Jatuh Cinta Pada Istriku Sendiri

Jatuh Cinta Pada Istriku Sendiri
Bab 45. Bermanja-manja


__ADS_3

Reza kini tengah berada di ruang kerjanya, ia tengah menatap sebuah foto dimana seorang wanita terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit.


Wanita yang seharusnya sudah melahirkan itu kini terbaring koma dan belum kunjung sadar sampai sekarang. Yah, dia adalah Nadia.


Reza masih ingat ketika Doni mengatakan ada berita baru dan itu tentang Nadia yang kecelakaan. Bayi wanita itu tak bisa diselamatkan karena pendarahan yang hebat, bahkan Nadia sampai koma.


Reza memang tak peduli pada wanita yang berniat merusak rumah tangga nya itu, ia hanya penasaran apakah kecelakaan Nadia itu murni ketidaksengajaan atau ada campur tangan seseorang di sana.


Reza langsung menghapus foto yang dikirimkan Doni agar nanti Alia tak melihatnya dan tak terjadi salah paham lagi.


"Apa Bima yah yang ngebuat Nadia kecelakaan karena udah bongkar rahasia mereka ke Doni?" gumam Reza selalu saja berpikir jika semua kesalahan di dunia ini adalah Bima penyebabnya.


"Kalau benar Bima, ini benar-benar keterlaluan. Kayaknya harus segera di tuntaskan deh," lanjut Reza. Laki-laki itu menatap pintu ruang kerjanya yang terbuka sedikit lalu terlihatlah kepala Alia.


"Masuk sayang," ucap Reza menutup laptopnya.


Alia pun masuk sembari tersenyum lalu menutup kembali pintu ruang kerja suaminya.


"Mas lagi ngapain?" tanya Alia berjalan mendekati suaminya lalu berdiri di samping laki-laki itu.


"Lagi liat jadwal terbang nih," jawab Reza menarik Alia untuk duduk di pangkuannya.


"Jadwal terbang? Terbang kemana?" tanya Alia menatap sang suami dengan serius.


"Terbang ke hati kesayangannya mas," jawab Reza mencolek hidung mancung Alia.


"Ih, serius." Alia mengerucutkan bibirnya membuat Reza gemas. "Mas mau kemana?" tanya Alia masih fokus dengan jadwal terbang suaminya.


"Ke luar kota, sayang. Ada sedikit masalah di tempat usaha mas yang harus diselesaikan dan mas harus ada di sana untuk memantau," jawab Reza kali ini serius.


"Kapan perginya?" tanya Alia sedih. Baru saja jatuh cinta kembali, suaminya malah harus pergi ke kota lain.


"Ini lagi liat tanggal cantik, soalnya kan mas masih ada beberapa urusan di kampus. Mas selesain dulu yang di kampus baru deh nanti kesana." Reza mencium pipi istrinya gemas.


"Ikut," ucap Alia memegang kedua pipi suaminya.


"Untuk yang ini gak boleh yah, sayangku. Ini capek banget nantinya, apalagi kita udah mulai kuliah," ucap Reza tak ingin Alia ikut dengannya.


"Terus kalau mas pergi, adek gimana dong? Kalau nanti adek rindu sama mas mau peluk mau cium gimana?" tanya Alia antara kesal dan sedih.

__ADS_1


Reza langsung memeluk erat istrinya lalu mencium pipi Alia berkali-kali dan beralih mencium bibir istrinya beberapa kali.


"Ini udah dicium sama dipeluk," sahut Reza sembari menggosokkan hidungnya di bahu sang istri.


"Ih, gak gitu juga. Kalau sekarang mah, mas masih ada di sini. Yang adek bilang itu nanti kalau mas pergi keluar kota," rengek Alia menyandarkan kepalanya di bahu sang suami. Tangan nya yang lembut pun mulai usil menyentuh leher suaminya.


"Mas gak lama kok, paling lama 3 hari. Sebenarnya masalahnya udah diatasi sama orang kepercayaan mas, cuma mas harus kesana buat ngeliat progressnya, sayang." Reza menangkap tangan nakal istrinya yang menekan-nekan jakunnya.


"Satu jam aja adek udah rindu kalau jauhan sama mas, apalagi 3 hari," ucap Alia pelan. Seketika Reza langsung tertegun, ia tak salah dengar kan? Tak bisa jauhan? Apa istrinya sudah memaafkannya dan sudah mulai membuka hatinya lagi seperti dulu?


"Kok kamu pinter banget gombal sih? Mas jadi baper loh," ledek Reza mengelus-elus punggung Alia.


"Bukan gombal mas, tapi kenyataan." Reza benar-benar bahagia mendengar itu. Tak perlu ditanyakan ulang, ia sudah tau jika istrinya sudah memaafkannya dan juga sudah kembali mencintainya.


"Nanti sebelum pergi, mas gak bakalan mandi dua hari biar ada bau khas di baju mas. Nah, kalau kamu rindu tinggal cium aja," ucap Reza dengan saran anehnya. Alhasil, satu cubitan mengenai kulit lengannya.


Tapi kali ini, cubitan nya tidaklah keras.


"Kalau gak mandi dua hari mah yang ada adek pusing nyiumnya," sahut Alia membuat Reza tertawa.


Ia hanya bercanda tadi. Mana mungkin ia tidak mandi dua hari hanya untuk menciptakan bau khas di baju.


"Mas janji gak bakalan lama. Do'ain semoga usahanya mas lancar yah," ucap Reza lembut.


Di perjalanan menuju kamar. "Memang kita mau ngapain dikamar, sayang?" tanya Reza iseng.


"Bobok manja," jawab Alia manja. Reza pun langsung menutup pintu kamar dan menguncinya agar kegiatan mereka tak diganggu oleh siapapun.


*****


Malam harinya.


"Mas," panggil Alia manja. Kini, kedua insan itu sudah berada di dalam selimut yang sama. Malam sudah menunjukkan pukul 11, namun, keduanya baru saja akan beristirahat setelah melakukan kegiatan malam dari jam 10 tadi. Padahal, sore tadi juga mereka sudah melakukannya sekali, tapi masih kurang dan dilanjut malamnya.


"Iya, sayang. Capek yah? Ada yang sakit?" tanya Reza sedikit mengangkat tubuhnya menghadap Alia.


Alia langsung menggeleng. "Terus kenapa?" tanya Reza mengelus pipi halus Alia.


"Eum, mas seneng gak?" tanya Alia dengan raut wajah merona malu. Reza tampak berpikir sejenak mencerna pertanyaan istrinya itu.

__ADS_1


"Maksudnya sayang?" tanya Reza ternyata tak bisa mencerna pertanyaan Alia.


"Kalau habis berhubungan gini, mas ngerasa seneng gak?" tanya Alia lebih mendetail. Entah mengapa, tiba-tiba saja ia ingin menanyakan hal itu.


"Kok nanya gitu sih? Ya jelas seneng lah. Mas tuh bahagia banget bisa ngelakuin semua ini bareng kamu. Mas seneng karena mas juga menjadi yang pertama untuk kamu dan kamu yang pertama juga untuk mas," jawab Reza panjang lebar sembari kembali meletakkan kepalanya di bantal.


"Jadi mas ngelepasin keperjakaan mas sama adek?" tanya Alia seperti tak percaya.


"Lah, kamu kira mas ini tukang celap-celup? Kamu nuduh mas udah pernah ngelukain 'itu' sebelum nikah?" tanya Reza lembut. Laki-laki itu tak menunjukkan bahwa ia tersinggung atau marah dengan pertanyaan istrinya tadi. Ia terlihat biasa-biasa saja.


"Eum, dulu adek kira mas gitu. Mas kan ganteng, kaya, banyak yang suka. Pergaulan mas juga luas, jadi, adek pikir mas kayak anak-anak muda jaman sekarang," jelas Alia merasa bersalah karena dulu memiliki pemikiran yang meragukan suaminya.


Meski begitu, ia tetap akan menerima Reza walaupun laki-laki itu seperti dugaan awalnya.


Hahahaha


Reza tertawa karena merasa lucu dengan penjelasan Alia. Sebegitu buruk ternyata citranya dulu di depan sang istri.


"Maafin adek, mas. Adek salah, adek udah berburuk sangka sama mas," lirih Alia mengaku salah. Sungguh hina pikirannya dulu terhadap sang suami.


"Gak papa, sayang. Itukan masa lalu. Semua manusia punya salah, baik dari pikiran atau tindakan. Mas udah maafin kamu kok. Udah yah, jangan di bahas lagi." Alia mengangguk lalu memeluk suaminya, membenamkan wajahnya di dada bidang laki-laki itu.


"Mas cinta banget sama kamu," bisik Reza mengelus rambut Alia dengan lembut.


"Adek juga."


_


_


_


_


_


_


_

__ADS_1


Aku juga mas 😭😘


tbc


__ADS_2