
FLAS BACK
"Kamu ah...nakal banget sih jadi cowok"Vienna memukul lengan Lion dengan gemas,bahkan diselingi cubitan kecil.
"AW.. sakit sayang..."Lion meringis kesakitan namun ia senyam-senyum menanggapi kecemburuan pacar nya.
"Rasain"umpat Vienna ,ia melengos sambil melipat tangan di dada.
"Ih sadis Amat ya.."
"Habisnya ngapain kamu disana?cekakak cekikik sama Rosa,dah tahu aku nggak suka dia"
"Ciyeee cemburu nih"Lion malah menggoda.
"B0d0"
"Jangan gitu dong sayang,aku tu kan cuma cinta sama kamu sayang sama kamu.Kok malah dijahatin gini sih"
"Gombal!!"
"Serius... kalau kamu rontgen nih dadaku pasti akan terlihat namamu yang terukir indah"
Vienna mencebikkan bibirnya.
"Kenapa nggak sekalian di belah aja?"
"Kalau dibelah aku bisa mati,nanti aku yang rugi kalau aku mati.Karena kamu akan dimiliki oleh orang lain"
Vienna tersenyum malu-malu
"Emang kamu mau kalau aku mati dan kamu harus hidup menyendiri seumur hidup ?"
"Ogah..."jawab Vienna ketus namun tersimpan senyuman manis.
"Tuh nggak mau,jadi aku nggak mau mati juga"
"Emang kamu ngapain sih sama Rosa tadi?"
"Ohhh itu...dia cerita ke aku tentang neneknya yang nungguin air mendidih, sampai satu jam-man lah airnya nggak panas-panas.Tapi ternyata neneknya lupa nyalain kompor nya"
"Cerita gitu aja...Apanya yang lucu"ketus Vienna .
"Yang lucu tuh kamu... cemburu-an... gemesin banget sih"Lion mencubit pipi Vienna.
"Ihhh sakit..."
Vienna melepaskan diri dari cubitan sayang si Lion.Pria itu menarik tubuh Vienna dalam pelukannya.
"Jangan cemburu buta lagi ya...aku cuma sayang dan cinta sama kamu..Sampai kapanpun.."
"Jangan gombal.. jodoh ada ditangan Tuhan"
"Iya aku tahu,jika seandainya Tuhan menjodohkan mu dengan orang lain,yah mau apa lagi??tapi kalau pria itu menyakiti mu,aku akan merebut mu kembali.. Apapun caranya "
Vienna tersenyum tipis,ia begitu bahagia mendapatkan cinta dari seorang Lion yang begitu banyak.Sehingga ia tak rela jika terbagi dengan siapapun juga.
__ADS_1
*
"Jika di kenang...saat itu??Kau begitu lucu..tapi sekarang..aku heran,kenapa masih bertahan dengan orang yang sudah nyata mengkhianati mu"Ujar Lion.
"Karena dulu aku masih kurang dewasa,jadi selalu gegabah mengambil keputusan "
Lion meng-angguk-anggukkan kepalanya.
"Apakah itu artinya,kau menyesal putus dengan ku??"
Vienna menautkan kedua alisnya.
"Kenapa kamu berpikiran begitu ??"
"Karena kamu mengambil keputusan dengan gegabah"
Vienna tersenyum kelat..
"Mama..."Vino berlari kecil menghampiri Ibunya.
"Ya sayang..."
"Adek Ma...dia ketiduran "
"Oh.."Vienna langsung turun dari kursi nya.
"Biar aku saja"Lion mendahului,ia berlari kecil masuk ke area permainan.
Vienna diam memperhatikan Pria yang pernah ia cintai menggendong anaknya penuh kasih.Vino pun terlihat sangat akrab.Pikiran Vienna mulai terpengaruh dengan kata-kata Lion.Ia tidak mungkin terus begini,bertahan namun tersakiti.Apalagi ia tahu tujuan Norma hanyalah untuk menyiksa batinnya.
Vino dan Viviek tidur dengan sangat pulas di dalam mobil.Sementara Vienna dan Lion duduk di kursi depan, mereka mengobrol tanpa bosan dalam keadaan mobil terparkir.
"Apa kamu nggak mau pulang ??"tanya Vienna .
"Kamu sendiri gimana ??tadi kan Gunawan sudah mengusir mu"
Vienna tak menjawab
"Apa kamu mau ikut ke rumah ku??"
Vienna tersenyum,ia menggeleng pelan.
"Aku masih berstatus istri nya,jadi aku mau pulang dulu ke rumah.Nanti kalau memang sudah tidak bisa dipertahankan,akan aku urus semuanya.Termasuk hak asuh anak-anak "
Lion mengangguk mengerti.
"Kalau butuh apa-apa ?Kamu hubungi aku saja,aku siap membantu 24 jam untuk mu"
Vienna tersenyum simpul,ia jadi teringat masa lalu.Lion selalu on time saat dia menelepon, apapun itu dia akan datang tak perduli jam berapa,hujan ataupun panas.Dan sekarang dia tidak berubah sama sekali.
*
*
Mobil Lion melaju pelan saat sudah berada di depan rumah Vienna .Mereka membagi tugas dalam hal menggendong dua anak Vienna ,Lion membawa Vino, sedang Viviek di gendong Ibunya.Lion tersenyum, ia tidak pernah mengira akan ada dalam situasi seperti ini bersama seseorang yang sangat ia cintai.
__ADS_1
"Oohhh jadi kamu baru pulang ?"Gunawan berkacak pinggang di ambang pintu.Langkah Vienna terhenti, rupanya disana sudah ada Ibu mertuanya.
"Vienna kamu kemana saja-?di telfon malah nggak aktif"tanya Bu Malika menghampiri,ia mengambil Viviek dari gendongan nya.
"Baterai handphone Vienna drop Bu"Vienna menjawab.
"Alasan Itu Bu...pasti dia sengaja matiin telfon biar nggak diganggu saat pacaran sama pria itu "Gunawan menyela,Bu Malika melirik Lion.Beliau geleng-geleng kepala lalu masuk ke dalam.
"Bawa Vino masuk ke dalam Vien"serunya sambil terus melangkah masuk.Vienna menurut,ia mengambil alih Vino dari gendongan Lion.
"Kamu nggak apa-apa ?"tanya Lion.
"Nggak apa-apa...kamu pulang aja ya.. makasih banyak"
Lion nampak sangat khawatir dengan Vienna .
"Kalau ada apa-apa , telfon aku"
Vienna mengiyakan,ia pun masuk ke dalam rumah dengan ditunggu oleh Gunawan di ambang pintu.
"Ngapain masih disini ?pergi sana!!! Ganteng-ganteng suka gangguin istri orang "gerutu Gunawan ,Lion pun berbalik pergi.Namun ia sangat mencemaskan Vienna ,pasti akan terjadi sesuatu malam ini.Jadi ia memutuskan untuk memarkir mobilnya di ujung jalan.Guna mengantisipasi kejadian terburuk.
*
"Vien...Ibu mau bicara"Ujar Bu Malika saat mereka berhasil meletakkan Vino dan Viviek ke atas perbaringan.
"Baik Bu..."Vienna beringsut turun,ia mengekori langkah Ibu mertuanya.Perasaannya kacau,namun ia sudah menyiapkan mental untuk menghadapi apapun yang terjadi.
"Siapa pria itu Vien?"tanya Bu Malika mengawali pertanyaan nya.
"Guru di sekolah Vino Bu"
"Bohong Bu....aku yakin sekali mereka pacaran"Timpal Gunawan .
"Diam Gun...Ibu bertanya sama Vienna ,bukan sama kamu"hardik Bu Malika.
"Kenapa dia mengantar mu pulang ??"
"Karena...Karena kami habis menemani anak-anak main Bu"
"Tu kan Bu..."Gunawan merasa paling benar.Bu Malika menghela nafas panjang.
"Kamu sudah bersuami Vien...tidak baik jika bersama pria lain, apalagi jalan-jalan..Pastinya kamu tahu arah pandang masyarakat mengenai hal itu"
"Sudah Gunawan bilang Bu..mereka ada hubungan "Gunawan semakin mengompori Ibunya.
"Benar itu Vien??"
Vienna Mengangkat wajahnya menatap suaminya.
"Apa kamu sekarang sedang menyalahkan ku Mas?dan mencari pembenaran atas kesalahan mu?"
"Loh jangan malah melemparkan kesalahan padaku Vien, Aku sama Norma sudah halal.Kamu???aku bisa tuntut kamu loh Vien"
"Ya udah tuntut aja...aku udah muak dengan sikap kamu yang selalu merasa benar sendiri.Lagian aku udah capek Mas ngalah terus "Vienna menegakkan punggungnya,tidak mau dia diintimidasi oleh suami dan mertuanya.
__ADS_1