Jatuh Cinta Pada Istriku Sendiri

Jatuh Cinta Pada Istriku Sendiri
Bab 44. Melawan fans fanatik Reza.


__ADS_3

"Reza," panggil Bima saat Reza berada di parkiran.


"Iya?" jawab Reza berbalik. Entah apalagi yang akan dilakukan laki-laki di depannya ini.


"Gue minta maaf yah atas semua kesalahan yang udah gue lakuin. Gue minta maaf karena udah suka sama istri lo dan berniat deketin dia, gue minta maaf."


Bima mengulurkan tangan kanannya ingin berjabat tangan sebagai tanda permintaan maaf.


Reza pun langsung menjabat tangan temannya itu meski ia tau permintaan maaf yang baru saja diucapkan Bima adalah bentuk perlawanan yang akan ia terima tidak akan lama lagi.


"Oke, santai aja Bim. Selagi Lo gak punya niatan jahat, maka lo bakalan gue maafin sampai kapanpun itu," ucap Reza tersenyum kecil lalu melepaskan jabatan tangan itu.


"Gue duluan yah," ucap Reza masuk ke mobilnya lalu melajukan mobil meninggalkan Bima sendirian.


"Karena gue gak perlu maaf dari Lo, jadi, gue bebas dong buat jahatin lo," gumam Bima tersenyum licik lalu masuk ke mobilnya juga.


Di sisi lain.


Alia baru saja selesai dengan urusannya bersama dosen nya. Kini, wanita itu memilih langsung ke parkiran karena sudah ada supir yang menunggunya.


"Alia," panggil seorang wanita dari arah parkiran. Alia pun langsung menghentikan langkahnya.


"Iya?"


"Lo Alia kan?" tanya wanita itu ditemani 3 temannya.


"Iya," jawab Alia.


"Lo istrinya kak Reza?" tanya wanita itu.


"Eum, iya." Lagi, Alia kembali mengangguk karena semua yang ditanyakan wanita asing didepannya benar.


"Boleh ikut kita bentar," ucap wanita yang entah siapa namanya.


Alia sedikit ragu, ia pun mencoba untuk tenang. Ia takut, wanita yang ada di depannya ini adalah salah satu wanita yang sakit hati karena statusnya sebagai istri dari Reza Heryansyah.


"Maaf kak, saya harus pulang."


Alia berjalan melewati mereka berempat hingga langkah kakinya terhenti saat tangannya dicekal.

__ADS_1


"Lo berani nolak gue! Lo gak tau gue siapa?" ketus wanita itu.


Alia pun membalikkan tubuhnya lalu menatap tak suka wanita yang rambutnya tergerai cantik itu.


"Memangnya kakak ini siapa, ha? Suka-suka saya lah mau nolak apa enggak! Jangan pikir karena kakak ini orang penting atau orang bermasalah di sini, saya bakalan nurut. Sebaiknya kakak jangan ganggu saya karena saya bisa laporin kakak!" sahut Alia mulai merasa muak melihat wanita-wanita yang selalu saja mendatanginya karena hanya ingin melihat bahkan mengejeknya.


"Hah! Sombong benget ternyata yah, gak sesuai sama pakaiannya." Mereka berempat tertawa mengejek.


"Terus kenapa sama pakaian saya ? Ada masalah kah? Apa karena saya makai pakaian kekgini saya gak boleh ngelawan? Apa saya harus jadi lemah dan juga bodoh agar kalian bisa menindas sesuka hati kalian!" Tidak tinggal diam karena mereka terus saja membawa pakaian dan jilbabnya setiap kali berhadapan dengannya.


"Kami cuma mau lo menjauh dari kak Reza! Itu doang. Lo gak cocok sama kak Reza, pakaian kuno gini mana cocok sama cowok keren kayak kak Reza," ucap salah satu dari teman wanita yang memegang tangan Alia tadi.


"Oh, jadi kalian salah satu orang yang gak suka sama hubungan kami. Kalau kalian memang ngerasa saya ini gak cocok sama mas Reza, kalian boleh kok bicara langsung sama mas Reza buat ninggalin saya. Kita liat, apa dia bakalan denger omongan basi kalian yang merasa cocok dengannya," ucap Alia tersenyum sinis.


"Kalian pasti gak berani ngomong kan? Yah jelas gak berani! Karena kalian gak se-pemberani saya, kalau kalian berani, pasti kalian lah yang bakalan dapatin mas Reza. Tapi, apa? Kalian bahkan kenalan aja sama mas Reza gak bisa," lanjut Alia membuat keempat wanita fans suaminya itu terdiam.


"Keliatan kan mana yang cocok dan gak cocok!" Setelah mengatakan itu, Alia pun langsung berjalan menuju mobilnya dan masuk ke mobil.


Wanita itu menghela nafas berat, setiap hari ia lalui dengan teror dari para fans fanatik suaminya.


Apa ia harus senang atau tidak karena sudah menikah dan dicintai oleh laki-laki populer di kampus?


Sesampainya di rumah, Alia meletakkan tas nya dengan kasar ke kursi belajarnya.


"Istrinya mas kok pulang-pulang udah cemberut gitu," ledek Reza. Laki-laki itu baru saja keluar dari kamar mandi dan mendapati sang istri datang dengan wajah cemberut.


"Salam dulu dong," lanjut Reza tersenyum manis. Alia pun langsung menyalim tangan suaminya.


"Assalamualaikum, mas."


"Wa'alaikumusalam," jawab Reza. Laki-laki itu menarik sang istri ke sofa lalu duduk.


"Coba cerita kenapa kesayangannya mas pulang-pulang udah cemberut," ucap Reza melingkarkan tangannya di belakang Alia lalu menatap sang istri sembari tak henti-hentinya tersenyum. Baginya, wajah cemberut Alia sangat menggemaskan.


"Gimana gak cemberut, di kampus selalu ada aja wanita yang tersakiti karena hubungan kita datang mengintrogasi adek," jelas Alia masih dengan wajah cemberutnya.


"Tapi mereka gak ngelukain kamu kan, sayang?" tanya Reza mulai khawatir dengan fenomena sakit hati berjamaah karena ia sudah menikah.


"Enggak sih, adek masih bisa jaga diri. Tapi, kalau adek bodoh ataupun keliatan lemah, pasti adek udah luka sekarang," jawab Alia menggeleng lucu.

__ADS_1


"Ah senangnya, untung istri mas kuat dan juga tegas," ucap Reza memeluk sang istri.


"Tapi kalau keseringan juga adek bisa stres loh mas, adek gak suka di samperin gitu. Malu," protes Alia masih belum merasa senang karena berhasil mempertegas para wanita yang tersakiti.


"Kamu bisa hubungin mas kalau ada apa-apa, sayang. Kita satu kampus, satu rumah, satu kota, satu negara, satu planet, satu Tuhan."


Alia tertawa kecil sembari mencubit lengan suaminya.


"Terus kalau adek manggil mas, apa yang bakalan terjadi?" tanya Alia.


Reza langsung melepaskan pelukannya dan menatap Alia serius.


"Bakalan mas bakar kampusnya," jawab Reza enteng. Alhasil satu cubitan aduhai mendarat di kulit lengannya.


"Kenapa kamu suka banget nyubitin mas sih?" tanya Reza mengelus-elus bekas cubitan Alia.


"Abisnya mas ngeselin. Adek kan serius nanya tadi," ucap Alia tak merasa bersalah sedikitpun karena sudah membuat suaminya meringis.


"Mas juga serius jawabnya," balas Reza benar-benar serius dengan ucapannya tadi.


Mendengar itu, Alia pun kembali ingin mencubit sang suami, hanya saja Reza yang sudah peka dengan jurus cubitan istrinya langsung kabur.


"Ganti baju terus makan siang yah, sayang. Mas tunggu dibawah," teriak Reza keluar dari kamar. Alia pun hanya menggeleng saja, tak percaya kalau suaminya sudah banyak berubah sekarang. Tapi, ia bersyukur akan hal itu.


Dan jujur, rasa marah, kecewa dan sakit hatinya perlahan menghilang. Ia tak peduli orang berkata kalau ia bodoh karena kembali memaafkan kesalahan suaminya lagi, ia tak peduli. Yang ia yakini sekarang adalah, suaminya sudah berubah dan mencintainya.


_


_


_


_


_


_


Terimakasih sudah menunggu cerita author yah, maaf gak rutin up. Insyaallah mulai hari ini bakalan rutin❤️ Terima untuk doa dari kawan semua❤️

__ADS_1


Tbc


__ADS_2