
"Mas??"Tatapan mata Vienna seperti tak percaya siapa yang datang menghampiri.
"Ohhh jadi guru Vino sampai mengajar disini ??"Gunawan geleng-geleng kepala,ia memperhatikan dua manusia di hadapannya yang sangat menjengkelkan baginya.
"Mas kamu salah paham"
"Salah paham gimana ??Ini bukan sekolah loh Vien..Atau kau beralasan ini masalah pekerjaan "Gunawan semakin menyudutkan Vienna dengan argumen nya.
"Mas kau salah paham "Vienna tetap berusaha meyakinkan.
"Salah paham gimana ??kalau ini salah paham, terus yang benar apa?"
Vienna tak bisa mengatakan apa yang ingin ia ungkapkan.
"Lion...katakan padanya yang sebenarnya.. Please..."
Lion tetap bungkam,ia menatap Gunawan dengan sorot mata yang penuh arti.Sedangkan Norma memilih diam menyaksikan perseteruan itu.
"Sudahlah Vien,,aku rasa ,aku sudah paham apa keinginan mu"Gunawan sangat kecewa.
"Apa maksud mu Mas??"Vienna panik, ia takut suaminya akan semakin menyangka yang bukan-bukan.
"Kau ingin membalas perbuatan ku?iya kan ?"
"Mas...aku tidak melakukan itu"Vienna tetap kekeuh membantah.
"Lalu ini apa?"
"Kami hanya sedang mengobrol Mas,bukan bercinta di tempat umum"
"Papa...Mama..."Pada saat itu Vino dan Viviek datang menghampiri.Vino terlihat heran kenapa semua berkumpul di tempat ini.
"Pak guru??Pak guru ada disini ??sejak kapan??"sapa Vino kepada Lion.
"Hemm rupanya Vino tidak tahu ada gurunya disini ?? Berarti ini bukan masalah pelajaran di sekolah "sindir Gunawan .
"Memang bukan Mas,tapi..."
"Tapi masalah pekerjaan ??"potong Gunawan cepat.
"Pekerjaan nya seperti apa sih??aku jadi penasaran..katanya secara online ya??coba aku lihat ??"Gunawan menunjuk kan nada mencabar.
"Ini...Ini.."Vienna bingung harus memulai dari mana?ia menoleh ke arah Lion yang tetap diam menyimak setiap keadaan.
__ADS_1
"Bicaralah Lion..katakan padanya!!"Vienna justru melampiaskan kepada Lion.
"Apa yang harus aku katakan ?? sedangkan kamu sendiri tidak mau jujur Vien?"Lion bersuara,Norma sejenak Pias... bagaimana jika Lion mengatakan siapa diantara mereka ??
"Tidak jujur??jadi ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari ku Vien??dan pria ini Tahu,tapi aku tidak tahu ?? keterlaluan kau Vien"Gunawan menarik tangan Norma dan melangkah pergi dari tempat itu.
"Mas ..Mas .."Vienna berusaha menahan,namun Gunawan menepis tangan istrinya itu.
"Mas biar aku jelaskan dulu Mas"
"Tidak ada yang perlu dijelaskan,kau diam disitu jangan halangi aku pergi"Perhatian Gunawan teralihkan pada Viviek yang menangis melihat orangtuanya bertengkar.
"Bawa anak-anak ke rumah Ibu sekarang juga!dan kamu!! terserah mau kemana ?"
Vienna tercengang mendengar ucapan suaminya,ia diam mematung menatap kepergian Gunawan yang menggandeng tangan Norma.Sekilas Norma menoleh,ia melemparkan senyuman.
Vienna berbalik,ia menggendong Viviek lalu menggandeng tangan Vino.
"Vien..."Lion mencegah langkah wanita itu.
"Aku mau pulang"
"Vien...beri aku waktu untuk bicara"
"Bicara ??tadi aku sudah meminta mu untuk bicara kan??tapi kau diam"
"Untuk apa?? untuk menambah kesalahpahaman ini"
"Aku tidak perduli Vien perasaan suamimu seperti apa?? yang aku perduli kan adalah kamu,yah!!aku datang kesini untuk mu, menjadi guru di sekolah Vino adalah caraku untuk dekat dengan anakmu"
"Kau jahat!!!"Vienna melangkah pergi namun Lion justru menarik Viviek dan menggendong nya.Viviek yang awalnya sudah tak menangis kini kembali menangis kejer.
"Kembali kan anakku..."
Lion tak perduli ,,,
"Cup cup cup sayang...Viek mau naik mobil-mobilan sama kak Vino nggak ??nanti kita main balap-balapan "
"Vino mau pak guru"Vino menyambut dengan senang hati.
"Nah Kak Vino mau tuh, Viviek mau nggak ??"
Tangisan Viviek mereda,ia mengangguk setuju.
__ADS_1
"Nah bagus...yuk kita main..."Lion menggandeng tangan Vino lalu dibawalah dia anak itu tanpa mengatakan apapun kepada Vienna .
"Lion...Lion...kau mau bawa kemana anak-anak"Vienna berlari kecil mengejar,tapi Lion tak menoleh sedikitpun.
"Lion..."Vienna menahan pintu mobil Lion di tutup saat Lion sudah berhasil membawa masuk Viviek dan Vino .
"Masuklah..."ucap Lion datar.Vienna mengalihkan pandangannya kepada Anak-anak yang sudah duduk berjejer di dalam mobil.Mereka seperti berharap Ibunya akan ikut serta.
Akhirnya Vienna mengalah,ia masuk ke dalam mobil Lion dan ikut kemana Lion pergi.
Rupanya Lion membawa Vienna dan kedua anaknya ke station permainan anak-anak di bilangan Jakarta pusat.Disana banyak sekali permainan yang seru termasuk mobil-mobilan.Ada pemandunya juga yang siap menjaga anak-anak yang akan dititipkan oleh orang tua nya.
"Maafkan aku Vien,jika ini semua seperti pemaksaan.Tapi aku tidak bisa diam saja melihat mu disakiti.Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Norma,jika dia berniat balas dendam itu dari dirinya sendiri.Aku tahu tentang mu,semua yang terjadi dengan mu itu dari Yuda"
"Yuda???"Vienna tak percaya jika adiknya yang menjadi informan .
"Iya... kami berteman di dunia Maya,dia pengagum ku karena aku adalah orang asli daerahnya yang sukses di luar negeri"
"Apa dia tahu siapa kamu??"
Lion menggeleng..
"Dia hanya tahu aku teman sekelas mu,dan itupun aku yang bilang "
Vienna manggut-manggut.
"Kau bertahan demi anak?kamu takut anakmu terkena dampak karena perceraian.Tapi apa kamu tidak lihat tadi bagaimana sikap Gunawan saat Viviek menangis ??dia enteng sekali bilang agar kamu membawa nya ke rumah Ibunya,dia tidak perduli bagaimana caranya menenangkan Viviek yang tengah histeris?? Sekarang saja sudah begitu ?? Apalagi nanti,kalau dia justru merebut hak asuh anak??Apa dia akan peduli ??"
Vienna meraup wajahnya,ia sangat gusar sekali.
"Sampai kapan kamu akan diperlakukan seperti ini Vien??"
"Kau mengatakan begitu karena kamu ingin aku bercerai dengan Gunawan ?"
"Iya!!Gunawan tidak pantas mendapatkan mu,dan kamu tidak akan bahagia jika mempertahankan pernikahan mu.Anak-anak akan tertekan secara psikis,atas ketidak perdulian Ayahnya "
Vienna terdiam...
"Vien..."Lion meraih tangan wanita dihadapannya lalu dibungkus oleh dua tangan nya yang hangat.
"Aku sangat mencintaimu, dari dulu sampai sekarang.Aku tidak pernah mengkhianati mu, meskipun kamu sudah milik orang lain.Aku tetap menjaga hati ini untuk mu.Karena aku ingin membuktikan bahwa alasan mu putus dengan ku dulu itu semua tidak benar.Faktanya,,,aku tidak bisa melupakan mu"
Vienna bagai terhipnotis,ia diam membisu dengan pandangan beradu begitu intens.
__ADS_1
"Aku mencintaimu dengan hatiku,tak perduli sekarang bagaimana status mu,anakmu..semua janjiku padamu,akan ku tunaikan..kau masih ingat dengan janji ku kan??"
Vienna tak mampu berkata apa-apa, kenangan masa lalu yang begitu indah bersama Lion terimbas kembali.