
Hufft.....
Nadia menghela nafas panjang saat ia sudah sampai di rumah setelah mengantarkan makanan buatannya sendiri. Ia berbohong kalau itu makanan buatan ibu mertuanya karena ia tak sedekat itu dengan ibu mantan suaminya itu.
Nadia pun meletakkan rantang yang sudah berganti isi itu, di sana ada beberapa makanan yang katanya di masak oleh Alia.
Ia langsung membuka rantang itu dan membuang semua isinya ke tong sampah.
"Siapa juga yang mau makan masakannya. Bisa-bisa, aku kena racun nanti," gumam Nadia lalu meletakkan rantang itu di wastafel dan beranjak pergi ke kamarnya.
Di rumah itu hanya ada dia dan juga kedua orangtuanya serta pembantu. Tak ada ibu mertua seperti yang ia katakan kemarin, tak ada masakan mertua juga.
Semuanya penuh kebohongan.
Tapi, pertemuannya dengan Reza di pantai itu bukanlah di sengaja, ia memang sedang berada di rumah orangtuanya untuk menenangkan diri, namun ternyata sang pujaan hati muncul di penglihatannya.
Entah mengapa, ia malah menggunakan alasan ibu mertua saat bertemu dengan Reza.
"Habis darimana kamu, Nad?" tanya Mama Nadia yang masuk ke kamarnya.
"Jalan-jalan," jawab Nadia seadanya.
"Jangan keseringan berkeliaran, kalau nanti mantan suami kamu kemari, gimana? Bisa-bisa dia lukain kamu lagi nanti," tegur mama Nadia.
"Iya ma," jawab Nadia singkat.
"Yaudah, mama mau pergi ke butik dulu ya. Kamu jangan lupa makan." Setelah mengatakan itu, mama nya Nadia pun meninggalkan sang anak sendiri di kamar.
Tinggallah Nadia dengan pikiran kacaunya.
"Sayang, kenapa nasib kita gini ya? Mau nyari ayah baru buat kamu aja susah amat," gumam Nadia sembari mengelus perutnya.
"Tapi, mama akan usaha buat nyariin ayah baru buat kamu. Kamu doain mama ya nak," lanjutnya tersenyum penuh arti.
Drrrttt
Drrrttt
Ponsel Nadia bergetar, wanita itu pun langsung mengambil ponselnya yang ada di atas nakas.
"Bima," gumam Nadia dengan kening yang berkerut.
"Halo, Bim."
******
Di sisi lain.
Reza menata makanan yang diberikan Nadia kedalam piring dengan diawasi istrinya dari samping.
"Yakin gak mau dimakan? Spesial loh dibuatin untuk mas," ucap Alia menekan kata spesial.
"Aku belum terlalu kenal dengan dia, jadi masih ragu. Takutnya ada racun," ucap Reza membuat Alia tersenyum kecil.
"Yaudah kenalan sana," ucap Alia pura-pura ketus.
"Nanti ngambek," ledek Reza tertawa.
"Ish!"
__ADS_1
Cup.
"Udah jangan marah-marah," ucap Reza mengecup pipi Alia membuat wanita itu langsung memalingkan wajahnya.
"Aku kasih ini dulu sama security ya," ucap Reza. Alia pun mengangguk lalu duduk di kursi menunggu suaminya selesai berbagi.
Setelah selesai memberikan makanan dari Nadia, Reza kembali masuk dan berjalan ke arah istrinya.
"Renang yuk," ajak Reza.
"Mas aja, adek liatin aja ya," ucap Alia tak mau berenang.
"Oke."
Reza pun langsung mengganti pakaiannya, ia hanya akan menggunakan celana pendek saja untuk berenang, tanpa memakai baju.
Kini mereka berdua sudah berada di pinggir kolam renang, Alia yang memakai pakaian tidur dengan rambut yang di ikat pun memilih duduk di tepi kolam sembari memasukkan kakinya ke dalam air.
Hanya ada mereka berdua di sana, jadi Alia bisa membuka jilbabnya dan menemani sang suami berenang sembari menikmati segelas jus jeruk yang segar.
Reza sudah mulai berenang dari ujung ke ujung, sesekali laki-laki itu kepermukaan untuk mengambil nafas lalu kembali ke dalam air.
"Mas," rengek Alia saat Reza menarik-narik kakinya dari dalam air.
Reza pun langsung muncul ke permukaan dan memeluk kaki Alia hingga kepalanya bisa bersandar dipangkuan sang istri.
"Ih, celana adek basah." Bukannya merasa bersalah, laki-laki itu malah tertawa dan kini sudah menatap Alia.
"Ayo berenang," ajak Reza menarik pelan kaki istrinya itu.
"Gak mau, adek gak mau berenang mas." Namun, penolakan Alia tak didengarkan oleh suaminya itu. Dengan perlahan Reza menarik istrinya itu hingga ikut masuk ke air.
Reza pun kembali tertawa lalu melepas ikat rambut Alia dan menenggelamkan dirinya bersama sang istri.
Beberapa detik kemudian, mereka kembali ke permukaan.
"Nakal," ucap Alia mencubit pipi suaminya.
"Habisnya udah dibujuk-bujuk berenang tetap gak mau," sahut Reza memeluk istrinya dengan manja.
"Mas, ngapain kita peluk-peluk di air. Berenang aja, jangan peluk-peluk," ucap Alia grogi dan juga merinding.
"Dingin," ucap Reza. Kini mereka sudah di tepi dengan Alia yang bersandar di dinding kolam.
"Yaudah, ayo kita naik. Nanti mas demam loh," bujuk Alia mengelus rambut suaminya.
Sensasinya sangatlah berbeda. Jantung Alia berdetak sangat kencang karena Reza belum mau melepaskan pelukannya.
"Gak mau," rengek Reza manja.
"Ih, yaudah jangan kekgini." Sumpah, Alia benar-benar salah tingkah. Apalagi sang suaminya sesekali mencium lehernya.
"Alia," panggil Reza lalu menatap mata istrinya. Pelukan masih saja erat dengan wajah mereka yang sangat dekat.
"Iya mas," jawab Alia benar-benar grogi.
Tatapan Alia tak lepas dari mata suaminya yang menatapnya dalam. Wajah Reza perlahan semakin mendekat membuat Alia menahan nafasnya.
"Bernafas Alia, mau mati ya?" Alia langsung bernafas membuat suaminya tersenyum lucu.
__ADS_1
Reza pun kembali mendekatkan wajahnya membuat Alia menutup matanya.
Hahahahaha
Tawa Reza pecah lalu melepaskan pelukannya, Alia pun langsung membuka matanya.
"Pengen di cium ya?" ledek Reza membuat Alia kesal. Benar-benar menguji iman, batin Alia.
"Ih, awas yah mas. Adek pukulin," ucap Alia berenang mengejar sang suami.
"Oke-oke, aku ngalah." Mereka kembali menepi. Alia langsung memukul bahu suaminya dengan keras.
"Sakit, sayang." Pipi Alia kembali memerah lalu memukul bahu Reza dengan pelan.
Reza pun kembali menarik Alia kedalam pelukannya.
"Mata kamu cantik," puji Reza mencium mata Alia yang langsung terpejam saat suaminya itu mendekatkan wajahnya.
"Mas, geli." Alia kegelian saat Reza mencium pipinya berkali-kali.
"Tapi suka kan?" tanya Reza membuat sang istri tertawa kecil lalu mengangguk.
Cup.
"Kalau ini, suka gak?" tanya Reza setelah mengecup singkat bibir Alia.
Sontak Alia pun terbelalak kaget dan memegang bibirnya.
Cup
Cup
Cup
"Suka gak?" tanya Reza kembali mengecup bibir Alia beberapa kali.
Alia pun mengangguk sembari memegang bibir merahnya, membuat Reza tersenyum senang.
"Lagi?" tanya Reza.
Dengan malu-malu, Alia mengangguk. Reza pun langsung mencium bibir sang istri dengan waktu yang lebih lama dari sebelumnya, lalu kembali melepaskan dan mencium lagi dengan waktu yang lebih lama lagi.
Pelan-pelan saja, begitulah konsepnya.
_
_
_
_
_
Ulu-ulu, imut na. Pengen ikut berenang juga deh 😭😂
Ada yang mau ikut berenang bareng mereka🙂🤭
Jangan lupa like, komen dan juga votenya agar author semakin semangat untuk update nya ❤️
__ADS_1
tbc.