Jatuh Cinta Dengan Si Bawel

Jatuh Cinta Dengan Si Bawel
BAB 18


__ADS_3

Beberapa hari belakangan HP Fei terus berbunyi. Suara telpon atau suara notifikasi tanda pesan masuk. Tapi tak ada yang Fei angkat atau membuka pesan masuk tersebut. Karena Fei sudah tau siapa yang nelpon dan mengiriim pesan kalo bukan keluarganya yang terus menyuruhnya menengok kakeknya. Fei juga bukan tidak mau menengok tapi syaratnya itu yang harus membawa calon untuk dipertemukan dengan kakek.


Tentunya Fei bingung karena Fei tidak punya pacar. Kalau Fei nekad berangkat tanpa membawa calon Fei takut kakeknya kecewa dan membuat kakeknya makin parah.


Fei tidak masuk kerja karena memang sedang cuti. Diam dirumah tanpa melakukan aktifitas berarti bahkan cuma rebahan membuat kepalanya pusing. Fei berpikir keras bagaimana caranya agar dapat seseorang yang bisa dia bawa nengok kakeknya.


Sejak dikasih tau adiknya keadaan kakek yang semakin parah Fei kehilangan nafsu makan. kadang sehari cuma minum kopi saja. Dan lama lama asam lambungnya naik.


Seperti saat ini Fei terbangun dengan kepala yang sakit dan berat. Keringet dingin membasahi wajah dan badannya. Setelah tadi pagi melaksanakan kewajibannya Fei kembali tertidur karena merasakan pusing yang amat sangat. Fei berusaha untuk bangun tapi tak bisa saking pusingnya. Fei pun mencari HP nya berniat untuk meminta bantuan. Fei meraih ponselnya yang berada di atas nakas. Masih sambil terpejam merasakan sakit dikepalanya Fei mengotak ngatik ponselnya. Tapi kemudian Fei merasakan sakit yang tiada tara pada Kepalanya seperti ada yang memukul dengan keras dan Fei pun pingsan. Tanpa disadari ponselnya tersambung entah pada siapa.


"Assalamu'alaikum.... halo... assalamu'alaikum...!


tuttutuutttutututuuuuut


Cafe Jingga


Seorang gadis manis dengan hijab yang agak panjang menatap ponselnya dan bicara sendiri


'Koq gak ada suara ya? ngapain Kak Fei nelpon? apa kepijit kali ya? koq perasaan aku jadi gak enak, Apa aku samperin ke kosan nya kali ya? mungkin dia butuh sesuatu cuma mungkin ponselnya gak ada pulsa ato kuota? tapi masa sih Kak Fei gak sanggup beli. Tapi ini aku baru nyampe di Cafe buat part time'


"Woi... melamun sambil ngomong sendiri. Obat lo abis ya? hihhihi" ucap Mila teman dan karyawan di Cafe Jingga


"Sembarangan kalo ngomong"


"Lagian aku liat dari tadi kamu liatin ponsel terus trus ngomong sendiri"

__ADS_1


"Aku tuh bingung temen aku ngehubungin tapi gak ada suaranya sampe aku tutup. aku balik nelpon tapi gak diangkat. Perasaan aku koq jadi gak enak takutnya terjadi apa apa padanya"


"Ya udah kamu liat aja dulu mumpung masih ada waktu. Bukannya part time kamu mulainya abis dhuhur ya?"


"Iya juga ya daripada aku bertanya tanya dan gak enak hati gini mending di pastiin aja ya"


Nanas pun bergegas. Ya gadis itu adalah Nanas nomor ponsel yang di tuju Fei emang nomornya Nanas. entah memang mau menelpon Nanas atau kepepijitnya nomor Nanas. Kan Fei juga ngotak ngatik onselnya dengan menutup mata merasakan sakit berharap dengan memejamkan mata sakitnya berkurang.


Tak lupa Nanas membeli makanan untuk buah tangan juga buah buahan. Mengingat kebaikan Fei padanya dengan begitu Nanas sedikit banyak bisa membalas kebaikan Fei.


Nanas memakai jasa ojek online untuk pergi ke kosan. Sesampainya di depan Kosan Fei ada seorang wanita cantik dan elegan dia sedang membuka pagar kosan Fei.


"Assalamu'alaikum... "


"Iya Kak tadi sempet nelpon tapi gak bersuara khawatir aja takutnya kenapa kenapa."


"Oh ya sudah yuk bareng,"


Wanita itu yang tak lain adalah Diana yang sengaja datang mau curhat tentang lamaran Jery mengetuk pintu kosan Fei.


Tok tok tok


"Bang Fei... " Diana mengetuk pintu sambil memanggil Fei


"Assalamu'alaikum kak Fei...?" tak mau kalah Nanas pun bersuara.

__ADS_1


Tak ada jawaban apapun dari dalam. Diana mengintip lewat jendela. Jendelanya sudah di buka Fei mungkin agar udara segar masuk.


"Fei... ini gue Diana, bukain donk"


masih tak ada jawaban


"Si Fei kalo tidur kebo banget sih, kita masuk aja lewat jendela ya" Diana mencoba membuka lebar lebar jendela itu dan di bantu Nanas


"Emang boleh ya kak? Kalo kak Fei marah gimana? muat gak kak? Hati hati nyangkut kak" mode bawel Nanas lagi on.


"Iya iya satu satu kalo nanya hadeuh"


"Hehe maaf kak"


Diana masuk dan langsung membuka kunci pintu kosan Fei biar Nanas bisa masuk. Diana dan Nanas masuk ke dalam kamar Fei.


Tak lama Nanas berteriak sambil menutup kedua matanya dan berlari keluar kamar Fei


"Aaaaaarrrggghhhhhh.... "


Liat apa ya si Nanas sampe teriak begitu? hahahaha


udah dulu akh. makasih buat yang sudah membaca karya recheh othor yang masih jauh dari kata lumayan. othor masih amatiran. kritik dan sarat othor tunggu ya! jangan lupa jejaknya like komen rate gift dan vote nya.


salam dari Jingga 😉

__ADS_1


__ADS_2