
Pagi harinya,Vienna bersikap seperti biasa.Namun Gunawan jadi malah gugup dan kaku.Vienna bisa merasakan sikap suaminya itu,Hanya saja Vienna bersikap biasa karena dirinya merasa jika tidak jauh berbeda.
"Sa-sayang...aku...aku pamit kerja dulu ya..emmm nanti malam kamu nggak usah masak.Kita makan malam diluar"Gunawan melancarkan cara agar bisa mengambil kepercayaan Vienna lagi.Istrinya hanya mengangguk.
Gunawan tersenyum kelat,ia bangkit mengecup kening Vienna lalu berangkat kerja.
*
"Hallo Mas..."Norma menjawab telfon dari Gunawan dengan lembut mendayu.
"Sayang...Vienna kayaknya curiga deh karena semalam aku pulang lambat"
"Terus??"
"Kita harus hati-hati...aku nggak mau kita semua ada masalah lagi.Kamu ngerti kan??Aku sayang sama kamu,aku juga sayang sama Vienna "
Norma diam,ia tidak bisa berkata-kata.
"Sayang..."Gunawan memanggil karena tak ada jawaban.
"Iya Mas..."
"Kamu marah??"
"Nggak ada gunanya marah Mas,toh itu sudah consequence yang harus aku terima "
"Maafkan aku sayang...aku merasa bersalah kepada kalian berdua "
Norma tersenyum tipis,sikap lembut Gunawan memang is the best.Itulah yang membuat nya akhirnya mengakui jika dia mencintai pria itu.
*
Kini Vienna sudah tidak menunggu Vino di halte bus lagi.Dia menunggu di dalam, kadang di panggil secara khusus oleh Lion ke ruangan kerjanya.Disana Lion kerap kali melakukan perzinahan.Mereka sudah ketagihan dengan semua itu.
Sedangkan Norma melakukan hal yang tidak terduga,ia membuka restoran di dekat tempat kerja Gunawan . Memudahkan mereka untuk saling bertemu tanpa menyita waktu.
Namun dendam Norma bukan sudah tiada,ia hanya menunggu kesempatan untuk membalas perlakuan Vienna saat itu.Sampai ia keguguran dan menerima penghinaan dari Gunawan .Kali ini ia lebih memilih menjadi api dalam sekam, perlahan-lahan membinasakan.
*
__ADS_1
Sekitar jam 9 pagi,Norma pergi ke sekolah Vino.Ia ingin tahu benarkah cerita dari Gunawan kalau Vienna berusaha menjaga jarak dengan Lion.
Karena saat Norma bertanya tentang Vienna dan Lion,itulah jawaban Gunawan .Norma merasa kurang yakin.Karena ia tahu,cinta Lion bukan main-main.
Benar saja,saat ia berjalan di koridor sekolah,ia melihat Vienna berjalan beriringan bersama Lion.Mereka nampak sedang bercanda ria,Norma mengedarkan pandangannya mencari Viviek.Tapi anak itu tidak terlihat dimana pun.
"Kemana Viek??apa Vienna tidak membawa anaknya ??"Norma bergumam sendiri,ia diam-diam mengikuti mereka dari jarak aman.Saat ia melihat Lion membawa masuk Vienna ke sebuah ruangan.Norma mengerutkan keningnya karena Lion menutup jendela ruangan tersebut.
"Kalau memang ini urusan guru dan wali murid,apa perlu sampai tutup jendela ??hemmm ada yang tidak beres ini"
Norma melangkah dengan siaga,ia mendekati ruangan itu.Mungkin saja ada celah untuk melihat ke dalam.
Norma merapat ke dinding,merayapkan punggungnya dengan tatapan awas ke kiri dan ke kanan.Suasana memang lenggang,karena saat ini waktu jam pelajaran dimulai.
Wanita itu menemukan sedikit celah,ia pun mengintip dari celah tersebut.Norma mengecilkan pupil matanya,ia memeriksa ke setiap sudut yang bisa dilihat.
Ia menakup mulutnya setelah melihat dengan jelas apa yang terjadi,Vienna duduk di pangkuan Lion dengan rok disingsingkan.Dan mantan teman sekolahnya itu seperti bergoyang-goyang ke atas dan ke bawah.Lion pun sangat menikmati sensasi itu.
Karena melihat ada guru yang sedang berjalan ke arahnya, Norma segera angkat kaki.Ia pergi dengan perasaan yang sangat shock.
Rupanya ini yang Vienna lakukan sekarang bersama Lion.Mereka menjadi pasangan selingkuhan.Bagaimana jika Gunawan tahu, tidak-tidak..Gunawan memang harus tahu tapi bukan dari dirinya.Norma harus membuat Gunawan tahu dengan sendirinya.
Norma hampir melupakan Viviek,bisa jadi anak ini menjadi kunci utama atas perselingkuhan ini.Yah...Norma akan mencari tahu dimana Viviek berada sekarang.
*
Norma melajukan mobilnya ke area perumahan Gunawan .Ia hendak mencari tahu dimana anak bungsu Vienna berada.Saat Norma berhenti di depan rumah Gunawan ,ia melihat Viviek main kejar-kejaran bersama anak seumuran dengannya.
"Ooohhh ternyata dititipkan ya Bu...hemmm?? apa Gunawan tahu akan hal ini ??"
Norma mengabadikan momen itu dengan merekam nya.Setelah itu ia mengirim video itu kepada Gunawan .
Tak butuh waktu lama, ponsel Norma berdering.
”Iya Mas??"sapa Norma.
"Kamu dimana sekarang ??"
"Didepan rumah mu Mas"
__ADS_1
"Ngapain kamu kesana sih sayang ?? nanti Vienna lihat kamu gimana?"
"Aku nggak sengaja Mas, karena aku habis nganterin catering dan lewat di depan rumah mu.Aku lihat Viviek bermain dengan teman-temannya tanpa pantauan istrimu.Karena motor Vienna nggak ada...Ini sudah hampir 20menit loh Mas aku tunggu.Aku pikir Vienna belanja atau kemana?tapi nggak ada"
"Mungkin dia jemput Vino sayang,ke sekolah "Gunawan menerka
"Tanpa membawa Viviek ??kok tumben ??"
"Entahlah...nanti ku tanyakan dia"
"Terus gimana ini Mas??Apa aku pantau dulu Viviek dari jauh?? soalnya nggak ada yang ngawasin loh,hanya anak-anak tetangga yang seumuran dengannya "
"Emmm iya sayang... nanti kalau lihat motor Vienna ,kamu langsung pergi ok??"
"Baik sayang..."Norma tersenyum penuh kemenangan ,kali ini ia akan membasmi kehidupan yang bahagia untuk Vienna .
*
Selang 15 menit,Vienna terlihat dari kejauhan.Ia menaiki motor sambil sesekali tersenyum bercanda ria bersama Vino.
"Hebat kau Vien... menjadi pawang dari dua buaya sekaligus"Norma bergumam sendiri.Ia Keluar dari dalam mobilnya,saat Vienna mengajak Viviek dan Vino masuk ke dalam rumah.
Sengaja Norma ingin melihat bagaimana terkejutnya Vienna jika ia mengatakan bahwa ia tahu semua yang mereka lakukan dibelakang Gunawan .
"Hay Vien..."Vienna yang baru saja membuka kunci pintu menoleh.Raut wajahnya berubah begitu melihat Norma ada disana.
"Vin... cepat ajak adek masuk dan mandi Ya..Mama ada tamu sebentar"
Vino mengalihkan perhatiannya kepada Norma, tatapan sengit terpancar dari sinar mata Vino.Tapi anak itu menuruti perintah Ibunya.
"Mau apa kamu datang kesini ??Mau kasih tunjuk bahwa kamu bisa membuat Mas Gunawan balik lagi sama kamu ?"Vienna melipat tangan di dada.
"Aduh..Vien..tidak usah su'udhon.Aku kesini karena hanya ingin memastikan bahwa kamu sudah mandi junub habis ngen-tot di sekolah sama Lion"
Vienna terperangah,ia tidak percaya Norma akan mengetahui hal itu.
"Kenapa??kaget??Aku penasaran aja Vien,karena kata Mas Gunawan .Kamu sekarang sudah tidak berhubungan dengan Lion, meskipun sebagai apapun.Jadi aku datang untuk tahu kebenaran itu, ternyata ??hah???aku melihat sesuatu yang membenarkan semuanya "
"Aku tahu....pasti kamu akan mengadukan hal ini kepada Mas Gunawan kan?"
__ADS_1
Norma tersenyum miring...