
Setelah selesai makan bakso, Reza langsung membayar dan mengajak Alia jalan-jalan sebentar, namun, wanita itu menolak. Reza pun kembali melontarkan ancamannya.
"Mau gue gendong lagi?" tanya Reza membuat Alia langsung menggeleng cepat.
"Bilang aja kalau mau di gendong lagi," lanjut Reza mengambil aba-aba, Alia pun langsung menjauh tak mau di gendong lagi.
"Jangan mas, adek gak mau di gendong," ucap Alia menolak.
"Yaudah ayo," balas Reza.
"Adek gak mau, adek mau pulang," ucap Alia kembali menolak.
"Benar-benar pengen di gendong ni anak," ucap Reza kembali mendekat membuat Alia berlari menjauhi suaminya itu.
Reza pun langsung mengejar Alia yang berlari kesembarang arah.
"Mas jangan kejar adek!" teriak Alia memilih berhenti karena lelah. Reza pun langsung menangkap tubuh istrinya itu dan menariknya dalam pelukannya.
"Dapat," ucap Reza mengatur nafasnya.
"Itu karena adek ngalah," ucap Alia tertawa kecil.
"Yaudah, sekarang lari lagi. Kemana pun lo berlari bakalan gue kejar," sahut Reza melepaskan pelukkannya.
Alia pun kembali menggeleng dan memilih duduk di batang kayu yang roboh di pinggir pantai.
"Adek haus mas," ucap Alia.
Reza pun langsung pergi entah kemana meninggalkan Alia sendirian. Wanita itu pun memilih untuk menutup matanya menikmati hembusan angin.
Beberapa menit kemudian, Reza datang dengan dua botol air mineral yang dingin dan beberapa cemilan.
"Nih," ucap Reza menyodorkan air mineral itu.
"Makasih mas," ucap Alia tersenyum manis.
"Hm."
Reza pun ikut duduk di samping Alia sembari meneguk minuman nya.
"Kak Reza?"
Saat mereka tengah menikmati pemandangan laut, seseorang pun menghampiri Reza membuat laki-laki itu tertegun.
"Kak Reza kan?" tanya wanita itu yang tak lain adalah Nadia.
"Iya," jawab Reza.
"Kenapa kak Reza di sini? Liburan ya?" tanya Nadia tersenyum ramah ke arah Reza dan juga Alia.
Melihat itu, Alia pun membalas senyuman Nadia yang tak ia kenal.
"Iya, aku lagi liburan," jawab Reza tanpa menoleh ke arah Nadia.
__ADS_1
"Kamu sendiri ngapain di sini?" tanya Reza.
Nadia pun memilih duduk di samping Reza membuat Alia langsung memalingkan wajahnya. Kini laki-laki itu duduk di tengah dua wanita.
"Rumah mertuaku di sini, seminggu yang lalu aku udah di sini menjenguk mereka, katanya sakit," jawab Nadia. Reza pun menatap Nadia tak percaya, bagaimana bisa wanita hamil itu tetap menghormati mantan mertuanya setelah dilukai.
"Oh," Reza pun hanya mengangguk dan kembali fokus pada laut di depannya.
"Yang di sebelah kakak siapa?" tanya Nadia.
Reza pun menatap Alia yang tengah menekan-nekan botol air mineralnya.
"Oh, hanya teman."
Deg!
Dada Alia kembali merasakan nyeri yang sama seperti kemarin, wanita itu pun berusaha untuk tak kembali menangis walau kini matanya sudah menghangat.
"Oh, teman ya. Kalian liburan berdua ya?" tanya Nadia lagi.
"Hm."
"Eum, teman spesial ya?" tanya Diana ragu.
"Ngomong-ngomong, dimana suami kamu?" tanya Reza mengalihkan pembicaraan. Mendengar pertanyaan itu, raut wajah Nadia yang tadi antusias pun tiba-tiba menjadi sendu.
"Masih bekerja di luar kota," jawab Nadia pelan.
Saat tangannya meraba ke arah tempat duduk Alia, ia tak menemukan siapapun. Laki-laki itu pun langsung menoleh ke arah tempat duduk Alia, ternyata sudah tak ada orang di sana.
Kemana wanita itu pergi? Kenapa ia tak sadar saat Alia pergi.
"Kakak nyariin teman kakak ya? Tadi aku lihat dia udah pergi ke sana," ucap Nadia menunjuk ke arah penginapan Reza dan Alia.
Reza pun menghela nafas lega lalu berdiri.
"Aku ke penginapan dulu ya," ucap Reza.
"Penginapan kakak yang mana?" tanya Nadia.
"Yang itu," jawab Reza menunjuk tempat penginapannya.
"Oh, oke. Nanti sesekali bolehkah aku berkunjung?" tanya Nadia penuh harap.
"Iya, boleh." Setelah mengatakan itu, Reza pun pergi meninggalkan Nadia, laki-laki itu melangkah dengan cepat ke arah penginapan.
Sedangkan Alia, kini sudah berada di kamar mandi. Ia pergi secara diam-diam dan ternyata suaminya benar-benar tak menyadarinya kalau ia sudah pergi, itu karena Reza terlalu fokus pada wanita di sebelahnya.
"Siapa ya wanita itu? Kenapa mas Reza bilang kalau aku temannya ya bukan istrinya? Apa wanita itu spesial baginya sehingga takut mengakui hubungan kami?"
Begitu banyak pertanyaan di kepala Alia, wanita itu kini memilih membersihkan diri sembari menuntaskan rasa sedihnya dengan menangis.
Baru saja ia bahagia karena perlakuan suaminya, kini sudah disakiti lagi.
__ADS_1
Setelah selesai mandi, Alia langsung berpakaian. Ia memakai baju tidur lalu lanjut menyisir rambutnya.
"Alia," panggil Reza. Alia pun tak menjawab, bahkan sekedar menoleh saja tidak.
"Lo kok pulang gak bilang-bilang?" tanya Reza mendekat ke arah Alia.
"Alia! Gue lagi ngomong, apa layak seorang istri tak mendengarkan suaminya bicara?" tanya Reza kesal.
"Istri? Siapa istri mas Reza?" tanya Alia tanpa menatap suaminya itu.
"Ya lo lah!" ketus Reza.
"Oh jadi adek ini istrinya mas ya, kirain cuma TEMAN!" ucap Alia menekan kata teman.
"Oh, lo marah ya masalah itu," ucap Reza santai.
"Wanita mana yang tak marah ketika statusnya tak dianggap di depan wanita lain? Hanya wanita yang tak memiliki rasa cemburu saja," ucap Alia pelan.
"Jadi lo cemburu?" tanya Reza tersenyum meledek membuat Alia kesal.
"Iya, adek cemburu! Benar sekali! Adek cemburu karena mas itu suaminya adek!" jawab Alia setengah berteriak. Ia bahkan sudah tak bisa mengontrol dirinya lagi untuk tak marah.
"Lo jatuh cinta sama gue?" tanya Reza menaikan sebelah alisnya.
"Bukan masalah cinta, mas. Tapi masalah pernikahan dan juga status. Meski adek belum jatuh cinta sama mas, tapi adek berusaha menjadi istri yang baik dengan tetap menghargai mas! Tapi, mas? Mas bahkan tak menghargai status kita sebagai sepasang suami-istri!" tekan Alia membuat Reza bungkam.
Laki-laki itu memalingkan wajahnya menahan amarah dan juga rasa bersalah yang bercampur aduk.
"Kalau memang mas tidak menganggap adek istri mas lagi, tidak apa. Adek pasrah sampai nanti takdir membawa kita untuk tak memiliki hubungan apapun lagi," ucap Alia pergi meninggalkan Reza yang masih diam mematung.
Reza pun mengejar Alia untuk meminta penjelasan perkataan nya tadi.
"Maksud Lo apa?" tanya Reza.
"Gak ada maksud apa-apa, mas." Alia langsung menepis tangan Reza yang memegang tangannya
"Oh ya, mas. Bersikaplah seperti waktu kita pertama kali menikah, tak perlu bersikap manis ataupun pura-pura manis kalau hanya akan membuat salah satu dari kita terluka!" lanjut Alia lalu kembali meninggalkan Reza.
_
_
_
_
Dasar laki-laki tak peka😕
Pengen tak hih!
(Maaf ya beberapa hari gak up, soalnya di tempat saya lagi ada gangguan jaringan)
Jangan lupa like, komen dan juga votenya ya.
__ADS_1