KASIHKU, ANAKKU

KASIHKU, ANAKKU
EPS 28


__ADS_3

"Vien... tunggu"Lion sigap menahan daun pintu yang hendak ditutup oleh Vienna .


"Ada apa lagi?"ucap Vienna sengit.


"Maafkan aku,tadi aku harus bertemu klien sebentar.Aku terpaksa meninggalkan Vino dan Viviek di rumah sementara waktu"


"Sudah??"


"Vien...tolong maafkan aku "


Vienna menarik nafas dalam-dalam.


"Tak apa..ini salah ku bukan salah mu.Seharusnya aku tahu,hanya ayah kandungnya yang menyayangi anak-anak dengan penuh kasih "


Usai mengatakan itu,Vienna menutup pintu kamarnya.Lion tergagap,hatinya seperti dihujam belati mendengar kalimat yang diucapkan oleh Vienna .Ia berlari turun ke bawah lagi.


"La.. uangnya jangan dikasih semuanya sama Den Lion.Toh dia nggak akan tahu jumlah uang ini,jadi dia tidak mungkin tahu kalau uangnya kita palak"Mbok Saripah memberikan ide.


"Iya Buk"LiLa sangat setuju.Ia menghitung uang itu dulu,lalu mengambil nya beberapa lembar.Belum lagi uang itu lolos ke dalam celah dadanya,Lila terbelalak melihat Lion sudah berdiri di ambang pintu dapur.


"Apa yang kau lakukan ??"


LiLa kelabakan,ia mendadak gagap untuk menjawab.Mbok Saripah pun memucat,ia menelan saliva karena ketakutan.


Lion mendekat,ia merampas semua uang yang dipegang oleh Lila dengan kasar.


"Kalian mau aku pecat ??"


LiLa dan Ibunya kompak menggeleng.


"Katakan...apa yang terjadi sampai Vienna semarah itu padaku?"


Dua Ibu dan anak itu saling berpandangan penuh ketakutan.


"JAWAB!!!"Bentak Lion,LiLa tersentak.Ia mundur beberapa langkah dengan gemetaran.


"Kalau tidak mau menjawab, cepat kemasih barang-barang kalian dan pergi dari rumah ini sekarang juga!!"


LiLa meluruh ke lantai, tungkai kakinya terasa lemas sekali.


"Ampun Den .. jangan pecat saya... jangan pecat ibu saya.."LiLa menangis.


"Kalau begitu jawab!!!"


"Anu Den .. tadi dua anak kecil itu menarik-narik mesin ps-nya sampai rusak Den ,terus ibunya mengganti mesin itu Den"


"Kau jangan bohong...aku tidak percaya jika hanya karena mesin PS Vienna akan semarah itu padaku"


"Sungguh Den sungguh... mungkin karena ucapan Lila yang terlalu kasar, yang mengatakan kalau dia harus sadar diri tinggal di sini . AGAR jangan merusak barang-barang punya Aden"

__ADS_1


"Kau siapa ??mengatakan hal itu padanya?? Kau bukan siapa-siapa LiLa, kau hanya seorang pembantu, kau tidak berhak mengatakan seperti itu pada Vienna "


"Ampuni saya Den...saya hanya ingin menjaga barang-barang milik Den Lion agar tidak rusak . Itu saja..."


Lion mendengus kesal,saat wajahnya berpaling.Tanpa sengaja ia melihat Vienna menuruni anak tangga dengan menarik kopernya.


"Vienna ..."Lion segera berlari menghampiri.


"Kau mau kemana ??"


"Aku mau pulang ke kampung saja Lion,toh aku sudah mendapatkan berkas-berkas surat perceraian ku.Tinggal menunggu panggilan saja"jawab Vienna ,ia menarik kopernya.Namun Lion menahan koper tersebut.


"Jangan pergi Vien...aku mohon.. tinggal lah Disini "


"Makasih Lion...tapi aku nggak bisa berlama-lama numpang disini..aku punya rumah sendiri.Apa kata orang nanti kalau melihat kita tinggal seatap tanpa hubungan "


"Aku akan menikahi mu!!"sergah Lion cepat.Vienna tergamang, untuk kesekian kalinya hati Vienna bagai tercucuk sembilu.


"Maafkan aku...aku nggak bisa..."Vienna menarik kembali kopernya,sedang Vino memegang tangan adiknya dengan erat.


"Tidak!!aku tidak mau menerima alasan apapun..Aku mencintai mu Vien"


"Aku punya anak Lion,cinta sekarang prioritas utama bagiku.Aku hanya ingin anak-anak ku bahagia.."


"Maafkan atas kelalaian ku Vien..aku janji ini yang terakhir kalinya "


Vienna menggeleng pelan..


Lion tak bisa menahan perasaannya saat Vienna memaksa untuk pergi.Ia menarik tangan Vienna lalu mendekapnya erat.LiLa dan Ibunya sampai menahan nafas melihat adegan romantis itu.


"Lepasin Lion..."Vienna berontak.


"Aku tidak akan pernah melepaskan kamu lagi... tidak akan pernah"


"Lepasin.."


Vienna Mengangkat dengkul nya hingga menghantam ************ Lion.Pria itu meringis kesakitan sampai pelukan nya terlepas.


Gegas Vienna mengajak anak-anaknya untuk pergi.


"Vien...Vienna .. tunggu"Lion berusaha memanggil wanita itu sambil menahan sakit,namun Vienna tak perduli.Ia terus saja berlari keluar dan masuk ke dalam taxi online yang sudah ia pesan.


"Vien...Vienna .."Lion memperhatikan mobil yang perlahan bergerak pergi.Ia memukul daun pintu, melampiaskan kemarahannya.


"B4n9sat!!!"umpat Lion penuh emosi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kepulangan Vienna disambut hangat oleh Bu Yana dan Pak Baskoro .Rupanya Gunawan ada di sana.Pria itu mengulas senyum semanis mungkin saat Vienna menatapnya.

__ADS_1


"Papa..."Viviek berlari ke dalam pelukan sang Ayah.


"Viek..."Gunawan terharu sampai menitikkan air mata.


"Papa kemana saja??kenapa Viviek nginep lama-lama di rumah Om guru??kenapa Papa nggak datang jemput kami...Tante di rumah Om guru jahat Pa,dia mukul Viek sama kak Vin"


Gunawan terbelalak mendengar semua apa yang dikatakan Viviek.


"Benar itu Vien??Apa karena itu kamu pulang sekarang ??"tanya Gunawan .Vienna tak menjawab..Ia berbisik kepada Ibunya agar membawa anak-anak masuk.Bu Yana mengangguk,ia mengambil alih Viviek dari gendongan Gunawan .Lalu menuntun Vino masuk ke dalam.Pak Baskoro pun mengekor, meninggalkan pasutri itu untuk bicara.Yuda yang menguping berlari ke kamar nya.


"Tolong jawab pertanyaan ku Vien"sambung Gunawan .Vienna menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya pelan.


"Aku sudah mengatasi masalah itu Mas"


"Vien...kau tahu aku tidak pernah sekalipun memukul anak-anak.Siapa yang dimaksud Viviek Tante om guru?"


"Pembantu Lion.."


"Apa ???lalu apa kata pria itu ??"


"Entahlah..aku tidak yakin dia tahu.Karena dia tidak ada di rumah saat kejadian "


"Jadi kamu ninggalin anak-anak sama pembantu di rumah Lion ??dan kamu datang ke rumah sakit untuk menemui ku??kenapa kamu tidak membawa mereka Vien??"


"Aku meninggalkan Vino dan Viviek sama Lion,bukan sama pembantu nya"


"Oh jadi maksud kamu,kamu ninggalin Anak-anak sama Lion.Dan Lion nitip mereka sama pembantu nya?"


Vienna mengiyakan.


"Kurang 4j4r!!tidak bertanggung jawab sekali dia...Apa kau akan menjadi kan pria seperti itu sebagai calon ayah Vino dan Viviek ??hah??"


"Emang kapan aku bilang aku akan menikah dengan dia?"Vienna tersulut emosi.


"Jadi ngapain kamu tinggal di rumah dia Vien??"


"Aku hanya menetap sementara untuk mempermudah mengurus surat cerai Mas"


"Setelah kejadian ini kau masih ingin bercerai Vien?"


"Lalu kenapa?"


"Kau tidak mikir gimana anak-anak ??"


"Aku sudah mikir semuanya Mas,kau memang ayah yang baik buat anak-anak.Tapi bukan suami yang baik untuk ku"


"Vien...selama sepuluh tahun,baru kali ini aku melakukan kesalahan besar.Aku menyesal...dan aku janji nggak akan mengulangi nya lagi"


"Tapi hatiku terlanjur sakit Mas..."

__ADS_1


"Tolong lah Vien...beri aku satu kesempatan lagi..satu kali saja"Gunawan memohon penuh hiba.


Vienna membuang muka..ia tidak bisa menatap langsung wajah Gunawan yang memelas.


__ADS_2