
Tiba di dekat pintu kedatangan Jerry langsung mengedarkan pandangannya mencari sang Mama yang beberapa bulan ini tak ditemuinya karena mendampingi Papanya. Dan kali ini Mama pulang sendiri Papa akan menyusul dalan 3 minggu lagi.
Saat maatnya bergulir kesebelah kanan akhirnya dia bisa melihat sosok yang jerry rindukan masakannya Jerry pun menghampiri wanita yang sepertinya sama sedang mencari dirinya. setelah dekat tanpa malu ato canggung Jerry laangsung memeluk wanita yang telah melahirkannya itu dengan penuh kerinduan.
"Mama Jemi kangen" selain memeluknya Jerry pun mencium pipi kiri dan kanan mamanya beberapa kali. banyak yang mengira kalo mereka pasangan kekasih.
"Gantengnya Mama sama sayang mama juga kangen sama kamu?"
'Tadi aja bilang bukan anak anak lagi tapi itu tingkah lakunya kayak anak SD yang lama ditinggal mamanya' ucap Bima tapi dalam hati dia masih menyayangi pekerjaannya.
"Yuk ma kita langsung pulang aja mama pasti capek"
"Sebentar ya! kemana sih tuh anak koq lama ketoiletnya?"
"Siapa sih Ma? nyari siapa?"
"Ya nyari kejutannya!" Mama masih menngedarkan pandangannya mencari sosok yang dicarinya.
"Oh iya Mama denger kamu dan putus dari si Karin? syukur syukur banget Mama dengernya. Akhirnya anak mama terbuka juga matanya dari perempuan tak tau malu itu." omel Mama Rika ibunya Jery.
"Iya iya Jemi emang salah nilai orang. Jemi minta maaf ya ma gak mendengarkan dan gak mempercayai mama" Jery merasa bersalah.
__ADS_1
"Yaaa sudah mama dah maafin kamu, eh iya hampir lupa kamu masih ingat sama Diana temen kamu dari sejak SD sampai SMA? Anaknya tante Lusi temen mamih?"
"Ahk iya si Didia? gimana kabarnya? lama gak ketemu" Jery antusias bertanya. Jery inget betul gadis manis yang selalu dia goda karena wajahnya imut dan gemesin kalo sudah marah. Jery juga sempet mau nembak cewe manis itu cuma kemudian lost contact karena Diana Kuliah di luar kota.
" Tuh orangnya di belakang kamu!" Jerry pun membalikan badannya terlihat gadis cantik yang modis hidung mancung bibir ping sangat menggoda.
"Seriusan ma dia Didia?" Mamanya mengangguk karena mama tau banget mereka punya panggilan sendiri.
"Pakabar kamu di? lama kita gak ketemu ya kamu makin terlihat dewasa!"
"Alhamdulillah baik Jem, kamu pa kabar?" Senyum manis menghias wajahnya yang cantik sehingga menambah kecantikannya.
"Kamu cantik banget Di" blush wajahnya merah dipuji Jerry
"Ya udah yuk kita pulang. Sementara Didia akan tinggal di rumah kita Jem soalnya dia belum semoat menyiapkan tempat tinggal tadinya dia akan tinggal di hotel tapi mama melarangnya"
"Koq sementara? Selamanya juga gak apa apa koq Di!"
"Tuh kan Di kata tante juga apa Jemi gak akan keberatan koq. Jem Diana ini sudah jadi Dokter spesialis Anak lo dia dah sukses rencananya mau tinggal di kota ini dan membuka praktek disini"
" Lo emang dah keren dari dulu Di"
__ADS_1
"Lo terlalu memuji, Lo juga keren dah bisa mengembangkan perusahaan Daddy lo"
"Lo tau gue kan emang dari dulu dah keren!"
"Hilih nyesel gue muji lo, Kesombongan lo tiada tara emang"
"Hahhahahaah.... "
Dalam perjalanan pulang ke menshion Mereka berdua terlibat pembicaraan yang seru dari bercerita tentang sekolahnya dulu sampai pencapaian pencapaian yang mereka telah raih.
POV Jery
Debaran itu masih ada dan sama. Saat ku lihat dan setelah berbincang beberapa saat. Didia tidak pernah berubah dia tetap baik dan yang lebih gue kagum Didia lebih cantik dan lebih dewasa.
Tidak mudah tergoda saat gue jailin. Tapi senyum malu yang membuat pipinya memerah masih tetap sama. Sesaat gue membandingkan antara Didia dengan Karin. akh Gak pantas Didia di bandingan sama cewek kayak Karin Didia lebih dari seglanya dari atitude juga jauh banget.
POV Diana
Saat bertemu dengan Tante Rika di pesawat aku senang selain bisa mendapatkan kabar tentang Jemy akupun ada teman ngobrol. Saat pesawat kami landing Tante Rika dengan semangat dan setengah memaksa agar aku ikut dengannya untuk bertemu Jemy yang hampir 7tahun tak bertemu ada perasaan gugup dan senang. Cowo yang selama ini masih bertahta dan membuatku menolak beberapa yang mendekatiku sebentar lagi akan bertemu. Apakah dia akan mengenaliku apakah dia punya kekasih. Apakah ada kesempatan untukku.
Benar saja saat pertama kali melihatnya Debar jantung ini tetap sama rasa bahagia yang hadir mampu mengangkat bibirku terus ke atas. Pandangan matanya cara bicaranya perlakuannya sama persis seperti dulu tak ada yang berubah. Cuma sekarang Leih dewasa dan bersahaja.
__ADS_1
Asyik jerry dah dapat pasanganannya nih. yuk kita ikuti terus kisahnya eh tapi jangan lupa ya sama jejaknya!
Salam dari Jingga😉