
Setelah selesai shalat Dzuhur, sesuai janji, Reza pun menemani Alia ke kota untuk mencari buah tangan.
Dengan naik taksi, mereka pun melaju menuju kota yang ramai penuh dengan berbagai macam oleh-oleh.
"Kira-kira kita beli apa ya, mas?" tanya Alia menikmati pemandangan kota dari mobil.
"Eum, kerajinan, makanan khas sini," jawab Reza fokus pada ponselnya membalas pesan teman-temannya yang mengatakan jam 8 malam keluar nongkrongnya.
"Iya, bagus juga itu. Hm semoga gampang ya nyarinya, soalnya panas banget cuacanya, gak sanggup keluar lama-lama," ucap Alia pelan.
Reza pun hanya menjawab 'hm' saja sambil terus berbalas pesan dengan teman-temannya.
Mereka meminta pergi jam 8 dan pulang larut, itu sama sekali tak di setujui oleh Reza karena ia tak mungkin meninggalkan Alia sendirian.
Kecuali, mungkin ini sekarang di rumah, boleh saja Reza pulang larut. Hanya saja, Reza sedang berada di kota orang dan membawa istri. Bisa berabe nanti urusannya.
"Mas, udah nyampek." Reza langsung memperhatikan sekitarnya, tenyata mereka sudah sampai di pusat perbelanjaan oleh-oleh.
"Yaudah, ayo turun," ucap Reza keluar dari taksi lalu membayar ongkos mereka.
"Mas kok dari tadi fokus sama hp aja? Sibuk ya? Ada kerja ya? Kalau sibuk, mas pulang aja. Biarin adek sendiri yang belanja," ucap Alia pergi meninggalkan Reza yang masih membalas pesan dari temannya.
Reza pun menyimpan ponselnya di saku celana lalu menyusul istrinya.
"Jangan ngambek, aku minta maaf." Reza langsung menggenggam tangan Alia dan ikut masuk ke pusat perbelanjaan oleh-oleh.
******
Di sisi lain.
Bima kini tengah duduk di balkon kamar sembari memainkan ponselnya dan sesekali tersenyum kecil.
"Hai," sapa Bima setelah panggilan darinya tersambung dengan si penerima.
"......"
"Udah siap untuk nanti malam?" tanya Bima mengetuk-ngetuk meja dengan jari-jarinya.
"......"
"Jam 8, nanti datang aja ke penginapan gue."
"......."
"Gak usah khawatir, itu semua urusan gue. Yang penting lo datang dan jangan lupa dandan yang cantik ya," ucap Bima menutup matanya menikmati hembusan angin di siang hari.
"......"
"Iya, gue tau lo cantik kok. Tapi, kan kalau dandan pasti makin cantik deh. Gue yakin, Reza gak bakalan tahan lihat lo," ucap Bima terkekeh.
"......"
"Oke, obat tidurnya juga udah gue beli. Pokoknya semuanya udah beres, tinggal jalanin dan nikmatin hasilnya."
"......"
Braakk!
"Siapa?" tanya Bima saat mendengar suara seseorang menabrak sesuatu dari luar kamarnya.
Bima pun memutuskan panggilan lalu berjalan ke arah pintu kamarnya yang tak di tutup sedari tadi
__ADS_1
Meow.
Ternyata seekor kucing yang membuat tong sampah di depan kamar Bima jatuh. Untung tong sampah itu bersih, jadi tak ada sampah kering yang berserakan.
Melihat itu, Bima kembali masuk ke kamarnya dan mengunci pintunya agar tak ada yang bisa mendengar percakapan ataupun melihat kegiatannya di kamar.
Meow.
Kucing itu kembali bersuara saat dua tangan mengangkatnya dan membawanya dari dekat tong sampah.
*****
Di sisi lain, Reza dan Alia masih berkutat dengan oleh-oleh yang akan mereka beli. Sudah ada beberapa makanan khas yang di beli, hanya tinggal membeli kerajinan khas saja.
"Sayang, kue ini kayaknya enak deh." Pipi Alia merona saat Reza memanggilnya sayang di depan umum.
"Mas mau?" tanya Alia mengambil kue yang ada di dalam kotak itu.
"Mau," jawab Reza.
Alia pun mengambil 3 kotak kue itu lalu membayarnya. Tentu uang yang ia gunakan itu adalah uang suaminya, bahkan, dompet Reza kini sudah ada di tangan Alia.
Itu karena Reza yang memberikannya.
"Sayang, topi ini cantik deh. Bagus buat foto-foto di pantai nanti," ucap Reza menyentuh topi yang ia maksud. Alia pun hanya tertawa saja lalu mengambil apa yang diinginkan suaminya.
"Nanti sore kita foto-foto," lanjut Reza setelah topi itu di bayar.
"Pakai sendal couple yuk," ajak Reza menarik tangan Alia masuk ke toko sendal.
Ini mah bukan nyari oleh-oleh, tapi nyari keperluan sendiri.
Tapi, Alia tetap mengikuti suaminya kemanapun ia di bawa.
"Bagus," jawab Alia suka.
"Nanti foto di pantai nya pakai sepatu couple atau sendal couple ya?" tanya Reza.
"Terserah mas aja, adek mah ikut aja."
"Hm, pakai yang mana ya."
Setelah berpikir lama, akhirnya Reza mengambil dua-duanya. Baik itu sepatu maupun sendal.
Setelah berbelanja oleh-oleh dan juga kebutuhan masing-masing. Kini kedua insan itu mampir di warung bakso.
"Adek mau bakso mercon sama es jeruk ya, mas." Reza pun mengangguk dan memesankan pesanan istrinya dan juga pesanannya.
Setelah pesanan datang, keduanya pun langsung menyantap sembari mengobrol.
"Oh ya, nanti malam aku mau keluar sama temen," ucap Reza.
"Kemana?" tanya Alia.
"Entah, katanya sih nongkrong. Udah di tolak sih, cuma mereka tetap kekeuh aku harus ikut," jawab Reza.
"Tapi jangan pulang larut malam yah. Jangan gabung sama cewek-cewek," ucap Alia memperingati.
"Iya, sayang." Lagi, pipi Alia kembali memerah merona. Entah sudah berapa kali Reza terus memanggilnya sayang.
*****
__ADS_1
Sore harinya.
Alia dan Reza sudah bersiap-siap untuk ke pantai. Kali ini, Reza mengajak Alia ke sisi yang jauh dari penginapan agar teman-temannya tak melihat.
Tempat yang Reza tuju memang sering digunakan untuk berfoto-foto.
Dengan memakai baju couple yang di beli tadi di kota dan juga sepatu couple, keduanya siap berfoto.
Reza pun tak lupa menyewa tukang foto yang ada di sekitar situ, hanya saja harus menggunakan kamera milik Reza.
"Udah cantik gak mas?" tanya Alia terus merapikan jilbabnya yang senada dengan gamisnya.
"Udah, malahan cantik banget." Alia tersipu malu mendengar jawaban suaminya itu lalu memeluk Reza dengan gemas.
"Adek gak pandai foto, gak bisa gaya," ucap Alia mengerucutkan bibirnya lucu. Reza pun langsung mengecup bibir Alia singkat lalu mengelus kepala istrinya itu.
"Santai aja, kan ada aku di sini."
"Oke mas, mbak. Langsung dimulai?" tanya pemotret.
"Mulai mas," jawab Reza.
Mas-mas tukang foto pun mengangguk dan mulai memotret suami-istri itu dengan berbagai gaya dan juga background yang berbeda.
Seusai berfoto. Reza pun membayar mas-mas tukang foto lalu kini duduk di samping Alia sembari memeriksa hasil foto tadi.
"Wah, cantik." Alia sangat suka dengan hasil fotonya.
"Itu karena kamunya cantik," sahut Reza membuat Alia langsung mencubit lengan suaminya itu.
"Beneran loh," lanjutnya mengelus-elus bekas cubitan Alia.
"Mas juga ganteng di sini," ucap Alia bergantian memuji suaminya.
"Cuma di situ aja?" tanya Reza.
Alia pun tertawa kecil lalu menatap suaminya yang tampan itu.
"Baik itu di dalam foto ataupun di kehidupan nyata, mas itu tetap ganteng. Terganteng kedua setelah ayah adek," ucap Alia tersenyum manis.
Mendengar itu, Reza hanya tersenyum saja lalu mencubit gemas pipi istrinya.
"Mau pentol?"
_
_
_
_
_
_
_
Ada yang mau pentol? tuh di tawarin sama mas Reza 🤭
jangan lupa like, komen dan juga votenya yah❤️
__ADS_1
tbc.