mengkhawatirkan aku" ucap Diana bijak sambil terus tersenyum
"Yuk kita makan dulu keburu dingin"
Mereka jalan berdua saling bergandengan tangan berasa dunia milik mereka. Senyum di bibir kedua makhluk Tuhan itu terus merekah. Lega sudah perasaan Jerry setelah menjelaskan semuanya pada Diana.
__ADS_1
Jatuh Cinta memang luar biasa. Bahkan waktu bergulir pun tak mereka sadari. Seperti saat ini senja sudah berganti malam dan mereka memutuskan untuk Makan malam di sebuah restoran di Hotel berbintang.
Jery memilih meja yang berada dekat jendela dan agak kebelakang biar lebih privasi dan tak ada banyak gangguan. Setelah pesanan mereka datang tiba tiba Jery meraih tangan Diana dan menggenggamnya.
"Aku suka sama kamu Di... Mau kah kamu jadi pasanganku. menghabiskan waktu bersama smpai maut memisahkan?"
"Aa.. aku... " terlihat jelas keterkejutan Diana
"Aku tau ini mendadak dan terburu buru tapi bukan berarti aku tak berpikir panjang. Aku tau aku bukan cowo romantis tapi ini lah aku. Saat ini aku saudah tak mau membuang waktu untuk pacaran aku mencari seorang yang mau aku jadikan istri"
"A a.. aku... " Dia masih tidak bisa menjawab
"Aku gak memaksa kamu untuk menjawab sekarang tapi tolong pikirkan dan terimalah ini" Jery memberikan sebuah kotak yang berisikan cincin berlian
"Apa ini?... " entah karena gugup atau kaget sungguh pertanyaan yang sangat bodo yang dilontarkan Diana
"Dua minggu dari hari ini aku tunggu jawaban kamu di tempat ini dan dijam ini di meja ini, Kamu tak usah jawab pertanyaanku cukup pakai cincin ini sebagai jawaban jika kamu menerima lamaranku. Jika kamu menolakku cukup kamu tak datang. Aku akan mengerti" Jery menyerahkan kotak itu ke tangan Diana
Setelah itu mereka terdiam dengan pikiran masing masing dan saat kedua mata bersibobrok tak sengaja mereka hanya mengulas senyum smbil terus menikmati makan malam tersebut.
maaf baru up lagi kemarin sibuk dengan kehidupan real. makasih yang sudah membaca. jangan lupa tinggalkan jejaknya
__ADS_1
Salam dari Jingga😉