Jatuh Cinta Pada Istriku Sendiri

Jatuh Cinta Pada Istriku Sendiri
Bab 42. Memberitahu semua orang.


__ADS_3

Brakk!


Reza terkejut melihat respon teman-temannya yang tiba-tiba saja menggebrak meja.


"Ulangi sekali lagi!" ucap Aldo. Bahkan laki-laki itu sampai berdiri karena kaget.


"Gue udah nikah," ucap Reza tenang.


"Lo ngehamilin anak orang?" tanya teman-temannya serentak. Reza pun mengedarkan pandangannya dimana para mahasiswa yang ada di kantin mulai memperhatikan mereka.


"Jawab Reza! Lo ngehamilin anak orang atau gimana? Kenapa Lo nikah diam-diam?" desak teman-temannya. Reza tersenyum kecil membuat para temannya bingung.


"Gue dijodohin sama ortu dan pernikahan itu sengaja gue rahasiain karena gue belum siap dengan status gue. Tapi, karena gue sekarang udah siap dan juga udah mantap dengan pernikahan gue, makanya gue jujur sama kalian mengenai pernikahan gue." Jelas Reza lagi-lagi bersikap dengan tenang.


"Wah, Lo jahat bener deh. Padahal kan kita juga mau makan rendang," sahut mereka tampak kecewa.


"Terus, istri lo yang mana? Kuliah di sini atau udah kerja?" tanya Rian penasaran.


"Istri gue kuliah di sini," jawab Reza.


"Siapa?" tanya teman-temannya serentak. Hanya Bima yang tampak diam dan tak merespon keadaan.


Reza pun berdiri lalu mengencangkan suaranya.


"Istri gue adalah Alia Mayasyifa, anak fakultas pertanian, jurusan agribisnis!" teriak Reza yang tentunya dapat di dengar oleh semua pengunjung kantin.


Setelah pengumuman itu, sontak nama Alia mulai menjadi perbincangan. Banyak mahasiswa dari fakultas lain yang datang hanya ingin melihat siapa itu Alia yang bisa memikat hati Reza Heryansyah.


******


"Argghhh!" teriak Bima melempar semua yang ada di atas meja belajarnya. Setelah pengumuman Reza di kantin tadi, ia langsung pulang dengan alasan tidak enak badan.


"Lo jangan main-main sama gue, Za! Gue bakalan buat lo menderita!" teriak Bima benar-benar membuat kamarnya berantakan.


"Gue bakalan tetap berusaha dapetin Alia! Kalau gue gak bisa dapetin Alia, maka Lo maupun laki-laki lain juga gak bakalan bisa dapetin dia!" lanjut Bima mengacak-acak rambutnya.


"Jangan pernah macam-macam sama gue," bisik Bima pelan lalu tersenyum menyeringai.


Di sisi lain.


"Bang, lo kok malah teriak tadi? Kan kita cuma mau ngasih tau sama temen-temen aja, bukan seisi kampus," tanya Doni bingung.


"Setelah gue pikir-pikir, ada bagusnya kalau seisi kampus tau siapa istri gue, Don. Dengan begitu, kita bisa melancarkan rencana kita," jelas Reza semakin membuat Doni bingung.


"Maksudnya, bang?" Tanya Doni menatap sang lawan bicara yang tengah fokus menyetir.


Reza pun tersenyum licik lalu mengatakan rencana yang sudah ia susun rapi. Ia yakin, rencana itu akan berhasil.


Mendengar rencana dari temannya itu, Doni langsung bertepuk tangan karena tak pernah terpikirkan sebelumnya menggunakan trik licik seperti itu.


"Lo mau dia di penjara untuk waktu yang lama kan?" tanya Reza.


"Iya bang."

__ADS_1


"Maka dari itu, kita wujudkan keinginan lo dengan rencana ini."


*****


Setelah mengantar Doni sampai di rumah, Reza pun kini sudah sampai juga di rumahnya bersama dengan Alia.


"Assalamualaikum," ucap Reza memberi salam lalu menyalim ibu mertuanya yang kebetulan ada di ruang depan.


"Wa'alaikumusalam warohmatullahi wabarakatuh, udah pulang?" sahut Bu Sasmi.


"Iya Bu, Alia udah pulang?" tanya Reza. Tadi di parkiran ia melihat mobil yang dinaiki Alia ada di sana.


"Udah tuh, barusan pulang." Reza pun mengangguk dan pamit naik ke atas.


Sesampainya ia di kamar, sudah ada Alia yang menunggunya dengan wajah sangar.


"Assalamualaikum, sayang." Reza langsung mengecup bibir istrinya lalu mengacak-acak rambut halus Alia.


"Wa'alaikumusalam warohmatullahi wabarakatuh," jawab Alia masih dengan wajah sangar nya.


"Istri mas keliatannya lagi marah nih," ledek Reza mencubit pipi Alia gemas.


"Apa maksudnya mas teriak di kantin dan bilang kalau adek ini istrinya mas?" tanya Alia tak menanggapi ledekan suaminya.


"Gak ada maksud apa-apa, cuma mau bilang sama laki-laki lain kalau kamu udah ada yang punya, yaitu mas." Reza menjawab dengan santai sembari meletakkan tas nya lalu membuka sepatunya dan meletakkan di rak.


"Tapi gak gitu juga, mas. Tadi adek dikerumuni banyak orang. Malas banget pas mereka nanya-nanya," ucap Alia dengan ekspresi cemberut. Sudah tak ada lagi wajah sangar yang ia tampilkan saat menyambut sang suami.


Sebenarnya, Alia senang saat suaminya mengakuinya sebagai seorang istri. Hanya saja, ia kesal dengan orang-orang yang kepo dan julid padanya.


"Kesayangannya mas, sini mas peluk." Alia pun menghentakkan kedua kakinya di lantai sembari mengerucutkan bibirnya, tanda bahwa ia masih merajuk, lalu berjalan ke arah suaminya dan memeluk laki-laki itu.


"Jangan marah ya, maaf kalau apa yang mas lakuin itu salah di mata kamu, tapi mas sungguh-sungguh kok ngakuin kamu istrinya mas." Ucap Reza sesekali mencium pucuk kepala Alia.


"Hm, iya deh."


"Udah gak marah lagi kan?" tanya Reza saat Alia melepaskan pelukan.


"Hm,"jawab Alia sembari menggeleng.


"Kalau masalah yang dulu, masih marah?" tanya Reza. Setiap Alia bersikap manis padanya, ia selalu menanyakan kesalahannya yang dulu.


"Eum, gak tau." Reza menanggapi jawaban itu dengan senyuman saja. Ia tak akan memaksakan kehendaknya pada Alia. Biarlah waktu dan juga perjuangannya yang membuat Alia menjadi luluh dengan sempurna.


"Mas udah makan? Mau adek siapin?" tanya Alia mengalihkan pembicaraan.


"Tadi cuma makan makanan ringan, boleh deh disiapin sama istri mas yang cantik ini," jawab Reza sembari mencolek dagu Alia.


"Ih, mas kok nyolek-nyolek. Udah kayak om-om aja deh," ucap Alia membuat Reza tertawa kecil.


"Habisnya istri mas cantik banget, gak tahan kalau gak megang," sahut Reza.


"Dah ah, adek mau siapin makanan. Mas ganti baju dulu," ucap Alia langsung pergi meninggalkan suaminya. Ia takut di goda lagi dan akan membuatnya menjadi salah tingkah.

__ADS_1


Sepeninggalan Alia, Reza pun masuk ke kamar mandi, memandangi dirinya sendiri di depan cermin.


Perubahan sikapnya dari ketus, sombong menjadi lembut dan manis ini semua benar-benar diluar dugaannya.


Semua karena Alia. Wanita itu membawa pengaruh baik untuknya.


Setelah membersihkan diri, Reza pun langsung memakai pakaiannya. Tak lupa juga ia memakai handbody.


Menyinggung handbody, ia masih ingat ketika Alia pertama kali ingin menyalami nya saat mereka baru saja selesai ijab qobul. Reza berpikir jika handbody Alia itu murahan dan abal-abal, sedangkan miliknya mahal dan ORI.


Ada-ada aja tingkahnya dulu.


Setelah selesai memakai handbody agar tubuhnya wangi dan lembut, Reza pun keluar dari ruang ganti. Sebelum kaki melangkah keluar kamar, tiba-tiba saja ponsel laki-laki itu berbunyi.


Laki-laki itu langsung kembali ke arah nakas lalu melihat siapa yang menelepon.


"Iya Don?"


"......."


"Berita apa?" tanya Reza saat Doni mengatakan ada berita baru.


"......."


"Apa?"


_


_


_


_


_


_


_


Ada yang rindu sama author? wkwkwkwk.


maaf yah baru up, ini baru aja istirahat setelah turun dari kapal, terus ngejar-ngejar dosen, bulak-balek kampus, bersihin kos sendirian 😭 Pengen nangis capeknya.


Tapi, Alhamdulillah semua berjalan lancar.


Terimakasih sudah menunggu yah.


Selamat membaca.


Berita apa tuh?


Kira-kira rencana apa yah yang bisa membalaskan Bima? ada yang mau nebak?

__ADS_1


tbc.


__ADS_2