
Pintu terbuka,Vienna kaget menemukan Lion seperti cacing kepanasan di atas kasur.Gegas ia mempercepat langkahnya menghampiri.
"Lion...apa yang terjadi ??"
Pria itu membuka matanya sayu,
"Vienna... tolong... tolong aku..."
"Apa yang harus aku lakukan ??"Vienna bingung,ia tidak tahu apa yang terjadi dengan Lion.Pria itu bergerak bangun,ia bangkit tapi tubuhnya roboh menimpa Vienna hingga keduanya jatuh ke atas kasur bersama.
"Lion..."Vienna mendorong tubuh pria itu,tapi Lion sudah berada dalam pengaruh obat perangsang.Apalagi dibawahnya kini adalah sosok yang sangat ia cintai.
Dengan brutal Lion menarik baju Vienna hingga terlepas semua kancingnya.Pupil mata Vienna membesar,ia tak mengira jika Lion akan melakukan ini.
"LION!!"pekiknya, Lion tak perduli.Ia menarik kain yang menutupi dua buah lembut yang menjulang.Vienna refleks menutupi dadanya dengan dua tangannya.Lion menyingkirkan tangan itu lalu menyerang dengan hi-sa-pan kuat.
AKH!!
Vienna menjerit kesakitan,Lion melakukannya secara bergantian.Dengan bringas ia menje-la-jahi kejenjang-an leher wanita itu.
"Tolong...ku mohon..jangan.."Rintih Vienna ,tapi semua itu tak berguna.Lion melahap dua garis daging merah dengan ganas.Seolah-olah akan ditelan nya bulat-bulat.Lidahnya menjelajah dengan li-ar.Membuat Vienna mengerang nikmat.
Melihat lawannya sudah terintimidasi,Lion membuka pakaiannya.Bagian bawah, cukup ia membuka resleting saja.Lalu mengeluarkan barang yang sudah mengeras dengan sempurna.
"Jangan Lion...jangan..."Vienna menerajang ingin menghindari,tapi justru Lion memikul dua kaki yang tanpa cela itu.Dan membuat nya leluasa memasuk-kan ke dalam sarang.
AKH!
Vienna menggigit bibirnya,tangannya meremas sprei dengan kuat.Milik Lion cukup besar, melebihi kepunyaan Gunawan . Sehingga terasa memenuhi ruangan.
Lion menyerang dengan disertai suara yang syahdu.Ia memejamkan matanya, menikmati setiap Hujaman.
Karena ini hal pertama baginya,Lion tak dapat bertahan lama.Ia ambruk di atas tubuh Vienna .Nafas Vienna jadi sesak karena tertimpa tubuh Lion.Ia berusaha mendorong,tapi Lion seperti enggan untuk menyingkir.
"Aku masih kurang sayang..."gumam Lion dengan senyuman yang sangat menawan.Vienna terbelalak..
"Jangan Lion...sudah ..ini tidak seharusnya kita lakukan"
"Aku mencintaimu...aku sangat mencintaimu...ku mohon... mengerti lah,hemmm"
__ADS_1
Lion membelai rambut Vienna yang basah oleh keringat.Ia kembali mencium wanita itu.Tapi kali ini lebih lembut,Lion sama sekali tidak ingin melepaskan wanita itu.Apalagi ia dalam pengaruh obat,jadi ia senantiasa melakukannya berkali-kali tanpa jeda.Tubuhnya pun dalam keadaan sangat Vit, membuat Vienna terkapar tak berdaya.Dalam serangan ketiga,Vienna kalah.Ia sampai ketiduran karena kelelahan.Lion tersenyum, dengan tenang ia memeluk tubuh Vienna dan tidur bersama.
*
"Bu... wanita itu sudah pulang ??"Tanya LiLa saat ia baru saja bangun tidur.
"Mungkin...Ibu tidak melihatnya Keluar"Jawab Mbok Saripah.
"Den Lion??"
"Entahlah, tidak ada tanda-tanda Den Lion kembali "
LiLa mendengus kesal,
"Jangan-jangan LiLa terlambat Bu,Den Lion malah menyalurkan hasratnya kepada wanita di luaran sana.Ibu sih ..pakek nyuruh mandilah, luluran lah ....kan sudah kecolongan "LiLa menggerutu.
"Ya mana Ibu Tahu kalau Den Lion tidak akan tahan..Ibu pikir obatnya akan bekerja lebih lambat"Mbok Saripah memberikan alasan.LiLa manyun,ia benar-benar kesal.
*
Vienna beranjak dengan penuh kehati-hatian,ia takut Lion akan bangun.Nyeri dibagian bawahnya tidak Vienna hiraukan.Ia memungut pakaian yang sudah rusak.
Vienna melempar nya lagi ke lantai,untung di lemari masih ada sisa pakaiannya.Vienna segera mengambilnya dan memakainya.
Tiba-tiba tubuh hangat menyergapnya dari belakang,mata Vienna membulat.
"Kau mau pergi kemana sayang??"
"Lion...aku mohon...Aku meninggalkan Viviek sama tetangga di sebelah rumah.Dan Vino juga belum ku jemput"Vienna memohon agar Lion bisa mengerti,pria itu melirik jam dinding.Memang ini sudah jam waktunya Vino pulang.
"Ok kamu tenang saja sayang...aku akan meminta orang suruhan ku untuk menjemput Vino dan Viviek.Biar mereka bersenang-senang dulu di luar sana sampai kita puas melepaskan keinginan kita berdua sayang "
Vienna menggeleng cepat dengan ide yang diutarakan oleh Lion.
"Tidak Lion...aku harus menjemputnya sendiri"
"No...itu tidak akan terjadi,aku tidak akan melepaskan mu Vien..aku sangat mencintaimu,kini kamu sudah menjadi milikku "
"Lion...aku sudah ber..."Lion menakup mulut Vienna agar berhenti bicara.
__ADS_1
"Aku tidak perduli kau sudah bersuami atau janda sekalipun...Aku mencintai mu...kau paham itu"
Vienna menggeleng,matanya mengembun.Ia memohon agar Lion melepaskannya.Tapi pria itu tidak perduli,efek obat itu masih ada.Ia menarik Vienna ke atas tilam,saat ini Lion sudah tidak pusing lagi seperti tadi.Jadi dia lebih kuat dari biasanya.
Baju yang belum sempurna dikenakan,Ia tarik dan dicampakkan sembarangan.Vienna memohon dengan menyatukan kedua tangannya.Tapi Lion hanya tersenyum,,,
"Dulu...aku tidak bisa berbuat apa-apa sayang,saat kamu memutuskan hubungan kita.Karena aku berada jauh diluar sana, sekarang...aku disini.Dan aku akan melakukan apapun untuk membuat mu tetap disisiku"
"Jangan Lion... jangan..."Vienna menarik tubuhnya mundur,tapi Lion menarik tungkai kakinya hingga ia tepat berada di bawahnya.Dan untuk kesekian kalinya,Vienna dihujani cumbu-an yang tak diinginkan.Ia tak berdaya dengan kekuatan pria itu, tangannya berusaha mencakar, memukul,tapi Lion benar-benar kebal dari serangan nya.Justru ia malah dihisap sampai dada dan lehernya memerah.
Lion melakukannya lagi dengan penuh semangat,Vienna dibuat tak berdaya.
AKH...
Vienna menjerit saat Lion melakukannya dari belakang.Hingga tanpa sengaja terdengar oleh LiLa yang baru saja mengecek kamar Lion.Ia berharap pria itu sudah kembali.
Merasa penasaran dengan suara yang ia dengar samar-samar,LiLa mendekat ke kamar sebelah.Ia membuka pintu secara perlahan,dan suara itu makin jelas terdengar.
Anak gadis Mbok Saripah menutup mulutnya,pupil matanya melebar.Ia tidak percaya,jika sang majikan melakukannya dengan wanita itu.
Tungkai kakinya lemas,ia berjalan mundur dan berlari menuruni anak tangga.
"Ibuuuuu"LiLa berlari memeluk sang ibu,ia menangis sejadi-jadinya.Hatinya sakit,hatinya terluka...Pria yang ia idam-idamkan selama ini telah tidur dengan wanita yang tak sepantasnya.
"LiLa??kamu kenapa?"
LiLa menunjuk ke arah atas,
"Den Lion Bu...."Ia tak sanggup mengatakan apa yang terjadi,hanya tangisan yang semakin menjadi.
"Kenapa dengan Den Lion ??"
Mbok Saripah melihat ke lantai atas,ia penasaran.Tapi LiLa menahan Ibunya,,,
"Jangan Bu...jangan...atau kita dalam masalah besar"
"Kenapa??"
LiLa menggeleng ,ia justru menarik ibunya untuk ke kamar.
__ADS_1
"Kita diam disini Bu...jangan kemana-mana"LiLa mengunci pintu rapat-rapat.Ia meletakkan tangan nya di dada,ada rasa sakit disana.