Jodohku Kades Muda

Jodohku Kades Muda
Makan Bersama Pegawai


__ADS_3

TOK ! TOK ! TOK !


Tias mengangkat pandangannya kearah pintu. " Ya ?"


" Permisi mbak." Sella membuka pintu sedikit sambil menatap Tias.


Tias mengangkat sebelah alisnya melihat tingkah Sella. " Ada apa Sel ?"


" Hm..., ini mbak. Kami udah selesai masak buat makan bersama." jawab Sella.


" Ya terus ? Dimakanlah, sana kalian nikmati bareng bareng. Kalau kurang buat lagi, sekalian buat untuk yang mau dibawa pulang juga nggak apa apa." Tias berucap dengan perasaan aneh karena Sella malah datang menghampirinya dari pada makan bersama dengan yang lainnya.


Sella menggaruk tengkuknya yang tidak terasa gatal. " Masalahnya mbak, kami semua mau makan bareng mbak. Sekalian pendekatan kata yang lain, tapi kalau mbak Tias masih banyak pekerjaan sih ya nggak apa apa. Biar saya bilang pelan pelan sama yang lainnya."


Tias tersenyum menahan tawa, sekarang ia baru tahu apa maksud kedatangan Sella ke ruangannya. Jadi mereka ingin makan bersama dengannya, hati Tias rasanya senang sekali mendengar itu. " Ya udah ayo."


" Mbak mau ? Nggak keberatan kan mbak ?" Sella bertanya tak menyangka, padahal tadi ia sudah bersiap siap untuk melihat Tias menolak ajakannya.


" Untuk apa keberatan ? Saya juga lagi laper, udah ayo kita ke sana." Tias berjalan duluan ke lantai dasar Cafe. Ia menggenggam tangan kirinya yang lagi lagi gemetar tanpa sebab. Namun hatinya tidak merasa seperti sebelumnya. Mungkin karena rasa senang yang melingkupinya sekarang ini hingga membuatnya melupakan ketakutannya.


" Woi ! Mbak Tias udah datang tuh !" teriak seorang pemuda yang Tias tahu namanya adalah Fahri.


Pegawai lainnya yang serentak menoleh kearah Tias. Mereka langsung tersenyum dan menyingkir ke samping untuk memperlihatkan deretan meja yang telah terisi berbagai macam makanan.


" Selamat menikmati mbak !" ucap mereka bersama.


Tias tertawa melihat itu. " Terima kasih, ayo kita makan sama sama sepuasnya. Kalau ada yang mau bawa pulang silahkan nanti masak lagi kalau kurang."


" Wah, makasih loh ya mbak. Saya pasti bantu abisin makanan di sini." ucap Abel yang setengah bergurau.

__ADS_1


" Huuuu ! Abel rakus !" sorak para pegawai lainnya.


" Udah udah, sekarang ayo kita langsung makan aja. Saya tahu kalian semua pasti udah pada kelaparan dari tadi. Tapi jangan lupa berdoa sesuai kepercayaannya masing masing ya." pinta Tias.


" Baik mbak !"


Sella dengan cekatan memberikan piring dan alat makan untuk Tias. " Mau saya ambilkan aja mbak ?"


" Nggak usah, saya mau menyicipi sedikit satu persatu masakan yang ada di meja. Kamu ambil makan juga sana." pinta Tias sembari mulai memilih satu persatu masakan yang akan dicobanya.


" Oke mbak." Sella melangkah pergi mengambil piring kosong untuknya.


" Mbak Tias nanti duduknya bareng ya mbak. Biar enak kita kenalannya." pinta Fahri.


" Abel ! Si Fahri modus sama bos !" Joko berteriak mengadu pada Abel yang tengah membuat minuman.


Mendengar itu, Abel segera membawa baskom plastik dan berjalan cepat menghampiri Fahri. " Nggak usah modus kau ya. Bos cuma boleh bareng sama kami cewek cewek. Nggak boleh bareng rombongan cowok apalagi bentukan cowoknya kayak kau itu."


Tias yang melihat itu terbengong sendiri sekaligus bingung. Kenapa mereka malah jadi bertengkar begini ? Apa Fahri itu pacarnya Abel dan menyangka kalau Tias itu mau merebutnya. Astaga, jangan sampailah itu terjadi. Karena Tias juga lihat lihat orang tentang memilih kekasih. Kalau bentukan orangnya itu semacam Fahri, Tias lebih baik mencari orang lainnya saja.


" Jangan heran mbak, mereka memang sering bertengkar kayak gitu. Tapi kalau udah masuk jam kerja mereka serius kok mbak. Nggak ada lagi main main kayak gitu." ucap Sella menjelaskan.


Syukurlah, setidaknya mereka profesional di sini. Tias hampir saja menduga hal buruk tentang mereka tadi. " Mereka pacaran ?"


" Nggak mbak cuma ya gitu. Sering berantem kayak anak anak. Ayo mbak kita duduk bareng yang lainnya." Sella mengambil gorengan dan kerupuk di dalam toples sembari mengajak Tias untuk ikut bersamanya.


Tias membawa piringnya dan berjalan mengikuti Sella ke meja yang penuh dengan dengan pegawai lainnya. Ternyata di sana baik perempuan maupun laki laki mereka makan bersama. Tidak seperti yang Abel ucapkan tadi.


" Selamat makan mbak Tias." ucap Retna yang melihat Tias bergabung di meja itu.

__ADS_1


" Selamat makan juga." Tias tersenyum dan mengambil tempat duduk di sebelah Sella. Kemudian mulai mencicipi makanannya sedikit demi sedikit. Sepertinya kalau ini dimakan bersama kerupuk pasti akan lebih enak.


Tias mengambil kerupuk di depannya namun tidak jadi. Karena ia melihat tatapan semua orang di meja itu malah mengarah kepadanya. " Ada apa ?" tanyanya.


" Em.., mbak Tias. Gimana masakannya mbak ? Enak atau ada yang kurang ?" tanya Agus yang memang menjadi salah satu juru masak di Cafe ini.


Tias terkekeh mendengarnya, jadi mereka menunggu komentar darinya sampai belum makan dari tadi. " Enak, nggak ada yang kurang kok. Pedas, asin, dan manisnya pas."


Agus tersenyum lebar setelahnya. Ia menepuk dadanya dengan tatapan bangga menatap teman temannya. " Aku yang masak mbak."


" Sama Retna juga kali Gus. Sombong kali sih, orang kerjaanmu cuma motongin bawang sama blender cabe." ucap Yusri yang juga termasuk tim pembuat memasak.


Sontak Agus langsung menjadi bahan tertawaan pegawai lainnya termasuk Tias. Mereka mengejek wajah penuh percaya diri Agus yang sekarang malah makan dengan lahap seperti pura pura tak mendengar. Tias menduga pasti saat ini Agus merasa malu.


" Udah Gus, masakan kamu enak kok." sindir Tias yang membuat Agus tertawa malu.


" Tapi karena aku yang bantu berarti aku juga yang masak kan ?" Agus bertanya tidak mau kalah. Karena di depan bosnya ia harus terlihat hebat dan rajin.


" Iyakan aja, biar dia bisa tenang." ucap Retna.


Yusri mengangguk setuju. " Semoga amal ibadahnya diterima sama yang maha kuasa."


" Heh ! Kalian kira aku mau mati ?!" Agus bertanya kesal kepada teman temannya. Mereka senang sekali mengejeknya di depan bos barunya itu.


" Si Agus malu nih ye ketahuan bos. Tenang Gus, masakan kamu enak kok. Aku aja sampai mau nambah lagi." ujar Sella yang malah membuat Agus semakin disudutkan oleh ejekkan teman temannya.


Agus menatap Sella penuh permohonan. " Udahlah mbak Sel, aku udah malu ini. Mana bos juga ikut ketawa lagi, kelihatan kali kalau aku ini jelek."


" Nggak apa apa Gus mereka cuma bercanda. Saya juga paham kok, jangan malu di depan saya." ucap Tias yang membuat Agus perlahan tersenyum percaya diri lagi.

__ADS_1


" Asik ! Dibelain bos !"


__ADS_2