Jatuh Cinta Dengan Si Bawel

Jatuh Cinta Dengan Si Bawel
BAB 32


__ADS_3

Diana duduk di kursi yang sudah di reservasi sebelumnya sama Jerry. Meja yang agak belakang jadi lebih privasi tidak banyak orang yang lalu lalang melewatinya.


Diana memesan jus setelah tadi memesan air mineral. Jus strawberry yang Diana pesan dah mulai surut. Diana sesekali melihat jam tangannya. Kadang Diana juga melihat jam yang ada di gawainya Tak terlewatkan juga setelah melihat jam matanya memindai ke arah pintu restoran.


Jam yang Diana lihat sekarang sudah menunjukan 21.15. Diana terlihat kecewa dia mulai beranjak dan membereskan ponselnya untuk dimasukkan ke tasnya.


"Di mau kemana?" Terdengar suara yang tak asing ditelinganya dari arah belakang suara yang sudah dinantinya beberapa menit ini tapi suara itu sekarang lebih terdengar memburu dan ngos-ngosan seperti sudah lari-lari.


Diana membalikkan badannya dan melihat sosok didepannya rambut yang agak kacau. Peluh yang mengalir di pelipisnya membuat penampilam Jerry yang selama ini begitu rapi kini terlihat begitu berantakan. dalam hati dina bertanya-tanya 'Kenapa dengan Jerry? '


"Di, please jangan pergi dulu kasih aku waktu buat jelasin ya!"


"Kamu terlambat Jem!"


"Iya aku tau aku salah dan terlambat makanya ijinkan aku jelasin kenapa aku terlambat!"


"Alasan apa? alasan bahwa kamu lupa ada janji denganku?"


"enggak aku enggak lupa dengan janji kita ini justru aku selalu menunggu waktu ini Di. Yuk duduk dulu aku akan jelaskan semuany!"


"Males aku duduk lagi di sini"


"Please kasih aku kesempatan buat jelasin tolong ngerti dikit donk aku gak sengaja terlambat karena ada masalah di kantor!"


"Kamu donk yanng ngerti aku, kamu tau aku disini nunggu kamu ssendirian berapa kali pelayan datang menawari menu. betapa orang melihat aku dengan pandangan mengasihani aku malu Jemi malu" Diana agak menaikan nada suaranya.


"Sekarang aku mau pulang!"


"Di, please jangan kekanak-kanakan donk masa kamu gak mau denger penjelasan ku. kita dah sama sama dewasa Di kita bisa selesaikan dengan baik sekarang juga gak dinanti nanti"


"ih dasar gak peka" Diana meninggalkan Jerry begitu aja sambil. misuh misuh gak jelas.


Jerry mengejar Diana dia gak mau kesempatan ini terbuanh sia-sia hanya karena keterlambatan yang bukan sengaja dia buat.

__ADS_1


"Di... Di... Didia please dengerin dulu penjelasanku! Di maafin aku ya maafin aku aku yang salah" Jerry memegang tangan sambil melihat netranya Diana dengan penuh penyesalan. Diana sedikit melemah melihat penyesalan di maata Jerry.


"Aku bukannya gak mau denger penjelasan kamu Jem. Aku bilang kan aku malu disini nunggu orang yang gak jelas di hubungi gak ada respon" Diana cemberut


"Oh gitu ya udah kita cari tempat lain ya! kamu mau kan mendengar penjelasanku? udah makan?"


"iih kamu ya jem masa aku makan sendiri kan nunggu kamu!"


"iya iya maaf ponselku ketinggalan di ruanganku tadi. Gimana kalo di cafe depan itu tapi kita duduknya di luar aja di aarea smoking toh dah gak banyak ornah diaana jadi gak akan ada yang merokok!" Diana hanya mengangguk.


"Silahkan duduk kakak mau pesan apa?" ucap sang pelayan yang menyambut mereka


setelah menulis pesanan pelayan itu meninggalkan mereka berdua.


Jerry menarik tangan Diana. Dia belum sadar kalau di jari manisnya sudah ada cincin yang dia berikan sebagai jawaban atas pertanyaannya.


"Di maafin aku ya. Tadi itu aku dah akan berangkat jam 7 karena takut kena macet baru akan berangkat tiba tiba Bima melaporkan kalo ada virus yang menyerang sisstem perusahaan. Kami cukup panik dan mereka minta tebusan. Tim IT kami agak kesulitan tapi ssekrng dah beres. semmua selesai sudah jam 8 lewat makanya aku terlambat mana macet makanya sangat telat. jadi gimana jawaban kamu Di?"


"Iya aku janji gak akan terulan hal seperti ini. jadi jawabannya?"


"Iya aku maafin"


"Bukan itu Di. jawaban kamu apa?"


"jawaban apa?"


"iya jawabanya apa Di?"


"Aku harus jawab apa Jem, kamunya juga belum kasih pertanyaan!"


'gue yang bego apa si Didia yang lemot ini hadeuh' gerutu Jerry


"Jawaban lamaran aku waktu itu Di" akhirnya Jerry menyerah dan menanyakan secara gamblang.

__ADS_1


"Kata kamu aku gak usah jawab Jem!"


"Iya tapi kan aku harus ta.... " Jerry tidak menyelesaikan kalimatnya dia baru inget dengan omongannya sendiri. (Kamu gak usah jawab cukup memakai cincin yang aku kaasih ini sebagai jawaban bahwa kamu menerima lamaranku) Langsung melihat ke jari tangan Diana.


Jerry melihat cincin berlian yang dia beli tempo hari untuk melamar Diana ada di tangan kiri jari manisnya. Senyum di bibir Jerry begitu lebar mata yang memancarkan cahaya kegembiraan.


"Jadi kamu mau jadi istriku Di?"


"Iya aku mau!"


"Yes... eh Alhamdulillah makasih ya Di" Jerry menarik tangan Diana dan mengecupnya.


"Jadi kapan kita nikah?" Jerry begitu antusias.


"Datang ke keluargaku dulu donk nanti yang membicarakan pernikahan biar orang tua kita"


"Tapi aku ingin secepatnya"


"Ya kita liahat dulu apa kedua orang tua kita akan merestui. aku gak maau menikah tanpa restu dari mereka"


"Aku yakin semuanya pasti setuju. Ya udah aku akan bicarakan semuanya dengan Mama nanti aku kabarin ya!" Jerry mengelus pipi Diana dan membuat pipi itu jadi merah merona. Jerry tersenyum melihatnya


"Aku bahagia Di"


"Aku juga bahagia Jem"


So sweet jatuh cinta memang perasaan yang begitu indah ya. othor jadi ngehalu saat misua melamar akh peneg ngerasain lagi perasaan seperti itu. akh indah sekali heheheh


Jerry bentar lagi mau nikah. Fei dan Nanas juga mau nikah. kalian udah nikah belum? hihi


gimana ya kelanjutannya? kita tunggu besok ya? jejaknya ya jangan dilupain biar athor tau kalian mampi apa enggak bye


Salam dari Jingga😉

__ADS_1


__ADS_2