Jatuh Cinta Dengan Si Bawel

Jatuh Cinta Dengan Si Bawel
BAB 22


__ADS_3

Nanas berkeliling menemui beberapa temannya juga mengunjungi beberapa tempat kerja part time. Tujuannya tentu untuk meminta tolong untuk meminjam uang. Tapi dari sekian banyak teman dan tempat dia kerja hanya kumpul 11juta itu pun mereka berpesan untuk segera melunasinya.


'Bagaimana ini dengan tabungan biaya adek-adek juga tabungan untuk kuliah semester depan tidak sampe setengahnya masih jauh banget kurangnya. Apa aku terima aja tawarannya kak Fei tapi harga diriku. Trus keinginanku yang hanya akan menikah satu kali seumur hidup. Apa aku akan bahagia hidup dengan laki-laki yangbtidak aku cintai. Tapi bagaimana Bunda?' pikiran dan hatinya terus tanya jawab sendiri ada sisi baik dan sisi buruk yang saling berdebat dalam pikiran dan hatinya Nanas.


Entah yang mana yang harus dia pilih. Dalam kecamuk pikirannya suara notifikasi ponselnya memaksa Nanas untuk menjeda pikiran pikiran itu dan membukanya. Ternyata pesan dari Kak Fei


"Nas sorry gue bukan maksud merendahkan dan tak menganggap kamu. Tapi aku bingung harus gimana lagi. Aku cuma mau minta coba pikirkan lagi tawaranku itu. Tapi kalu memang kamu tetap dengan pemikiranmu itu gak apa apa juga kamu gak mau aku gak bakalan memaksa lagi"


Nanas cuma membaca tanpa menjawabnya. Nanas sedang berpikit antara terima ato enggak. detik jadi menit, menit jadi jam bahkan jam sudah berlalu hingga menjelang senja. Nanas terus mengulang ulang membaca pesan dari Fei sambil terus berpikir baik buruknya juga resiko yang akan dia dapat.


Akhirnya dia menguatkan tekad demi Bunda dan dengan perlahan tapi pasti jari jari Nanas menari diatas gawainya untuk membalas pesan Fei tersebut.


"Kak Fei dimana? Bisa kita ketemu?"


Nanas berulang kali melihat ponselnya tapi pesannya belum di jawab bahkan di baca juga belum. Nanas semakin gak tenang. waktu sudah kian larut akhirnnya memutuskan untuk pulang ke Rumah Sakit berniat akan menginap.


Tak sampe 40 menit akhirnya Nanas sampe di depan pintu kamar tempat Bundanya di rawat. Nanas mulai mengkondisikan wajahnya supaya terlihat lebih ceria dan menghilangkan rasa kawatir. walaupun dalam mata jernihnya tersimpan beban yang snagat besar.


"Assalamu'alaikum... "


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh jawaban kompak dari dalam" Nanas menghampiri Bundanya.


"Bunda gimana apa yang Bunda rasakan?" Nanas melihat kesedihan

__ADS_1


"Maafin Bunda ya kamu pasti bingung harus mencari biaya operasi buat Bunda"


"Bunda udah tahu?" Nanas melihat kedua adiknya.


"Jangan salahin mereka Bunda yang maksa mereka untuk bicara. Nas, sebaiknya kamu urus kepulangan Bunda. Bunda gak apa apa koq. Bunda gak betah tinggal disini. Apapun yang terjadi nanti Bunda ikhlas koq menerimanya. walau cuma dengan satu mata insyaallah Bunda bisa jalanin semuanya jangan memaksakan diri Nak"


"Bunda ijinkan Nanas berbakti ininkan Nanas mmeperjuangkan kesehatan Bunda. Nanas suah tak punya ayah sekrang Bunda tumpuan Nanas satu satunya. Jadi ijinkan Nanas berjuang untuk Bunda.


Bunda gak usah khawatir Nanas ada koq uangnya. Bunda gak perlu banyak pikiran selama masih bisa diusahakan Nanas janji akan mengusahakannya Bun."


"Tapi Nas pasti mahal, darimana kamu dapatkan uang sebanyak itu"


"Insyaalloh uang Halal Bun doain aja Alloh memudahkan dan melancarkan jalannya kita pasrahkan padaNYA ya bun"


"Dit, ajak Asel pulang besok kalian harus sekolah. Biar Eteh yang jagain Bunda. Nanti keburu malem"


"Tidak boleh banyak banyak yang menunggui nanti pasien yang lain terganggu, sudah kalian pulang aja dan besok sekolah seperti biasa. kalau mau kesini sepulang sekolah saja" Ucap Nanas walau dengan lembut tapi terkesan tegas sehingga kedua adeknya itu langsung menurut.


Sementara di tempat Fei. Setelah mengirim pesan yang sudah di baca tapi tak juga ada balasan. Fei menunggu dan terus menunggu. Fei terus memegang ponsel pintarnya itu berharap ada balasan dari Nanas. karena jawaban tak kunjung datang akhirnya Fei pasrah.


Dia memutuskan untuk datang menemui kakeknya sendiri. Padahal kalau Nanas mau menerima tawarannya Fei berjanji akan membuat Nanas bahagia bagaimanapun caranya kecuali Nafkah batin tentunya Fei merasa takkan sanggup memberikan itu.


(Lo gak tau aja rasanya Fei coba tahu kecanduan kamu Fei!!! uppssss maaf othor nimbrung 😅, Kesel sama kepaasrahan si Fei)

__ADS_1


Saking lamanya nunggu Fei ketiduran. Sampai keesokan harinya suara adzan shubuh membangunkan Fei.


Fei ingat kalau semalam menunggu jawaban Nanas sayangnga Ponsenya mati kehabisan daya. Fei pun mencharge dan langsung ke kamar mandi melaksanakan kewajibannya. Setelah itu Fei melakukan rutinitasnya memasukan baju baju kotor kedalam kresek dan menelpon laudry langganannya.


Setelah menelpon Laundry langganannya Fei melihat kalo Nanas sudah membalas pesannya.


Dengan perasaan was-was Fei membuka pesan Nanas. setelah membaca Fei memutuskan untuk menelpon langsung.


tuut.... tuuuut


"Assalamu'alaikum.. "


"Wa'alaikumsalam, Nas lo dimana? Biar gue nyemperin lo"


"Di Rumah Sakit Lembayung kak!"


"Lo sakit Nas? Sakit apa? "


"Nanti ceritanya disini aja kak! "


" Ya udah gue bentar lagi kesana"


sampe sini dulu ya. selamat membaca

__ADS_1


Jangan lupa jejaknya ya like komen juga saran dan kritiknya. Vote juga gift juga boleh ratenya jangan ketinggalan 🤣🤣. Makasih


Salam dari Jingga😉


__ADS_2