KASIHKU, ANAKKU

KASIHKU, ANAKKU
EPS 8


__ADS_3

Seperti yang sudah diutarakan, Vienna dan kedua anaknya berangkat ke rumah orangtuanya.Gunawan menawarkan diri untuk mengantar,tapi Vienna menolak.Ia memilih untuk naik Bus saja.Kedua anak Vienna juga lebih memilih naik Bus karena sangat menyenangkan bagi mereka.


Sebelum berangkat, Viviek sempat mengejek Papanya karena tidak dibolehkan ikut oleh Ibu mereka.Gunawan hanya tersenyum hambar,ia melepas kepergian keluarga kecilnya dengan rasa yang sulit diartikan.


TRING


Ponsel Gunawan berdering, ia melihat layar ponselnya tersebut, rupanya dari Norma.


"Halo.."


"Hay sayang...kamu dimana ??"


"Di rumah"


"Aku kesana yah"


"Jangan sayang,,, nanti aku yang ke Apartemen mu"


"Kenapa ?? bukankah Vienna nggak ada"


DEGH!! Dari mana Norma tahu Vienna nggak ada.pikir Gunawan.


"Ya udah,5 menit lagi aku nyampe"talian telfon terputus.Gunawan tercenung,


"Dari mana Norma tahu kalau Vienna nggak ada? terus dari mana Norma tahu alamat rumah ini? padahal aku nggak pernah ngasih tahu sama dia"Gunawan bertanya pada dirinya sendiri.


TIT TIT TIT


Lamunan Gunawan langsung buyar ketika mendengar suara klakson mobil.Segera ia keluar rumah.


Benar saja itu norma yang datang, Gunawan langsung membuka pintu gerbang . Tapi dia tidak bisa mempersilahkan mobil normal masuk ke garasinya yang hanya cukup untuk satu mobil itu.


Norma keluar dari dalam mobilnya seraya memeluk Gunawan dengan mesra.Tapi Gunawan berusaha melepaskan pelukannya dengan tatapan waspada ke sekeliling.


"Kenapa sih sayang ??"Norma bersungut kesal.


"Nggak enak dilihat tetangga, nanti kita akan jadi bahan omongan "


"Ya nggak apa-apa lah sayang kan kita udah nikah"


"Iya tahu, tapi kan mereka nggak tahu kalau kita sudah menikah . Nanti mereka akan mempertanyakan hal ini kepada Vienna , Bagaimana perasaan Vienna ?"


"Kamu memang hanya memikirkan perasaan Vienna Mas ,nggak pernah memikirkan apa yang aku mau"Norma kesal,ia melangkah masuk ke dalam dengan anggun.Gunawan heran, kenapa Norma memakai high heels ? padahal ia sedang hamil.Segera Gunawan mensejajari langkah istri keduanya itu.


"Sayang...kamu kok pakai high heels ??"


"Emang kenapa ??"Norma memeriksa sandalnya.


"Kamu kan lagi hamil Sayang.. nggak baik pakai high heels terlalu tinggi ,nanti kalau kamu kenapa-napa gimana?"


"Ah masih kecil, nggak apa-apa Mas"Norma menjawab dengan santai,ia melenggang masuk ke dalam.Melihat ke sekeliling


"Lihatlah Vienna... sekarang aku masuk kedalam istanamu sebagai istri suamimu..hahahahah"


Norma tersenyum jahat.


"Kamar mu dimana Mas?"Norma membalikkan badannya.

__ADS_1


"Emmmmm mau apa sayang ??"


"Aku pengen tahu, Emang nggak boleh ?"


"Itu...Itu kamar aku sama Vienna sayang "


"Ya terus kenapa ??Aku kan juga istri mu Mas"


"I-iya sayang...kamu istri ku,hanya saja Vienna akan marah besar jika tahu itu"


Norma melengos..


"Ya udah aku akan cari sendiri,,,,"


Norma melenggang menghampiri pintu kamar yang pertama.Tapi tangannya tertahan saat melihat hiasan di daun pintu.


"Ini pasti kamar anak-anak,jadi aku nggak perlu membuka nya"Norma melenggang lebih jauh masuk ke dalam.Melewati ruang makan yang menyatu dengan ruang keluarga serta dapur.Disana ia melihat sebuah daun pintu yang tertutup,Norma tersenyum tipis.Ia yakin itu adalah kamar Vienna.


"Sayang!!"Gunawan menahan langkah Norma dengan segera.


"Kita pergi keluar yuk,aku laper"


Norma mengernyitkan keningnya ,


"Yuk"Gunawan menarik tangan istrinya dengan manja.Tapi Norma justru mematung.


"Kenapa sayang ???"


"Kamu yang kenapa Mas??Kamu nggak mau aku masuk kamar ini??Kenapa??"


"Ok ..kita keluar pergi makan sekarang "Akhirnya Norma mengalah,tapi rencana licik sudah ia rancang di otaknya.


*


*


Vienna baru saja tiba di rumah nya,Pak Baskoro dan Bu Yana terkejut melihat becak berhenti di depan rumah mereka.


"Assalamualaikum...."Vienna sangat senang melihat kedua sosok yang sangat ia hormati.


"Wa'alaikum salam... Vienna!!"Bu Yana bangkit, meletakkan sarung bantal yang tengah dijahit nya.Vienna menaruh barang bawaannya,dan meluruh menyambut tangan sang Ibu lalu menyalaminya.Setelah itu Bu Yana menggendong Viviek.


Vienna menghampiri sang Ayah yang tengah duduk, Ia menyalami Pak Baskoro dengan penuh takzim.


"Mana suamimu?"Tanya Pak Baskoro.


"Sibuk Pak... rencananya kami sih liburan bareng ke sini, tapi tiba-tiba mas Gunawan harus keluar kota.Maklum Pak,sejak dia naik jabatan jadi super sibuk"Vienna memberikan alasan.Pak Baskoro mengangguk mengerti.


"Ayo masuk Vienn...Yuda masih sekolah,tapi karena hari ini hari Sabtu.Biasanya sudah Dzuhur sudah pulang"


"Iya Bu..."Vienna menjawab sambil mengikuti langkah Ibunya masuk ke dalam rumah.


"Kamu nginep kan Vien?"


"Iya Bu..."


"Baguslah...."Bu Yana sepertinya sangat senang.Ia mengantar Putri sulungnya ke kamarnya yang dulu sebelum menikah.

__ADS_1


"Ma...Vino mau main ya"Vino yang sedari tadi diam mengekor angkat bicara.


"Viek juga..."Viviek yang tengah berada dalam gendongan Bu Yana turut menyahut.


"Ya udah...tapi jangan jauh-jauh ya Vin"Ujar Vienna.


"Ok Mama...Ayo dek"Vino memanggil adiknya, Viviek meluruh turun dari gendongan sang Nenek.Kemudian ia berlari bersama Kakaknya keluar kamar.


"Kamu sudah makan Vien?"Tanya Bu Yana, disaat ia dan anaknya duduk bersisian di tepi kasur.


"Sudah Bu,tadi makan di terminal"


Bu Yana manggut-manggut...


"Ya sudah kamu istirahat aja dulu,Ibu mau mantau anak-anak takut main di sungai "


"Iya Bu.."


Bu Yana bangkit lalu keluar dari kamar putrinya.Sepeninggal sang Ibu, Vienna mengamati suasana kamarnya.Baru kali ini dia datang sendiri.Rasanya sangat lain,sakit yang baru saja hilang.Kini menyebak didadanya.


Tiba-tiba ponsel Vienna berdering,nama Mira tertera di layar kaca.Eh cepat sekali dia tahu akan kedatangan nya.


"Hallo..."


"Hey...kapan datang ?kok nggak ngasih kabar??"sapa Mira lantang membuat Vienna agak menjauhkan ponselnya dari daun telinga.


"Baru sampai,kok tahu sih?"balas Vienna.


"Kebetulan lagi belanja di warung,eh aku malah ketemu Ibu kamu sama anak-anak"


"Aduh...pada malak Ibu tuh"


"Nggak...aku yang beliin"


"Ohya?? makasih Tante.."


"Udah cepet kesini ya..aku tunggu!!Atau aku yang kesana"


"Jangan-jangan "jawab Viena cepat"Ok aku yang kesana"


"Duhh kayaknya takut banget deh aku samperin ke rumah nya"


"Bukan gitu...aku takut kamu keceplosan nanti "


"Ok..Ok...ya udah cepet gih"


"Iya"jawab Vienna dengan nada terpaksa,Mira justru ngakak.Keduanya memutuskan talian hampir bersamaan.


Vienna keluar kamar,ia bersiap untuk pergi ke rumah Mira .


"Pak... boleh pinjam motornya, Vienna mau main ke rumah Mira"


"Iya.. kuncinya masih ada di sepeda motornya"jawab Pak Baskoro.


"Ohh ok Pak,Vienna berangkat dulu ya Pak"


Pak Baskoro mengiyakan.Ia memperhatikan kepergian putri nya itu dengan naluri yang cukup kuat.

__ADS_1


__ADS_2