Jatuh Cinta Dengan Si Bawel

Jatuh Cinta Dengan Si Bawel
BAB 7


__ADS_3

Siang itu terik matahari begitu menyengat. Fei yang menjalankan motor maticnya begitu tergesa


'Gila item keles kulit gue terkena sinar UV baiknya aku berteduh dulu daripada skincare gua sia sia gara gara kepanasan.' batun Fei.


Fei memutuskan berhenti di sebuh danau buatan disana terdapat begitu banyak pohon rindang trus ada kursi dibawahnya. Fei memutuskan duduk dislah satu kursi yang tersedian di bawah pohon rindang juga.


Saat Fei fokus dengan ponselnya membidik pemandanngan yang menurutnya sangan indah. Bahkan sepasang angsa yang sedang berenang di danau itupun tak luput dari bidikannya


"Assalamu'alaikum kak Fei... " seorang gadis cantik berhijab menghampirinya


"Wa'alaikumsalam... " Fei melihat gadis itu sambil mengingat siapakah gadis cantik didepannya ini.


"Kak Fei lupa ya? Naswa kak Fei. Nanas?" sekelebat ingatan Fei hadir pada gadis buah ini


"Akh iya gadis buah"


"Apa kak?"


"Gak apa apa! Lo lagi apa di sini buah?"


"Ish kak Fei masa Nanas di panggil buah"


"Elah sejak kapan Nanas jadi sayur?"


"Akh gak asyik kak Fei mah, pasti lagi galau ya?"


"Dih elu tau, tapi gue males akh berbagi sama elo tar ember. Lagian kita juga gak saling kenal"


"Nanas orang baik koq kak. Kak Fei bisa koq cerita ma Nanas walaupun Nanas gak ngasih solusi setidaknya Kak Fei punya temen cerita janji deh bakalan dijaga rahasiahnya!"

__ADS_1


"Dih maksa lo"


"Yah sudah kalo gak mau Nanas kan tadinya mau meringankan beban kak Fei"


"Berisik banget kamu Nas, gue kesini mau nenangin diri malah di ganggu"


"Masa iya Nanas ganggu? Orang Nanas cuma nanya aja ganggu gimana? kak inget jangan judes judes tar jodonya jauh!"


"Ih bawel lagian kalau jodoh gue jauh lo mau gantiin?"


"Ya gak gitu juga masa kayak di novel novel istri pengganti hadeh berasa bidup di dunia halu" beberapa saat terjadi keheningan.


"Kak Fei Nanas bawa makanan mau?"


'nih bocah kagak ada diem diemnya ya dari tadi ngoceh mulu' heran Fei. Tapi Fei bukan keganggu malah senang ada yang menemani.


"Gak, makan aja sendirii! apa makanannya bersih ditawar tawar tar gue sakit perut" Ada kesenangan tersendiri bagi Fei untuk terus menggodanya.


"Akh bohong kamu pallingan beli di pasar"


"Bohong itu dosa! ini beneran Bunda yang buat kak gak percayaan amat sih" Dengan ragu Fei pun menngambil salah satunya lalu memakannya dan benar saja rasanya enak. Lalu Fei mengambil lagi dan lagi.


"Doyan apa laper kak hihi?"


"Berisik lo sini buat gue aja kalo lo laper beli makanan yang lain aja!"


Entah kenapa walau sudah di jutekin Nanas gak tersinggung


"Kak Fei kulitnya bankgus banget sih skincare nya pasti mahal ya?" Nanas memmperhatikan kulit Fei yang putih mulus.

__ADS_1


"Iyalah, Kulit kalo mau bagus memang harus dirawat apalagi gue yang kerjanya malam dan tidur pagi"


"Kulit kak Fei kayak cewe bahkan lebih bagus dari cewe, kulit Nanas juga gak sebagus kulit kak Fei"


"Iya lah, makanya jadi cewe tuh mesti rajin merawat, kulit lo bagus Nas lo terlalu insecure aja. Gue malah iri kulit lo udah bagus tanpa skincare mahal"


"Iya lupa astagfirullah apapun kita gak boleh iri pada orang lain harus tetap bersyukur" Nanas tersenyum lalu meneruskan omongannya lagi.


"Semua orang punya kelebihan dan kekurangan apapun itu tapi kita harus tetap bersyukur karena kekurangan kita itu justru yang terbaik buat kita yang Alloh berikan"


'Bocah ini ya selalu bisa bikin perasaan tenang tapi apakah ada yang bisa nerima kekuranganku aku tuh sama aja cacat walau tak terlihat' Batin Fei sambil menghembuskan nafasnya begitu dalam sepertinya beban yang dia punya begitu beratnya.


"Hei Kak Fei malah bengong"


"Berisik sih, mending lo ceramah di mesjid noh!"


"Ih juteknya kayak cewe"


"Gue juga Cowo Nas gue juga masih suka Cewe walaupun gue gak bisa ngebahagiaan cewe seutuhnya" Muka Fei terlihat memerah seperti menahan marah nadanya pun naik beberapa oktaf. Nanas menyadari kalo Fei tersinggung


"Eh maaf kak Fei aku kan becanda"


"Gue emang kayak gini Nas tapi bukan berarti gue belok"


"Astaghfirullah Nanas gak bermaksus gitu kak Fei Nanas minta maaf"


"Dah Akh lo bikin mood gue jelek" Fei pun meninggalkan Nanas. Sebenatnya bukan marah dan tersinggung sama omongannya si Nanas cuma Fei ngerasa bingung ingin cerita apa yang iya rasakan tapi malu dan pada siapa dia harus bercerita.


Fei hanya marah pada dirinya tapi bukan tak menerima takdir cuma merasa kenapa dia yang mengalami hal itu.

__ADS_1


Sebenernya Fei punya rahasia apa ya? apa yang membuatnya tertekan seperti itu? kuy ikutin terus kisahnya ya


salam dari Jingga 😉


__ADS_2