Jatuh Cinta Dengan Si Bawel

Jatuh Cinta Dengan Si Bawel
BAB 47


__ADS_3

Nanas terbangun jam sudah menunjukan pukul 09.35. Dengan badan yang sakit juga lemes Nanas mager tapi perut minta di isi.


Tanpa Nanas sadari sejak Nanas membuka mata sosok tampan penuh pesona dengan bibir terangkat keatas terus memperhatikannya.


"Badanku sakit semua" ucap Nanas sambil merubah tidurnya meenghadap kanan dan ternyata Fei sudah didepannya dengan tatapan penuh cinta dan senyuman manisnya.


"Astagfirullah Maaasss... ngagetin aja "


"Pagi sayang!" semburat merah hadir di wajah Nanas


"Pagi Mas, Nanas laper!"


"Tuh udah mas bawain" Nanas pun melirik ke arah yang ditunjukan Fei.


Nanas mencoba bangun dan meringis kesakitan. Fei dengan cekatan membantunya.


"Nas sakit ya?" Nanas mengangguk


"Maafin Mas ya! Mas khilaf!" Fei menyeringai


Nanas cuma bisa cemberut.


"kalau tahu sakit gini Nanas gak mau!"


"Gak boleh gak mau dosa kan kewajiban istri"


"Mas Ferry sih bikin sakit badan Nanas!"


"Iya maaf tapi Nanti gak bakalan sakit koq malah Nanas yang mau dan minta sama Mas!"


"Gak mungkin!"


"Liat aja nanti!" Fei senyum penuh arti.


"Mas kita pulang hari ini?"


"Liat kamu seperti ini kita tunda sehari lagi aja ya!"

__ADS_1


Nanas pun mengangguk.


"Ayo makan dulu!" Fei membawa roda yang diatasanya terdapat beberapa makanan dan minuman mendekat mengarah ke Nanas.


Saat Nanas lengah Fei mengecup bibir Nanas yang sejak tadi ingin Fei cicipi. bibir Nanas sudah jadi candu buatnya.


Muuach


"Mas Ferry apaan ih"


"Morning Kiss sayang!" Nanas cemberut sambil terus makan gak mau berdebat


"Jangan cemberut, Mas gak tahan ingin melu**tnya kalo melihat kamu cemberut gitu!"


Nanas pun menarik bibirnya ke dalam. Dan bikin Fei tertawa puas.


'Gemesin banget kamu Nas' pikir Fei


Selesai makan Nanas bergerak pelan dan hati hati berusaha untuk berdiri wajaahnya meringis menahan sakit saat kakinya melangkah.


"Mau kemana? Sini Mas bantu!"


walau berpegangan pada Fei langkah Nanas masih tertatih. Melihat itu Fei gak tinggal diam Fei langsung memangku Nanas ala-ala bridal style.


"Ahk Mas Ferry!" tangan Nanas refleks langsung memegang leher Fei


"Mas turunin Nanas bisa koq!"


"Gak apa apa koq Nas mas juga gak keberatan"


Keesokan harinya dengan cuaca yang begitu cerah Fei dan Nanas pergi jalan-jalan untuk membeli oleh-oleh untuk adik-adiknya.


semuanya berjalan lancar begitupun perjalanannya menuju Jakarta. Nanas dan Fei memutuskan untuk mampir di rumah Bunda Nanas.


...****************...


Beberapa minggu kemudian kehidupan Nanas dan Fei begitu bahagia. Cinta diantara mereka semakin besar. Perusahaan Fei juga berkembang pesat.

__ADS_1


Hari itu hari Wisuda untuk Nanas


Nanas dan Fei menghadiri Acara Wisuda itu tak lupa Bunda dan adik-adik Nanas pun ikut menyaksikannya. Perjuangan Seorang Nanas yang demi mewujudkannya dengan berbagai cara dilakukan.


Dari menjadi guru les, jadi guru privat, part time di restoran, terjemahan demi meraih cita-cita nya.


Tapi kini kebahagiaan menghampiri perjuangannya selama ini berbuah baik. Menjadi lulusan terbaik dan menjadi kebanggaan Bunda serta menjadi tauladan untuk adik-adiknya.


Setelah Acara wisuda selesai mereka makan-makaan di sebuah rumah makan untuk merayakan kebeerhasilan Nanas. Disana Bunda melihat Nanas yang sedikit pucat.


"Nas kamu koq agak pucat, kamu sakit ya?"


"Enggak koq Bun, Nanas baik-baik aja" padahal Nanas merasa agak pusing tapi masih bisa menahannya dan mengabaikannya.


Semua terlihat bahagia Bunda dan adik-adik pulang naik mobil online mereka menolak diantarkan Fei karena melihat Nanas yang terlihat capek dan semakin pucat.


"Kamu kayaknya kecapean Nas banyak istirahat ya jangan banyak pikiran"


"Iya Bunda juga!"


Sesampainya di rumah Nanas segera mengganti pakaiannya dan merebahkan tubuhnya diatas kasur. Melihat itu Fei menghampirinya.


"Kamu sakit sayang?"


"Enggak koq mas cuma agak cape pengen tidur dulu"


"Tapi kamu pucat gitu yang, kedokter aja yuk!"


"Akh enggak mas berlebihan Nanaas gak apa-apa koq cuma capek aja!"


"Ya sudah istirahat aja ya, kalau butuh sesuatu Mas di ruang kerja ya" Nanas mengangguk. Fei mengecup kening Nanas dan menyelimutinya!


Dua jam berkutat dengan berkas-berkas pekerjaannya Fei akhirnya selesai. Fei pun kembali ke kamarnya.


Fei melihat Nanas yang tertidur di atas karpet bulu di sebelah kasur dengan wajahnya penuh pelluh dan terlihat pucat.


Fei begitu panik lalu mengangkat Nanas ke atas kasur dan membanngunkannya. Tapi Nanas tak bereaksi apa-apa.....

__ADS_1


Nanas kenapa ya????


jingga😉


__ADS_2