
Lion baru saja menutup pintu kamar Vienna , tiba-tiba LiLa menghampiri dengan membawa nampan dan secangkir kopi.
"Den kopi nya"LiLa menghiasi bibirnya dengan senyuman termanis.Lion tercengang melihat penampilan LiLa yang sangat **** dengan gaun tidur yang hampir telanjang.
"Aku tidak ngopi dulu malam ini,aku ingin tidur"jawab Lion,ia mengusap wajahnya sambil ber- istighfar.LiLa nampak kecewa Menatap punggung Lion yang pergi meninggalkannya.
"Ohya LiLa..."
LiLa tersenyum senang majikannya memanggil lagi,ia berbalik.
"Tolong kalau mau menemui ku,pakai baju yang sopan"
"Ma-maaf Den...tadi saya sudah mau tidur saat Aden datang "LiLa memberikan alasan.
"Kalau begitu biar Ibu kamu yang mengantar "ketus Lion,ia masuk ke dalam kamar nya yang bersebelahan dengan kamar Vienna .LiLe menggerutu kesal,ia membawa kembali kopi itu.Vienna membuka sedikit pintu kamarnya,ia mengintip apa yang terjadi di luar kamar.Kepalanya menggeleng-geleng Pelan melihat LiLa berjalan gontai menuruni anak tangga.
*
Gunawan meraup wajahnya berkali-kali, ia bingung harus bagaimana sekarang.Vienna sudah pergi, entah kenapa hatinya terasa kosong ?Apa lagi setelah melihat Lion lah yang membawa pergi istrinya.Tiba-tiba ada rasa sesal menghantui nya.
Bunyi telfon yang memunculkan nama Norma tidak ia hiraukan.Ia ingin sekali menyusul Vienna ,tapi Gunawan tidak tahu kemana Vienna pergi ?Kalau ia pulang ke rumah orang tuanya, tidak mungkin ia bisa cepat sampai.Butuh beberapa Jam menuju kampung Vienna .Kalau ia bertanya sekarang ?pasti akan menciptakan keributan di sana.
Kalau ternyata Vienna justru ikut pria itu ke rumah nya??Ah...Gunawan memukul udara kosong.Ia geram sekali kepada dirinya sendiri.Kenapa ia begitu bodoh membiarkan Vienna pergi ??Padahal ia hanya ingin Vienna menyadari kesalahannya dan meminta maaf kepada nya.Gunawan juga ingin Vienna berhenti menyudutkan dirinya, karena dia juga memiliki kesalahan yang sama.
Tapi ternyata,semua terjadi tak sesuai harapan Gunawan .Vienna justru kekeh bahwa ia tidak bersalah,malah memilih pergi dari rumah dengan di jemput oleh pria itu.Apakah itu yang namanya tidak ada hubungan apa-apa ??Kenapa harus pria itu yang datang menjemput nya??
AH....Gunawan meremas rambutnya sendiri, kepalanya hampir meledak memikirkan itu semua.
*
"Kenapa nggak diangkat sih?"Norma menggerutu sendiri,ia memeluk bantal sambil terus mencoba menghubungi Gunawan .
"Apa yang terjadi disana?? jangan-jangan Mas Gunawan ketiduran lagi habis in-***-in-***-an sama Vienna ???Huh... pakai pelet apa sih dia?? gampang banget naklukin hati Gunawan"
Norma menghela nafas panjang...
"Hemmm tadi Lion ganteng banget,dia sempat liatin aku.."Norma tersenyum sendiri"Apa dia nggak kangen ya sama aku??hemmm CK..kenapa harus ketemuan sama Vienna sih?? meskipun aku diuntungkan dalam kejadian tadi,tapi hatiku sakit melihat mereka berdua-duaan begitu.Apalagi tatapan Lion kepada Vienna tuh lain... seperti ada perasaan terpendam..Apa benar mereka merajut kasih kembali ??"
Vienna menghela nafas panjang
"Kalau Vienna jadian lagi sama Lion,kok aku ngerasa seperti mempermulus jalan mereka ya untuk bersama...Aduh kok malah jadi gini sih,Aku yang sok pintar?atau memang Vienna pintar menyesuaikan keadaan ?? Nggak -Nggak... ini nggak boleh!!Balas dendam ku bertujuan untuk membuat Vienna menderita,bukan malah membuat dia semakin bahagia nantinya kalau bersama Lion.Aku nggak akan membuat itu semua mudah untuk Vienna "Norma menatap tajam ke satu titik,ia mulai memikirkan sebuah rencana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Tok tok tok tok tok...
"Vien...kamu sudah bangun"seru Lion dari luar kamar Vienna .
CEKLEK
Daun pintu terbuka lebar,Lion terpana melihat kecantikan Vienna yang begitu alami.Ia sampai tak berkedip melihat ciptaan Tuhan yang satu ini.
"Kenapa Lion??"tanya Vienna
"Ah...tidak...kau sangat cantik sekali"
Vienna tersipu malu...Ia melengos masuk ke dalam kamar.
"Eh tunggu!!"
Lion mencegah Vienna masuk.
"Apa Vino sudah siap??"
"Sudah..."
"Ya udah,ayo kita turun untuk sarapan"
Mbok Saripah dan putrinya menyiapkan sarapan pagi.LiLa memasang wajah masam begitu menyaksikan betapa Lion sangat perhatian kepada wanita itu.Vienna hanya tersenyum simpul.
"Vien... nanti setelah aku pulang,kita langsung belanja keperluan kamu ya"
"Ah nggak usah,aku mau jemput barang-barang ku Lion"
"Kalau kamu ditahan sama Gunawan gimana ?"ada kecemasan di raut wajah Lion.
"Kamu tenang aja,,,,"
"Aku tidak bisa tenang,kamu tunggu aku pulang dulu ya"
"Nggak usah, sebentar lagi suamiku akan berangkat kerja.Jadi di rumah pasti sepi "
LiLa menakup mulutnya,ia kaget begitu tahu kalau Vienna ternyata istri orang.
"Ibu mertuamu??"
"Aku tidak yakin dia ada disana, kemungkinan beliau sudah pulang.Karena Ibu tidak bisa meninggalkan rumahnya terlalu lama.Dia mempunyai banyak hewan peliharaan"
__ADS_1
Lion manggut-manggut...
"Kamu janji akan kembali kesini lagi kan?"Lion menggenggam tangan Vienna dengan lembut,Vienna tersenyum sambil mengangguk yakin.
Tetiba ponsel Vienna berdering, membuak Lion menarik tangannya cepat.Vienna mulai cemas karena itu telfon dari Ibunya.
"Assalamualaikum Bu.."
"Vien...kamu dimana Nak??"
"Ibu...ada apa?"
"Ini Gunawan datang kesini mencari kamu,kamu pergi kemana Nak??"
"Emmm Vienna di rumah teman Bu "
"Kenapa kamu disana??kenapa kamu tidak pulang kesini?"Bu Yana terdengar sangat khawatir.
"Emmm Vienna harus banyak yang di urus Bu...jadi Vienna harus disini dulu.Kalau Vienna di kampung,akan susah nanti ngurus nya"
Bu Yana terdiam,ia paham apa maksud dari kalimat putrinya.
"Hallo Vien..."
Tiba-tiba terdengar suara Gunawan dari seberang, rupanya dia mengambil alih ponsel milik Ibunya.
"Vien kamu dimana ?aku mau jemput kamu sekarang"
"Nggak perlu Mas,bukankah ini yang kamu inginkan Mas.Sekarang aku akan membuat mu terlepas dari dua wanita,aku akan mengalah Mas"
"Tidak Vien,aku tidak akan pernah menceraikan mu.. selamanya"
"Aku yang akan menuntut cerai Mas..."
"Tidak...kamu tidak bisa melakukan itu,kamu bisa ku tuntut balik Vien dengan kasus perselingkuhan.Maka tuntutan mu tidak akan dikabulkan"
"Kau punya bukti apa Mas kalau aku selingkuh ??tapi kalau kamu,sudah banyak sekali buktinya.Termasuk anak yang dikandung oleh Norma"
"Kau jangan lupa Vien,,,aku punya foto kamu berdua dengan pria itu"
Vienna tersenyum miring..
"Apakah foto aku berciuman ???itu hanya foto duduk berdua Mas..apa bisa menjadi bukti ?? apalagi di tempat umum,satu sekolah akan ku jadikan saksi jika aku tidak berbuat apapun dengan Lion"
__ADS_1
Gunawan tercekat,ia lupa akan satu hal.Vienna wanita yang cerdas,dia seorang yang piawai mengenai hukum.Karena ia pernah mengikuti jurusan hukum.Meskipun semuanya kandas karena keinginan Gunawan yang ingin Vienna menjadi seorang ibu rumah tangga saja.