Jatuh Cinta Dengan Si Bawel

Jatuh Cinta Dengan Si Bawel
BAB 31


__ADS_3

Dua minggu sudah berlalu kini waktunya menjawab pertanyaan yang di ajukan Jerry.


Diana sejak pagi sudah gugup. Bahkan saat dia membuka praktek nya banyak berpikir dan melamun. Untungnya hari ini tak begitu banyak pasien yang datang.


Kini waktu yang ditentukan audah hampir tiba Diana sudah bersiap dengan gaun berwarna Hitam yang begitu pas dibadan membuat Diana tampak lebih elegan. Kulitnya yang putih terlihat kontras dengan warna baju yang hitam.


Riasan wajah yang cukup dan tak terlalu tebal membuatnya terkesan anggun. Rambut diurai jatuh di punggungnua dengan sempurna.


Diana berangkat sengaja lebih lambat mungkin akan terlambat sekitar 10 menit, Dan saat sampai Diana disambut pelayan restoran tersebut?


"Maaf nona silahkan masuk anda sudah reservasi atau sudah ditunggu mungki?"


"Sepertinya teman saya belum datang tapi dia sudah reservasi atas nama Tuan Jerry!" Diana memindai seluruh ruangan tapi tidak menemukan Jemy.


"Oh iya atas nama Tuan Jerry memang sudah reservasi nona mari saya antarkan!" Diana tersenyum lalu menganggukan kepalanya.


"Mari nona silahkan duduk!" pelayan itu menarikan kursi untuk Diana.


"Sambil menunggu temannya apa anda akan memesan sesuatu nona?"


"Ya tolong air putih saja!"


"Baik saya akan mengambilnya silahkan ditunggu!" pelayan itu segera menninggalkan Diana


Diana menunggu di kurai itu sudah hampir 15 menit tapi tidak ada tand tanda Jerry akan datang. Diana pun mencoba menghubungi Jerry tapi telpon nya tidak di angkat dan pesannya tidak dibalas.


Semeentata di tempat lain


Sejak sore hari Jerry berusaha membereskan pekerjaannya berharap sebelum magrib dia sudah menyelesaikannya. Dia sudah gak sabar untuk mendapat jawaban dari Didianya. Tak lupa Jerry pun meeminta Bima asistennya untuk reservasi di restoran yang kemarin jerry janjikan pada Diana.

__ADS_1


Jam didinding kantor Jerry menunjukan pukul 17.10 dan saat itu Jerry sudah mermpungkan pekerjaannya yang menumpuk.


Jerry akan segera pulang tapi dia pikir lebih baik mandi di kantor saja toh baju yang akan dia pakai sudah diantar dari butik ke kantornya kemarin dan Jerry belum sempat membawanya pulang.


Ya akhirnya jerry memutuskan akan siap siap dari kantor dan akan berangkat dari sana. Jerry pun telah selesai dengan ritual mandinya dia memakai Jas slimpit berwarna Hitam. Tak lupa rambut yang memakai Pomade. Terlihat begitu memukau. Saat Jerry bersiap untuk pergi. Bima sang asisten datang.


"Bos gawat sistem kita ada yang nyerang kini tim IT sedang berusaha mencegahnya"


"Hah? berpa persen yang sudah terkena?"


"Hampir 30% Bos"


"Ayo kesana?"


Jerry melihat tim IT sedang sibuk mengetik code code untuuk melawan.


."Kami sedang berusaha?"


"Apa yang mereka minta?"


"Penebusan Boss sebesar 2T"


"Sial berapa ssekrng yang sudah kena?"


"43% Bos jangan sampai melewati 50% aja kalau tidah kita gak bisa menghadangnya bos kita pasti kalah.


Waktu sudah menunjukan jam 19.30 tim IT masih belum bisa menaklukannya. Jerry pun seolah lupa dengan janjinya dia begitu tegang saat melihat siastemnya yang kena virus sudah mencapai 49%. Semua orang disana begitu tegang.


"Aku sudah menemukan kelemahannya" ucap salah satu dari tim IT

__ADS_1


"Oke semmuanya ikuti apa yang dia perintahkan!"


Dan ya sistem yang terkena mulai kembali sedikit demi sedikit dan semuanya pulih lalu ngelock sistem dengan sistem yang ditemukan barusan.


"Alhamdulillah kerja yang bagus terima kasih atas kerja kerasnya kalian akan mendapatkan bonus atas prestasi hari ini"


"Yes asyik makasih pak Bos" mereka semua merasa lega juga senang karena dapat bonus.


"Bis bukannya ada janji jam 20.00 ya?"


"Akh sial kamu bukannya ingatin dari tadi sekarng dah terlambat 30 menit didia pasti ssudah menunggu, kamu atasi semuanya gue berangkat dulu"


Jerry melajukan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi tapi dipersimpangan dia gak bisa apa-apa karena macet.


'gue harus hubungin Didia dulu untuk mengabarinya' Jerry mencari ponselnya dirogoh semua saku jas saku celana tapi dia tidak menemukannya.


"akh sial"


"Jangan sampai semuanya gagal Ya Alloh. jangan biarkan Didia pulang sebelum bertemu dengan ku"


Begitu sampe di depan restoran Jerry laangsung melempar kunci mobilnya ke ara valet dan langsung menerobos masuk.


"Selamat malam Tuan apakan anda sudah... " Jerry melangkah meninggalkan pelayan yang sedang bertanya padanya dan mengabaikan apa yang dia tanya saat melihat Didia yang mulai berdiri dan sepertinya akan pulang.


Hmmm apakah Diana akan memaafkan Jerry dan menerima lamarannya atau Diana kecewa dan mengembalikan cincinnya?


hai hai hai para reader kesayanganku maaf bebberapa hari ini tidah up aku revisi dulu walaupun belum sselesai baru nyampe Bab 15 kalo gak salah. semoga kalian maasih setia menunggu ya. oh iya jejak ya jangan lupa heheh


Salaam dari Jingga😉

__ADS_1


__ADS_2