
Vienna memainkan ponselnya untuk mengundang rasa kantuk.Karena kedua anaknya sudah terlelap,tapi dia sendiri masih belum juga bisa istirahat.
TOK TOK TOK
"Vien"
Seruan Ibunya menghentikan aktivitasnya,Vienna turun dari tempat tidur, membukakan pintu untuk Sang Ibu.
"Ya Bu..."
"Belum tidur ?"
Vienna menggeleng.
"Bapakmu ingin bicara"
"Oh... baiklah..."
Vienna mengikuti langkah Bu Yana setelah menutup pintu rapat-rapat.
"Duduk Vien"titah pak Baskoro,Vienna patuh.
"Vino dan Viviek sudah tidur?"
"Iya Pak.."
Pak Baskoro mengangguk.
"Kamu ada masalah sama suamimu?"tanya beliau to the points.
"Ah tidak Pak..."Vienna mengelak cepat.
"Jangan bohong...Aku Bapakmu Ndok"tegas Pak Baskoro.Vienna tertunduk tak mampu menyangkal lagi.
"Kenapa?"
"Mas Gunawan nikah lagi Pak"Vienna tak mampu mengangkat wajahnya.
"Loh kok bisa ?"sahut Bu Yana.
"Vienna juga baru tahu Bu, mereka sudah menikah 3 bulan dan sekarang istri nya sedang mengandung"
Bu Yana menatap suaminya yang terlihat tenang.
"Gimana ini Pak?"
"Lalu,apa niatanmu pulang kesini?"Sambung Pak Baskoro .
"Vienna tidak tahu Pak,Vienna bingung harus bagaimana ? Anak-anak yang Vienna pikirkan Pak"
Pak Baskoro manggut-manggut tanpa komentar.
"Gunawan sendiri gimana menyikapinya Vien?"tanya Bu Yana .
"Dia...dia hanya bisa minta maaf Bu,mau gimana lagi ?Dia ngaku kalau salah,tapi dia tidak bisa menceraikan istri keduanya itu "
Bu Yana meninju pangkal pahanya.
__ADS_1
"Kalau tidak ada dua cucuku itu, lebih baik kamu pulang saja kesini Vien.Ibu nggak terima kamu diperlakukan seperti itu "
Vienna semakin tertunduk mendalam, air matanya meleleh.
"Dalam hukum Islam, seorang suami boleh menikahi lebih dari satu wanita. Asal dia bisa berbuat adil dan istri pertama meridhoi .Allah juga menjamin surga untuk seorang istri yang ikhlas dimadu, tapi kalau kamu nggak kuat? percayalah Allah maha mengampuni segala dosa-dosa hambanya"
Vienna mengangguk mengerti.
"Jadi sekarang ceritanya Kakak dimadu"Tiba-tiba adik lelaki Vienna yang bernama Yuda menimpali.Ia duduk di kursi kosong sebelah Pak Baskoro .
"Yuda...jangan asal jiplak gitu toh kalau ngomong"tukas Bu Yana
"Aku cuma mau ngasih saran ya Kak ,,Kakak nggak boleh cerai sampai kakak membalas sikap Mas Gunawan sama kakak"
"Loh kamu kok ngomong gitu Yud"Bu Yana kurang suka dengan pemikiran anak bungsu nya.
"Terus apa Mbak Vienna harus diam aja gitu Bu diperlakukan secara nggak adil kayak gitu. Mustahil Mas Gunawan adil ,gak mungkin lah"
"Jangan ngomong gitu Yud "sanggah Pak Baskoro .
"Gimana Mbak ,,,setuju nggak sama ucapan aku?"Yuda tetap tidak perduli dengan komplain dari kedua orangtuanya.
"Entahlah Yud...Mbak sendiri bingung harus gimana ?? Bertahan sakit,menyerah??Mbak nggak tega sama anak-anak "
"Mbak coba bertahan dulu,, ikuti permainan mereka .Buat mereka merasakan sakit yang Mbak rasakan sekarang .Bukan mau balas dendam sih, cuma sebagai pelajaran sama Mas Gunawan dan perempuan itu jangan sok-sokan menyakiti hati orang"
"Terus rencana mu opo toh leh?"Bu Yana bertanya.
"Mbak Vienna harus tenang seolah-olah Mbak udah nggak ngerasain apa-apa. Meskipun sejujurnya hati Mbak hancur,aku yakin deh Mas Gunawan akan tersiksa sendiri dengan sikapnya Mbak Vienna.Apalagi si pelakor itu, kalau Mbak menunjuk kan perasaan Mbak yang hancur? Pelakor itu akan senang dan dengan mudah menumbangkan Mbak"
"Ya nggak lah Yud"
"Tapi Mas Gunawan udah terlanjur nikah lagi kan ?jadi Mbak harus main cantik Mbak bersikap biasa aja ,slow gitu .Jangan sampai orang bisa membaca pikiran Mbak dengan mudah.Mas Gunawan Nggak mungkin menceraikan istrinya dalam keadaan hamil jadi Mbak harus membuat pelakor itu yang minta cerai"
"Ibu setuju "Timpal Bu Yana .
"Kamu tahu sama istri kedua suamimu?"tanya Pak Baskoro ,Vienna mengangguk ragu.
"Siapa Vien?"Bu Yana cepat bertanya.
"Norma Bu"
"Norma ??Norma anak pak Ijen??"
Vienna mengangguk membenarkan.
"Pantes dia lama sekali nggak kelihatan, terus dia kan masuk kuliah kayaknya. Katanya dia kuliah ke luar kota Terus kerja juga disana.Sekarang buka usaha gitu"
"Apa dia nggak tahu kalau Mas Gunawan suami Mbak?"tanya Yuda,Vienna diam seribu bahasa.
"Pasti dia tahu"Terka Yuda cepat.
Bu Yana planga-plongo kebingungan.
"Maksud Yuda dia sengaja merebut suami Mbakmu?"
"Sepertinya Bu"
__ADS_1
"Kok gitu sih Norma, kalian kan temenan Ya Vien dari sekolah dasar . Tapi kok Norma bisa gitu?"
"Entahlah Bu.."Vienna tidak mau banyak cerita tentang Norma.
"Ya sudah..kamu istirahat aja dulu Ndok..Jangan terlalu dipikirkan, kami sebagai orang tua mu.Akan mendukung apapun keputusan mu"celah Pak Baskoro .
"Jangan cerai Vien, sebelum kau memberikan pelajaran sama mereka "tambah Bu Yana semangat.Yuda cekikikan melihat reaksi ibunya.Sedangkan Vienna hanya tersenyum tipis.
*
*
Vienna menatap lekat dua wajah polos anaknya.Kata-kata Yuda terngiang-ngiang selalu.Apa yang dikatakan adiknya tidak lah salah?Vienna merasa harus mempertahankan kedudukannya sebagai istri Gunawan .
Norma tidak boleh mencapai tujuannya dengan mudah.Karena Vienna tahu, tujuan Norma adalah membuat Vienna menderita.Tapi setelah melihat wajah kedua anaknya,tidak akan Vienna biarkan Norma menghancurkan kebahagiaan mereka.Justru Vienna akan membuat Normalah yang jatuh dalam jebakan yang ia ciptakan.
Vienna mengangguk setuju dengan monolog hatinya.Ia akan mempertahankan singasananya.Apalagi sikap Gunawan masih tetap baik ,jadi pasti semua akan mudah.
Oh tidak...saat ini Vienna sedang membiarkan Singgasana nya kosong.Norma pasti akan leluasa datang ke istana nya.Apalagi Mas Gunawan mencintai nya, pasti akan melakukan apapun untuk membahagiakan Norma.
"Besok aku harus pulang,aku tidak boleh meninggalkan Singgasana ku lama-lama "
TRING...
Sebuah pesan muncul.Dari Gunawan ..Vienna memilih untuk langsung bicara.
"Hallo"Gunawan rupanya refleks mengangkat telepon dari Vienna .
"Ada dimana Mas?"
"Emm di..."
"Rumah ??" potong Vienna
"Bukan sayang..Kamu belum tidur sayang ?"
"Jangan bahas hal lain Mas,kamu di rumah Norma sekarang ?"
"I-i-iya sayang "Gunawan gugup,ia menoleh ke dalam kamar,Norma masih pulas tertidur.
"Jemput aku besok Mas"
"Hah??"Gunawan terkejut tak percaya.
"Jemput aku besok, bersikap lah biasa"
"Ba-ba-baik sayang...aku akan berangkat sepagi mungkin,agar kita bisa sarapan bersama di rumah mu"
"Ok !!aku tunggu "
"Iya sayang... sampai jumpa besok,I LOVE YOU "
Vienna mematikan sambungan tanpa membalas ucapan sayang suaminya.Helaan nafas memantapkan hatinya untuk berjuang melawan Norma mulai sekarang.
*
Gunawan mondar-mandir di kamar tempat ia berbagi kasih dengan Norma.Jam dinding masih menunjukkan angka 1.Tapi Gunawan sudah tidak sabar menunggu pagi,ia pun bergegas berangkat saat itu juga tanpa pamit kepada Norma.Karena jika ia pamit, pasti Norma tidak akan setuju.
__ADS_1