
Fei mengecup Bibir Nanas dengan lembut, digenggamnya jemari tangan Nanas.
"Nas tangannya dingin banget gini, kamu sakit sayang?"
"E... Enggak Koq Mas Na.. Nas ba... baik-baik aja?"
"Apa ac nya terlalu dingin?"
"Cukup Koq Mas. Na.. nanas takut Mas!"
"Tenang Nas Mas akan pelan pelan ya kalau sakit bilang! Tapi kata orang awalnya emang sakit jadi ditahan aja ya!" seringai jail terpangpang dari bibir Fei.
"Ih Mas Ferry apaan sih!"
Fei mulai mencium bibi Nanas begitu lembut semakin lama semakin dalam Nanas pun mulai membuka mulutnya.
Bak gayung bersambut Ci*man Fei semakin dalam dan menuntut mengabsen dan mengobrak abrik juga salling membelit.
Tangan Fei yang tadi menggenggam sejamri Nanas kini berselancar pu***ung mu**s lembut Nanas. Karena kepiawaian Fei semua kain sudah lepas menyisakan dalaman saja.
Darah Fei yang semakin bergejolak panasbtak mampu mengendurkan Niatnya malam ini untuk memiliki Naanas seutuhnya.
__ADS_1
Ci**man kembali di layangkan Fei kali ini Tangannya sedikit me**mas gundukan daging kenyal yang terasa pas ditangannya.
Seiring dengan sen***han lemut tangan Fei de**han Nanas keluar begitu saja membuat sang pejelajah semakin bersemangat.
Cacing tanah yang sudah berevolusi jadi anaconda itu kian meronta tak sabar mencari kehangatan.
Kini Fei akan menyatukan kedua pusat.
"Nas Boleh ya?" Nanas sudah tak mampu untuk berkata-kata hanya bisa mengangguk pasrah.
"Tahan sayang Mas akan pelan-pelan melakukannya!"
Fei berusaha memasukan dengan kehati-hatian dan penuh percaya diri sehingga teriakan tertahan Nanas menjadi tanda. dengan deru nafas mereka yang menyatu menjadi saksi sang anaconda yang mampu membobol gawang pertahanan.
"Maaf Mas menyakitimu Nas!" Nanas cuma menggelang dan sedikit mengangkat bibirnya yang tak bisa Fei abaikan. Bibir Nanas yang sudah membuatnya candu langsung Fei kikis dengan bibirnya.
Setelah terlihat Nanas tenang dan menik**ti ci**am Fei perlaha tapi pasti Fei mulai bergerak sampai mereka benar benar merasakan keindahan puncak yang membuatnya keduanya melayang.
Dengan tenaga yang tersisa Fei berbaring di samping Nanas dengan selimbut menutupi keduanya.
"Nas, ternyata Mas bisa. Mas bisa melakukannya Nas!" Kebahagiaan tampak pada dua insan tersebut apalagi Fei kelegaan ketakutan kecemasan yang menyerangnya kini musnah dengan pembuktian ini Fei sekrang merasa benar-benar percaya diri. Fei pun memeluk tubuh kecil Nanas dan menghadiahi kecupan diseluruh muka Nanas.
__ADS_1
Nanas yang sudah kehilangan tenaga hanya mampu tersnyum dan pasrah.
"Makasih Nas sudah menerima mas apa adanya!" Fei memeluk Nanas. Betapa Fei sangat bersyukur dengan kehadiran Nanas.
Keesokan paginya Fei terbanguan dengan memeluk Nanas kulit lembut Nanas yang bergesekan dengan kulit Fei membangunkan Sang anaconda.
Fei mulai mengusap usap tangan Nanas membuat Nanas ikut terbangun.
"Kenapa Mas?" suara serak khas bangun tidur
"Mas mau ngecek lagi apa bener mas bisa melakukannya mas belum percaya bisa melakukannya Nas"
"Nanas capek Mas!"
"Mas takut itu semua cuma mimpi Nas!"
"Apa benar Mas sudah membobol gawang!" ucap Gei lirih sambil menundukan kepalanya
Karena gak tega dan memang kewajibannya akhirnya Nanas menyetujui.
Dan Fei pun mengulangi kegiatan semalam. Bukan cuma sekali bahkan sampai tiga kali mengulang dengan alasan takut gak berfungsi lagi!
__ADS_1
Akhirnya tuntas ya Mas Ferry selamat ya!!!! semoga Ferry junior otw ya Mas. jangan patah semangat ya!!teruskan mas!!! Tapi jangan Modus juga donk Mas kan kasihan Nanas kecapean!!!!! hahahah
Jingga😉