
Jam menunjukan pukul 19.00 Fei berangkat kerja dari kosannya. Fei memang seperti Kelelawar Siang tidur malam baru kerja.
Fei kerja di sebuah Club malam di bagian karoke. Suaranya yang bagus jadi modal dia untuk kerja disana. Dia bertugas menemani para tamu yang sekedar menghilangkan jenuh dengan bernyanyi.
Seperti biasa Fei langsung masuk dan menyimpan barang barangnya di loker khusus yang disediakan untuk karyawan dan memulai pekerjaannya.
Banyak tamu yang booking Fei untuk menemani berada di ruang karoke. Karena suara emasnya Fei mampu membuat para tamu puas. Begitupun manajer Fei yang bernama Roni. Fei jadi karyawan kesayangannya. Sesuai perjanjian di awal Fei hanya menemani bernyanyi tidak ada hal-hal negatif.
"Fei di tunggu di ruang 7 ada kakak beradik Bian dan Reka dia booking 2jam ya! " ucap manajernya
"oke.. "
"Fei abis ruang 7 ruang 10 ya satu jam setengah, setelahnya ruang 5 juga 2jam"
"Gila bisa abis suara gue, yang bener aja Ron masa gak ada rehat"
"Yee... kan gak terus terusan lo yang nyanyi lo cuma dampingin atau duet aja"
"Elah tetep aja gue juga mesti nafas dodol"
__ADS_1
"Bonusnya gede tenang aja"
"Gede sih gede besok gue serak. Iisshhh... " Fei misuh misuh sambil masuk ke ruang 7.
Hari itu di lalui Fei dengan suara yang agak serak tapi lumayan dia mengantongi 5juta dari hasil tips.
Gajinya Fei perbulan cuma 3,7juta tapi tipsnya itu yang besar. Fei juga kerja hanya 4 hari dalam seminggu itu untuk menjaga pita suara dan kesehatannya.
Jam kerja fei udah usai. Fei akan pulang, saat dia sedang berjalan ke motor matik yang di parkir disamping club itu tiba tiba datang pria yang sepertinya mabuk dan berjalan sempoyongan. Pas lewat depan Fei pria itu malah jatuh dan pingsan.
Fei pun menolong pria tersebut, dan memapahnya ke pinggir. Walaupun pria itu tinggi besar tetap Fei bisa membawanya dengan mudah ya secara walaupun dia agak kemayu di luar nya tetep aja tenaga laki laki. Beberapa orang yang melihatpun ikut membantu.
Dengan terpaksa Fei akan membawa Pria itu ke kosannya. Untung Kosannya tidak jauh dari tempatnya kerja.
"Pak Han, Bantuin Fei donk! bawain motornya biar Fei duduk di belakang sambil pegang nih orang. Anterin ke Kosan ya!" ucap Fei ke salah satu satpam yang ada di dekatnya.
Pak Han hanya mengangguk dan mengacungkan jempol. Dengan segera membawa motor ke depan Fei setelah dapat kuncinya.
7 menit perjalanan akhirnya sampe di Kosan waktu sudah hampir jam 3.
__ADS_1
"Gara gara lo gue jadi telat pulang sekarang gue juga harus ngurus elo, mimpi apa gue" Fei misuh misuh sambil terus membuka baju pria itu dan mencuci mukanya dengan lap handuk yang sudah di kasih air hangat.
Pas baju atasnya dibuka terpangpanglah perut kotak kotak yang bikin Fei iri. 'kapan ya perut gue kayak nih cowo kotak kotak gila badannya bagus banget gue pengen banget punya perut gini' batin Fei
Fei gak sadar terus melihat perut yang seperti roti sobek itu. Sampai pria itu terbangun dan muntah depan si Fei. Karena Fei sedang duduk muntahan pria tersebut kena celana dan baju bagian depan Fei.
"Anjriit... Gila lo ya muntah ke badan gua mana bau lagi, dasar gak tau terima kasih lo ya gue dah bersihin nadan lo tapi lo malah ngotorin baju sama celana gue pake muntahan lo"
"So sorry gua gak sengaja!" pria mabuk merasa gak enak, tapi mau gimana lagi kan gak sengaja.
Melihat handuk bekas melap badannya tadi pria mabuk pun membereskan ember dan juga muntahan yang berceceran ke lantai.
Fei pun beranjak dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sambil cemberut dan terus misuh misuh.
Hahahah mang enak Fei di kasih muntah. Elu sih fokusnya ke roti sobek. noh di Paamart banyak roti sobek. Emang othor tergoda? sama othor juga mau roti sobek😜😜
Selamat membaca.
Biasakan ya tinggalkan jejak setelah membaca sebagai bentuk suportnya. Terima kasih
__ADS_1
Salam dari Jingga 😉