KASIHKU, ANAKKU

KASIHKU, ANAKKU
EPS 29


__ADS_3

Lion memperhatikan sepasang suami istri yang tengah bercengkrama dari kejauhan.Ia diam tak bergeming sampai pasangan itu masuk ke dalam rumah saling susul menyusul.


Helaan nafas panjang terasa berat dihembuskan,Lion masuk ke dalam mobil lalu melajukannya pelan menuju ke rumah Orangtuanya.Berhubung sudah sampai disini,jadi Lion berinisiatif untuk pulang.


Pak Basyori kaget melihat kedatangan putra Bungsunya ,ia segera memanggil Bu Finda yang masih berada di Mushola kecil di dalam rumahnya.


"Bu...Lion datang Bu.."


"Hah??"Bu Finda menghentikan lantunan ayat suci yang ia gemakan.Kaca matanya dibuka perlahan.


"Lion..."


Pria gagah itu merangkak mendekati Ibunya lalu mencium tangannya.


"Kok nggak ngasih kabar kalau mau datang"


"Sengaja buat kejutan Bu.."


Wanita yang sudah keriput itu tersenyum manis.


"Ya sudah...kamu tunggu di luar dulu sama Bapak...kamu mau nginep kan?"


"Iya.."


"Baguslah.."


Lion beringsut mundur lalu turun dari mushola.Berjalan beriringan dengan sang Bapak.


"Bapak mau telfon Mbak mu dulu,dia pasti seneng sekali denger kamu pulang "


Lion mengiyakan,Pak Basyori masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil ponselnya.Sedangkan Lion terus berjalan ke teras samping rumahnya.Ada sesuatu yang memberatkan hatinya ,ia mengangkat wajahnya.Menatap langit tanpa sinar rembulan,hanya gemerlap bintang yang terlihat.Beberapa kali Lion menghela nafas berat dan panjang.Dadanya terasa sesak seperti tertimpa batu besar.


"Lion..."


Pria segak itu langsung menoleh ke belakang.Pak Basyori menghampiri, Lion melemparkan senyuman manis.


"Mbakmu mau kesini besok pagi"ucap Pak Basyori begitu gembira.


"Eh kamu kenapa ??"


"Kenapa apanya Pak?"


"Kok wajahmu seperti sedih sekali...Apa kamu ada masalah Nak??"


"Oh..tidak Pak...Lion baik-baik saja "Lion berusaha menampik semua tebakan Pak Basyori .Namun naluri seorang Ayah tidak pernah meleset,hanya saja Pak Basyori memilih diam .


"Ya sudah...ayo kita masuk ke dalam, Ibumu sudah menyiapkan makan malam"


"Baik Pak..."


Pak Basyori merangkul putranya disertai tepukan lembut.Keduanya berjalan beriringan begitu hangat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Habis sholat subuh berjamaah,Pak Baskoro mensejajari langkah putrinya yang sedang berjalan beriringan dengan sang Ibu.Sedangkan Gunawan masih ada di Musholla bersama Yuda.


"Vien... benar kamu ingin cerai ??"


Vienna tertunduk menatap langkah kaki nya.


"Sebaiknya kamu pikirkan dulu masak-masak Nak, Apalagi Gunawan sudah menyesali perbuatannya.Jarang loh kita bisa mendapatkan ayah sambung yang baik untuk anak-anak"Sambung Pak Baskoro .


"Tapi Pak...sakit loh kalau diduakan"timpal Bu Yana .

__ADS_1


"Iya Bapak tahu...ini ujian Bu..semua orang yang sudah membina rumah tangga pasti memiliki ujian yang berbeda-beda.."


Bu Yana menghela nafas berat...


"Pikirkan baik-baik cah ayu"Pak Baskoro menepuk pundak putrinya,Vienna mengangguk disertai senyuman getir.


*


"Sayang..."Gunawan muncul di balik pintu,saat Vienna tengah melipat mukena nya.


"Kita pulang sekarang yuk,hari ini terakhir ijin cuti ku..besok aku sudah masuk seperti biasa"


"Kamu pulang aja dulu Mas...Aku masih mau tinggal disini "


Gunawan nampak kecewa mendengar jawaban istrinya.


"Kamu tenang aja... mungkin aku akan memberikan mu kesempatan sekali lagi untuk melanjutkan pernikahan kita"


Seketika raut wajah Gunawan berubah.


"Yang bener sayang..??"


Vienna mengangguk..Gunawan begitu bahagia,ia langsung memeluk Vienna dan diangkat nya tubuh istrinya itu.


"Terimakasih sayang... terimakasih...aku janji nggak akan ngecewain kamu lagi"ucapan Gunawan terdengar bersungguh-sungguh.


"Tapi bagaimana dengan Norma ??"


Sontak Gunawan melonggarkan pelukannya.Membuat kaki Vienna menapak di lantai.


"Sebenarnya aku ingin memberikan nya pelajaran,aku akan menggantung hubungan kami agar dia tersiksa sendiri"


"Apa itu tidak terlalu kejam Mas?"


"Aku takut itu akan menjadi bumerang dalam rumah tangga kita suatu hari nanti Mas"


"Itu tidak akan lama sayang, setelah Lion yang dicintainya itu menikah.Aku akan menceraikan nya..."


Vienna tersenyum simpul.


"Ya udah...aku pulang duluan ya, kalau kamu sudah siap kembali ke rumah kita..Aku akan jemput kamu.Atau??? weekend ini aku jemput? Gimana ?"


Vienna mengangguk setuju..Hatinya lega dengan sebuah keikhlasan yang ia usahakan.


*


*


Sore hari,Vienna mengajak kedua anaknya bermain di taman dekat lapangan.Ia juga sudah membuat janji dengan Mira sahabatnya untuk bertemu disana.


"Hay BESTie"Mira memeluk Vienna dan keduanya melakukan cipika-cipiki..


"Wah sudah membesar perutnya,berapa bulan ??"


"5...kayaknya kembar ya?"celoteh Mira.


"Emang mau anak kembar ??"


"Ya biar sekalian ngeden"


Hahahahahahaha keduanya tertawa lepas.


"Yuk duduk disana"Mira menunjuk sebuah gazebo beton,Vienna mengiyakan.Sementara Vino dan Viviek bermain bola di lapangan bersama-sama anak-anak yang lain.

__ADS_1


"Gimana kabar rumah tangga mu??masih bertahan ??"sambung Mira mengawali percakapan yang serius.


"Hampir saja aku menyerah,aku sudah buat surat pengajuan cerai..Tapi setelah Mas Gunawan tahu siapa Norma ??dia pun tidak mau bersamanya lagi"


"Tapi Bagaimana dengan kandungannya Norma?"


"Dia kecelakaan karena mau menyerang ku,dan akhirnya keguguran.Mungkin saat ini masih ada di hospital "


"Mampus !!"


"Terus Gunawan akan menceraikan Norma -?"


Vienna menggeleng..


"Dia ingin menggantung hubungan mereka agar Norma tidak bisa bertingkah kepada Lion"


"Waaah betul juga itu,kalau Gunawan menceraikan Norma.Berarti Norma semakin leluasa untuk menggaet Lion,dan dia akan merasa menang.Sudah memporak porandakan rumah tangga mu,dan setelah itu tanpa rasa bersalah dia akan menarik perhatian Lion"


Vienna tersenyum simpul.


"Siapa yang hendak menarik perhatian ku??"


Tiba-tiba sebuah suara menimpali,Mira dan Vienna hampir bersamaan menoleh ke asal suara.


"Lion..."Pekik Mira tak percaya.Pria itu tersenyum menghampiri.


"Waahh sudah berisi nih.."


Mira bangkit...


"Kapan kamu pulang ke sini ??"


"Semalam"Lion melirik Vienna yang terlihat canggung.Dan Mira menyadari hal itu.


"Ciyeee main lirik-lirikan niiii..."goda Mira,Lion tersenyum.


"Tapi sayang..dia gagal cerai..."sambung Mira yang langsung disambung dengan tawa oleh dirinya sendiri.


"Aku kesana dulu ya Mir"Vienna gegas hendak pergi,namun Lion cepat mencekal tangannya.Mira terpana melihat pemandangan itu.


"Aku kita bicara.."


"Apa yang harus dibicarakan lagi ??"Vienna berusaha melepaskan diri,namun cekalan itu terlalu kuat.


"Ah...aku mau beli es krim dulu ya, sore-sore begini paling enak makan yang adem-adem.."Mira sadar diri,ia pun pergi tanpa menunggu persetujuan sahabat nya.


"Ku mohon... beri aku waktu Vien"


"Untuk apa??aku sudah membuat keputusan bahwa aku tidak jadi bercerai dengan Mas Gunawan "


"Hanya karena kamu kecewa padaku?"


"Bisa jadi... karena anak-anakku adalah prioritas utama bagiku "


"Vien...aku pergi cuma sebentar,tapi aku takut kalau bawa anak-anak akan menggangu konsentrasi ku saat membahas projects ku"


Vienna tak menyahut,ia hanya menghela nafas kesal.


"Sudahlah Lion...aku rasa ujian kelayakan bagimu telah gagal.Aku tidak bisa... maafkan aku,di rumah mu masih ada beberapa barang-barang ku yang tertinggal.Aku akan mengambilnya nanti "


Vienna melepaskan pegangan tangan Lion,lalu ia melangkah pergi menyusul Mira.Karena ia juga ingin membelikan eskrim untuk anak-anaknya.


Lion mematung menatap punggung wanita yang sangat ia cintai.

__ADS_1


__ADS_2