
Nanas sedang memasukan baju-bajunya ke dalam cover yang akan dibawanya untuk bulan madu.
'Aku koq deg-degan ya?' pikir Nanas
kletrek suara pintu di buka
"Nas pakaian Mas Ferry udah di packing?"
"Udah semuanya mas!"
"Ya sudah sebentat lagi Toni akan menjemput kita!"
Yang ditunggu datang juga lalu mereka beranngkat bersamaan menuju Bandara.
"Mas tujuan kita langsung ke raja ampatnya atau ke papua barat dulu?"
"Kita akan menuju ke kota sorong nanti di Bandara sana akan ada pesawat kecil yang akan mengantarkan kita ke raja ampat"
Nanas mengangguk mengerti!
Toni hanya mengantar sampai Bandara saat pesawat sudah Take off baru Toni meninggalkan bandara.
Sesampainya di Bandara sorong seseorang menyambut Fei dan Nanas dan membawa mereka ke pesawat kecil yang akan membawa mereka ke Raja ampat. Perjalanan yang dibutuhkan hanya 30 menit dan akhirnya mereka sampai.
__ADS_1
Lautan lepas dengan pulau-pulau karang tersusun rapih. Menyambut beberapa ekor lumba-lumba yang berkejaran. Langit yang biru berpadu dengan riak ombak yang menyisir setiap pasir putih di tepi pantai. Udara segar bertiup memberi kesejukan alami khas hutan-hutan tropis. Suara burung-burung berkicau membuat alam terasa masih perawan yang tak terjamah.
Dari dalam air berbagai ikan berwarna cantik menghiasi karang-karang hidup.
Pemandangan indah itu semua dilihat Nanas dengan penuh rasa takjub.
Pemandangan itu seperti sengaja hadir untuk menyambut Nanas.!!!
Nanas dan Fei seperti tidak mau buang buang waktu mereka langsung menyewa alat-alat snorkling dan melakukan snorkling melihat batu batu karang hidup juga ikan-ikan kecil yang penuh dengan warna.
Setelah puas menjelajahi taman-taman yang terdapat biota laut Fei dan Nanas memutuskan untuk segera menyudahinya. Rasa lapar yang menyerang membuat mereka menunda untuk penjelajahannya.
Fei dan Nanas memasuki kamar Hotel yang sebelumnya sudah di booking Toni. Lagi-lagi Nanas dibuat terkagum-kagum dengan mewahnya kamar hotel yang langsung view nya laut lepas.
Sebelum kembali ke hotel Nanas dan Fei jalan jalan disekitar Hotel untuk menikmati udara malam.
"Nas udaranya makin dingin kita kembali kehotel yuk?" Nanas mengangguk
Tiba di kamar Nanas lamgsung menggati pakaiannya dan bersih-nersih juga melakukan kewajibannya sebagai muslim. Begitupun dengan Fei.
Nanas yang berdiri depan jendela melihat view laut lepas terkaget saat sepasang tangan membelit pinggangnya.
"Astaghfirullah, Mas bikin kaget aja!" Tapi tak ada penolakan dari Nanas
__ADS_1
"Bagus ya pemandangannya?"
"Hmmmm" Nanas tersenyum sambil mengangguk tapi tak memindahkan pandangannya.
"Kamu suka Nas?"
"Suka banget Mas makasih ya!"
"Nas, Boleh Mas meminta haknya mas Malam ini?"
Fei menyimpan dagunya di atas pundak Nanas. pelukannya di pinggang Nanas semakin erat. Nanas mulai di liputi perasaan yang aneh ada serangan yang sedikit panik takut gelisah tapi Nanas berusaha untuk menetralkan perasaan hatinya itu.
"Apa boleh Nas?" Nanas mengangguk pelan.
"Kita sholat sunat dulu yuk!" Kembali Nanas hanya mengangguk kali ini dia menundukkan kepalanya tak berani menatap Fei.
Mereka pun melakukan shalat dan berdoa dengan khusu. Lalu Fei meemmbalikkan badannya Nanas langsung mengulurkan tangan untuk mencium tangannya Fei.
Fei melihat Nanas yang sedang mencium tangannya Fei pun mencium kening Nanas penuh penghayatan. mereka pun beranjak ke atas kasur king size.
sampai sini dulu ya! jangan protes ya tenang hari ini othor double up. jangan lupa mas Fei butuh kopi buat begadang semalaman
Jingga😉
__ADS_1