Jatuh Cinta Dengan Si Bawel

Jatuh Cinta Dengan Si Bawel
BAB 25


__ADS_3

Semua berjalan lancar dan pagi ini rencana membuka perban. Fei juga sudah datang pagi itu karena memang hari itu pun Fei dan Nanas akan pergi ke Jogja untuk menemui Kakek Fei.


Fei dan Nanas di buat berdebar hatinya saat sehelai demi sehelai perban di buka perlahan oleh dokter berharap Bunda tidak apa-apa.


"Nah tinggal satu lapisan lagi, Ibu saat saya membuka balutan terakhir ini saya harap mata ibu masih tertutup dan membukanya menunggu perintah saya. paham bu?" Bunda mengangguk tak menjawab.


"Jawab aja bu pake mulutnya yang sakit kan matanya hehhe"


"i iya pak dokter"


"Kenapa grogi ya? cemas? takut? santai aja bu kan tadinya juga ibu bisa melihat sekrangpun pasti bisa. melihat jangan takut. Ibu percaya sama saya bu?"


"Percaya dok!"


"Eh jangan tar ibu musyrik percayanya pada Alloh ya hehhehe"


" Ah dokter ternyata pinter bercanda"


"Habisnya ibu tegang banget. Saya buka ya bu inget matanya merem. Nah begitu pinter" Perlahan namun pasti Dokter itu selesai membuka perban dengan sempurna.


"Nah sekrang secara perlahan bukan kelopak matanya perlahan aja bu yok" Bunda pun mengikuti semua intruksi dokter. Nanas dan Fei yang berada di depan matanya menjadi pemandangan pertama yang Bunda lihat.


"Gimana Bun?" Nanas dengan tak sabar bertnya


"Alhamdulillah Nas Bunda baik baik aja. Bunda bisa lihat gadis Bunda yang paling cantik!"


"Alhamdulillah... " Nanas langsung melakukan sujud syukur sambil terus berdoa da air matanya mengalir deras dipipi mulusnya. perasaan Nanas begitu lega setelah beberapa hari ini di hinggapi rasa yang begitu menyiksa dirinya antara kekhawatiran dan kecemasan juga kegelisahannya.


Melihat Nanas seperti itu Fei seperti terharu tangannya langsung mengusap ngusap kepala Nanas sambil agak menepuk nepuk pelan bermaksud menghiburnya.


Setelah melihat semua itu Fei dan Nanas pun pamit akan pergi ke Jogja untuk menemui Kakeknya. Mereka berdua beranngkat ke bandara. Beruntungnya Pesawat tak terkedala apapun sehingga keberangkatannya pun sesuai jadwal.


Sampai di Jogja Toni asisten pribadi Fei sudah menunggu kedatangannya. Nanas pun mengenalinya karena Toni juga yang mengurus semua administrasi Bundanya.

__ADS_1


Toni mengantarkan Fei dan Nanas ke mainshion Alansyam yaitu dimana Kakek dan Neneknya tinggal. Sesampainya disana Nanas begitu takjub melihat megahnya rumah itu. Nanas menjadi rendah diri berpikir pantaskan dia memasuki keluarga Fei yang notabene keluarga yang begitu kaya raya sedangkan dirinya bagai remahan.


Depan pintu masuk berjejer para maid yang menyambut mereka dengan menundukan kepala. Nanas semakin merasa sungkan tak pernah dia diperlakukan seperti itu. Melihat gelagat Nanaas yang sepertinya canggung Fei mensejajarkan jalannya dengan Nanas. Fei tadinya mau menggenggam tangan Nanas tapi Fei tau banget kali Nanas begitu menjaga diri dari sentuhan dengan bukan muhrimnya.


"Yuk Nas jangan sungkan. Tenang aja semuanya baik koq" Nanas hanya mengagguk


"Den Ferry dan temannya sudah ditunggu tuan besar di kamarnya" ucap pak Samu kepala pelayan yang memang sudah mengabdi puluhan tahun di keluarga Alansyam.


"Makasih Paman... "


Fei dan Nanas pun langsung ke kamar kakeknya disana ada juga neneknya.


"Assalamu'alaikum... " ucap Fei dan Nanas saat paman Samu membukakan pintu.


"Wa'alaikumslm.. " Jawaban dari dua orang yang ada di dalam kamar.


"Akhirnya kamu datang juga bocah!"


"Cantiknya kamu dapat gadis cantik ini dari mana? pinter sekali kamu memilih pendamping. Nenek setuju dengan pilihanmu. siapa namamu cah ayu?"


"Naswa Nek, tapi semua orang memanggilku Nanas"


"Nama yang bagus. ya kakek juga setuju dengan pilihanmu tak usah berlama lama bulan depan kalian menikah. Dan kamu bocah kembali keperuaahaan lanjutkan pekerjaanmu jangan main kabur-kaburan lagi"


"Tapi kek?"


"Tak ada bantahan, minggu depan ayahmu akan kakek suruh untuk melamar Nanas pada oranng tuanya, sekarang kamu keluar kakek mau bicara dengan cucu mantu kakek!"


Fei hanya bisa menurut. Kalau sudah menghadapi kakek memang Fei tidak bisa menolak apapun perintahnya.


"Sini cah ayu, duduk samping nenek"


"Baik nek"

__ADS_1


"Nak Naswa, Kakek berterima kasih kamu mau nerima Ferry. Kakek tau apa yang bocah itu lakukan di Jakarta. Bahkan perjanjian yang dia lakukan dengan kamu Nak" Nanas melihat kakek dengan kaget tak pernah menyangka kalo ternyata kakeknya itu tau.


"Maafkan Nanas Kek. Bukan bermaksud untuk mempermainkan pernikahan tapi sungguh Nanas terjebak dengan keadaan yang memaksa Nanas menerima perjanjian itu."


"Kakek sangat mengerti bahkan berterima kasih apalagi kalau Nanas mau mengabulkan permintaan kami yang sudah tua ini"


"Apa itu kek?"


"Bertahanlah dengan Ferry kakek yakin dia bisa normal. Ferry nya yang menutup untuk berobat. Kakek yakin kamu bisa melakukannya Nak kakek percaya itu"


"Nenek juga yakin kalo Ferry itu bisa dan Normal cuma butuh motivasi untuk menyadarinya dan butuh dukungan seseorang yang memang gak ada selama ini"


"Nanas gak yakin kek nek"


"Pasti bisa jangan menyerah dulu. Buat Ferry jatuh cinta padamu. Apalagi setelah ijab kabul pernikahan akan menumbuhkan tanggung jawab didiri masing masing. makanya kenapa Kakek menyuruh kalian cepat menikah"


"Baiklah kek Nanas akan mencobanya" Kakek dan nenek tersenyum bahkan nenek memeluk Nanas dengan penuh kasih sayang. Lalu nenek memberikan sebuah cincin sebagai pengikat kepada Nanas


"Apa ini nek"


"Ini cincin diberikan pada menantu keluarga Alansyam secara turun temurun sebagai tanda kalau gadis tersebut sudah diterima di keluarga besar kami"


"Nanas kan belum menikah Sama mas Ferry Nek"


"Iya tapi akan, pakailah Nak dan aekarang istirahatlah pasti kalian cape setelah perjalanan jauh. Nanti biar paman Samu yang mengantarkan kamu ke kamar"


"Baik Nek"


Nanas pun keluar dan di sambut paman samu lalu diantar ke kamarnya.


makasih yang sudah baca. oh iya makaasih juga yang sudah meninggalkan jejak komen maaf gak bisa balas satu satu tapi sungguh aku membaca semua komen yang tertulis. komen kalian jadi moodbooster banget buatku. sekali lagi makasih banyak.


Salam dari Jingga😉

__ADS_1


__ADS_2