Jatuh Cinta Dengan Si Bawel

Jatuh Cinta Dengan Si Bawel
BAB 28


__ADS_3

Flashback


POV Fei


Sejak perjalanan menuju bandara dan saat di pesawat pun aku liat Nanas terdiam dan begitu murung. Entah apa yang menyebabkannya apakah Nanas menyesali keputusannya atau mau mundur.


Saking gak tahan didiamkan Nanas yang terbiasa bawel akhirnya dengan terpaksa saat aku mengantarkannya akupun bertanya.


"Eh buah kenapa lo diem aja? Gigi lo sakit ya?"


"Gak kenapa kenapa koq kak!"


"Gak seperti biasanya lo diem aja. Udah cerita aja? Lo nyesel ikut gue ketemu Kakek? Atau lo mau batalin Nikah aja?" sebenarnya gue takut si Nanas mundur tapi liat dia seperti gak punya semangat hidup gue jadi kasian kan sama dia. Si Nanas masih diam aja. Beberapa saat terasa hening hanya suara ngoceh dari radio yang samar terdengar. Karena memang gue yang menyatakannya walaupun gak gue denger cuma buat membunuh sepi aja suaranya juga samar tak terdengar jelas soalnya volune suaranya meemang disetel rendah.


"Kak Fei Nanas boleh ngomong?"


"Mau ngomong ya ngomong aja pake nanya lagi. Dari tadi gue nanya kagak lo jawab Nanas" Kejudesan si Fei lagi kumat


"Kenapa harus Nanas kak? Nanas kayaknya gak pantas masuk ke keluarga besar Kak Fei. Keluarga kak Fei bukan kaleng kaleng sedangkan Nanas bukan siapa siapa. Nanas berjanji sama kak Fei untuk membayar semua uang yang kak Fei keluarkan buat operasi Bunda tapi Nanas minta dicicil ya Kak!"

__ADS_1


"Maksud lo apa Nas? lo mau mundur? Lo dah janji lo tahu sendiri janji itu hutang yang harus dibayar"


"Bukan Nanas mau melanggar janji justru Nanas mengembalikan ke Kak Fei siapa tau ada yang lebih baik dari Nanas karena Nanas sendiri gak yakin bisa"


"Gue kan maunya elo Nas" ngomomg apa gue kenapa kata kata itu meluncur gitu aja dari mulut gue.


"Maksud gue kan kita memang saling membutuhkan"


'Napa gue ngomong gitu ya. akh bodo yang oenting si Nanas gak salah persepsi aja' gerutu Fei


"Apa kak Fei gak malu lihat keluarga Kak Fei sedangkan keluarga Nanas yang sangat sederhana"


"Udah lo ngak usah banyak mikir yang jelas gue maunya elo dan keluarga udah setuju tirik gak ada bantahan, Ngerti!" Nanas pasrah dah hanya menganggukan kepala dan mengiya kan dengan suara sangat lirih entah terdengar apa tidak sama Fei.


"Nas, gue gak mampir ya salamin sama Bunda"


"Iya Mas Ferry"


Deg jantung Fei mendadak berdenyut kencang mendengar suara lembut Nanas yang begitu enak didengar syahdu mengisi relung hati yang selama ini kosong melompong dalam hatinya. Kata Mas Ferry yang di ucapkan Nanas mampu membuat hati Ferry yang selama ini membeku. Ada gelenyar kehangatan yang mulai memenuhi rongga dada.

__ADS_1


Flashback off


Setelah mengantarkan Nanas kerumahnya Fei langsung membersihkan diri di apartemennya.


Apartemen yang terbilang cukup mewah untuk bujangan seperti Fei orang Tua Fei juga tinggal di apartemen itu selama ada di jakarta. Dan Apartemen ini pula yang akan ditinggali Nanas setelah menikah dengannya.


Ritual mandi sudah beres Fei pun menghampiri kedua orang tuanya untuk berdiskusi tentang lamaran dan juga pekerjaan yang akan di emban Fei. Disana sudah ada Toni asisten setianya.


Dan semua sudah disiapkan Toni. Toni memang bisa sangat diandalkan dan Toni juga yang akan mendampingin Fei menjalankan Perusahaan yang mulai minggu depan dibawah pimpinannya.


Malam semakin larut Orang tua Fei sudah terlebih dahulu masuk ke kamarnya untuk beristirahat. Tinggal Fei dan Toni yang berada di ruang kerja. Walaupun dengan malas Fei mempelajari semua berkas berkas yang dibawa asistennya itu. Dan tak segan untuk bertanya bila Fei tidak mengerti.


Fei sangat pintar tapi otaknya tak pernah mau memikirkan hal yang berat apalagi tentang perusahaan selama ini. Tapi kali ini Fei sudah tak bisa mengelak lagi mau tak mau harus mulai menjalankan perusahaan yang selama ini dirintis oleh kakeknya dan di urus ayahnya. Sebagai cucu Fei punya kewajiban untuk menjalankan dan mengembangkannya.


Waktu sudah menunjukan hampir dini hari .Fei tak menyadarinya saking konsentrasinya mempelajari berkas berkas itu bahkan Toni sang asisten sudah tertidur di sofa depan meja kerjanya.


Fei meregangkan otot-otot nya yang kaku dan mulai beranjak untuk beristirahat. Dia berpikir malam ini sudah cukup untuk mempelajarinya dann akan dilanjutkan besok.


"Ton, lo pindah ke kamar tamu sana. Gue juga mau istirahat dulu".

__ADS_1


Toni pun bangkit dan mengengucek matanya. sambil berjalan mengekori Bosnya itu.


Salam dari Jingga😉


__ADS_2