KASIHKU, ANAKKU

KASIHKU, ANAKKU
EPS 37


__ADS_3

Gunawan baru saja mendapatkan pesan dari Vienna jika Ibunya dan Isa datang.Saat ini ia baru saja hendak kembali ke kantor karena jam makan siang sudah hampir habis.


"Sayang... nanti malam aku langsung pulang ke rumah ya"ucap Gunawan sambil memakai sepatunya.


"Kok gitu??Kangen sama Vienna ya?"Norma cemberut.


"Idiiih cemburu ya"Gunawan mencubit manja pipi istrinya.


"Ya kalau emang kangen, setidaknya makan dulu.Baru pulang"


"Bukan gitu...tapi Ibu sama adikku datang berkunjung.Mereka pasti bakal nginep,dan Ibu pasti sudah masak buat kami"Gunawan memberikan jawaban.


"Oh gitu... kira-kira Ibu kamu bakalan memberi restu nggak sama aku sekarang sayang?"


"Emmm mungkin untuk sekarang masih belum.Jadi kamu sabar dulu ya sayang "Gunawan membelai rambut Norma lembut,wanita itu tersenyum hambar.


Ingin rasanya ia membuka aib Vienna sekarang juga,biar Gunawan segera menceraikan wanita musuh bebuyutannya.Tapi bukti belum ada, jadi Norma masih belum bisa berbuat apa-apa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam itu suasana begitu hangat sekali,Vienna ,Gunawan ,Ibu Malika dan Isa serta dua bocah kecil yang sibuk bermain mengisi ruang tamu.


"Setelah ini,Ibu harap rumah tangga kalian baik-baik saja..."Tutur Ibu Malika.


"Amiin"Vienna dan Gunawan menjawab hampir bersamaan.


"Kamu harus menjadi contoh yang baik bagi adikmu Gun..jadi kamu harus berbuat baik kepada istri mu,agar kelak..suami Isa akan berbuat baik kepada nya"


Gunawan mengiyakan wejangan dari Ibunya.


"Makasih ya Vien...udah mau berbesar hati memaafkan Gunawan dan memberi nya kesempatan"Bu Malika menggenggam tangan menantunya dengan erat.


"Sama-sama Bu"Jawab Vienna disertai senyuman.


*


Karena hari sudah mulai larut,Bu Malika lebih dulu pamit masuk ke kamar dua cucunya.Ia dan Isa tidur disana karena rumah itu hanya mempunyai dua kamar.


Gunawan pun mengajak Vienna masuk,ia bangkit setelah Vienna mendahuluinya.Tiba-tiba tanpa sengaja Gunawan menginjak sesuatu.Setelah diambil nya rupanya sebuah Vape.Ia menautkan kedua alisnya, perasaan dia tidak pernah membeli Vape.Meskipun ia juga merokok,tapi Gunawan tidak pernah menggunakan Vape.


Pria itu membolak-balik benda tersebut,ada gambar singa di bagian bawah Vape.Ia mencoba mengira-ngira,siapa orang yang bertamu ke rumah nya itu.


Vienna masuk ke kamar,ia langsung mengambil ponselnya.Ada banyak panggilan tidak terjawab dari Lion.Ada juga pesan dari pria itu.


("Vien...Vape aku kayaknya ketinggalan disana deh")


Wajah Vienna langsung tegang, apalagi melihat suaminya datang sambil memegang sesuatu di tangan nya.

__ADS_1


"Sayang...apa tadi ada tamu?"


"Ee...emmm nggak ada..cuma ibu...tapi..tadi ada petugas PLN.."Vienna mencari alasan yang tepat.


"Petugas PLN?? Ngapain ?? sampai masuk rumah lagi?"Gunawan menyelidik,ia duduk di bibir kasur menghadap ke istri nya.


"Entah.. katanya.. ngecek kabel takut...ada yang salah apa gimana gitu? yang...bisa mengakibatkan kebakaran "Vienna sangat gugup.


"Ohhh terus???"


"Ya mereka pergi "


Gunawan manggut-manggut..


"Kamu jangan mudah percaya sama orang sayang, meskipun mereka memakai seragam apa aja... karena sekarang rawan perampokan dengan modus berbeda-beda "


Vienna mengiyakan ucapan suaminya.Ia menarik nafas lega karena Gunawan bisa percaya dengan alibinya.


"Aku ke kamar mandi dulu ya..."Gunawan masuk ke kamar mandi setelah meletakkan Vape yang ditemukannya di atas nakas.Vienna dengan cepat mengambil Vape itu lalu menyimpan nya di bawah bantal.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Atasan Gunawan memanggil pria itu untuk menghadap.Rival bertanya dengan kode,Gunawan pun menjawab dengan bahu terangkat.


Tok tok tok tok...


"Masuk"Gunawan mendengar jawaban dari dalam, membuat Gunawan mendorong daun pintu.


"Gun... kenalkan...ini investor baru kita, namanya Bapak Lion Supratman.Pak Lion ini adalah orang kepercayaan saya, namanya Gunawan "


Lion menoleh,Gunawan sangat terkejut melihat Lion berada di sana.Pria yang sempat dekat dengan istrinya itu tersenyum seraya bangkit.


"Lion"Lion mengulurkan tangannya,karena ini di kantor dan dihadapan Bosnya juga.Dengan terpaksa Gunawan menerima uluran tangan pria itu.


"Gunawan "


Lion melepaskan genggaman tangannya.


"Gun... tolong bimbing Pak Lion mengenai prosedur investor di perusahaan ini.Jelaskan semua keuntungan yang bisa di dapatkan dengan menjadi pemegang saham.Aku ada miting yang tidak dapat ditinggalkan.Jadi kamu tolong urus ya.."Bos Gunawan memberikan perintah.


"Baik Pak...Mari Pak Lion,kita bicara di ruang tamu khusus "Gunawan mengajak Lion,pria itu mengangguk disertai senyuman ramah.


*


"Apa tujuan mu datang kesini ?"Gunawan langsung bertanya tanpa basa-basi saat mereka sudah berada di satu ruangan tertutup.Lion tersenyum..


"Kau terlalu mudah mencurigai seseorang"

__ADS_1


"Aku punya filing tidak mengenakkan tentang kedatangan mu"Gunawan tetap curiga.


"Aku hanya ingin berinvestasi di sini,itupun kamu sudah curiga "


"Jangan kamu pikir aku bodoh...kau pasti tetap mengincar istriku bukan?"


Lion tersenyum tipis, ia mendekati Gunawan dengan jarak tinggal sejengkal.


"Kalau iya kenapa ??Vienna ... adalah milikku yang kebetulan kau beruntung bisa menikahi nya..tapi...aku akan berusaha merebutnya dari mu..kau ingat itu baik-baik "


"Aku tidak akan pernah melepaskan nya...Dia istriku!!"Gunawan membalas dengan tegas.


"Hah??? istri ??tapi kamu juga menjadikan Norma istri mu.. apakah itu adil untuk Vienna ??"


"Itu bukan urusan mu!!"


"Tentu itu akan menjadi urusan ku,,,Aku tidak akan membiarkan orang yang aku cintai, disakiti oleh pria lain"


Gunawan tersenyum miring..


"Kau terlihat sangat menyedihkan "


Lion menjeling tajam,ia mengambil kertas tentang prosedur investor.Lalu menandatanganinya di depan wajah Gunawan .


Saat itulah Gunawan melihat gambar singa di ujung pena.Gambar singa yang sama seperti gambar yang ia temukan di Vape.


Gunawan merampas pena itu dari tangan Lion.Ia memperhatikan gambar tersebut dengan seksama.Lion tersenyum tipis mendapatkan Tatapan tajam dari lawan bicaranya.


"Kenapa kamu menatap ku seperti itu?"


"Apa yang kamu lakukan di rumah ku?"Gunawan mulai curiga,tapi Lion terlihat santai.


"Menurut mu,apa yang akan kamu lakukan ?jika bertemu dengan orang yang kamu rindukan ?"


Gunawan langsung tersulut emosi,ia menarik kerah baju Lion dengan kuat.


"Jangan macam-macam kamu dengan Vienna !!!"


Lion menarik sudut bibirnya..


"Kau yang jangan macam-macam dengan Vienna !!jika sampai terjadi sesuatu dengannya,kau akan kehilangan dia selama nya.Dan kalau aku mau?kau juga bisa kehilangan pekerjaan mu"


"Cuih!!!"Gunawan meludahi wajah Lion.


"Jangan mimpi kamu!!!"


Gunawan mendorong Lion sampai terjejer ke belakang beberapa langkah.

__ADS_1


"Aku memang suka bermimpi,dan akan ku raih semua mimpi ku.Termasuk Vienna ... karena dia adalah mimpi terindah ku"


Lion merapikan pakaiannya,dan mengelap air liur yang memenuhi wajahnya.Kemudian ia berbalik keluar dari ruangan tersebut.


__ADS_2