KASIHKU, ANAKKU

KASIHKU, ANAKKU
EPS 13


__ADS_3

Hemmm pantas,hari itu aku menemukan struk tiket MRT menuju plaza Senayan.Rupanya Mas Gunawan sering datang ke rumah Norma.


Vienna terus bermonolog dalam dirinya sendiri,mengaitkan kejadian demi kejadian didalam hidup nya.


"Entah apa yang kamu dapatkan dalam diri Norma sehingga kamu tega menduakan ku Mas"


Vienna mengedarkan pandangannya keluar mobil,ia memeluk kedua anaknya dengan kuat.Helaan nafas berat kerap kali ia hembuskan.Jika bukan karena kedua putranya, mungkin Vienna akan lebih memilih menyerah saja.


*


Norma membersihkan meja makan setelah Gunawan menyelesaikan makan siangnya.


"Nanti malam makan disini lagi kan sayang ?"Tanya Norma ,ia mendekati Gunawan . Merapikan dasi dan jaz yang dipakai oleh suaminya itu.


"Kayaknya tidak sayang,aku harus pulang.Vienna dan aku kan baru baikan"


"Kamu udah lama loh mas nggak makan malam sama aku"


"Iya aku tahu, nanti kalau Vienna udah bisa berdamai dengan keadaan.Aku akan setiap malam makan bareng sama kamu"


Norma diam, ia kesal karena penolakan dari Gunawan .Tapi ia tidak bisa memaksa,karena jika ia terlalu memaksa.Nanti Gunawan bisa marah dan justru pergi meninggalkannya.Norma akan memikirkan cara lain yang lebih halus.


"Aku balik kerja dulu ya sayang"Gunawan membelai pipi Norma dengan lembut,Norma mengangguk disertai senyuman manis.


*


"Hallo..."Gunawan mengangkat telepon dari Vienna saat ia sudah berada di dalam MRT.


"Mas...udah makan siang ?"


"Udah sayang... baru saja"


Vienna terdiam saat mendengar suara operator perempuan menyiarkan destinasi sudah sampai.Hatinya nyeri sekali, karena ia tahu jika Gunawan pasti makan siang di rumah Norma.


"Sayang...."Gunawan memanggil istrinya karena tak ada suara apapun dari seberang.


"Iya..."Vienna menjawab pendek.


"Kamu udah makan?"


"Udah...tadi aku pergi belanja ke swalayan bersama anak-anak.Jadi makan disana"


"Ohhh baguslah... kalau uang belanja habis,kamu ngomong ya..aku tambahin nanti"


"Iya mas.."


"Ya udah..aku mau lanjut kerja dulu ya sayang"


"Iya Mas... hati-hati "


"Ok..."


Talian telfon terputus.Vienna menggenggam erat ponselnya.Ia marah,emosi,sakit hati.Tapi ia biarkan semuanya meletup dalam hatinya saja.Ia harus belajar kuat dari semua rasa sakit ini,agar ia bisa melawan Norma sampai akhir.


*


Jam 5 sore, waktunya untuk pulang dari kantor.Gunawan gegas menuju tempat parkir,ia ingin segera pulang untuk bertemu Vienna dan anak-anak.Karena Gunawan berencana mengajak mereka makan malam di luar.


Ponselnya berdering saat Gunawan sudah menghidupkan enjin mobil.


"Hallo..."

__ADS_1


"Mas...tolong..."


"Norma??kamu kenapa ??"


"Perutku kram Mas,sakit"


"Apa???kamu dimana sekarang ??"Gunawan mulai panik.


"Dirumah,,,,tolong Mas"


"Iya iya.. tunggu aku....aku langsung kesana"


"Iya Mas"


Gunawan menutup telfon nya.Ia kebingungan sendiri,tapi ia tidak bisa membiarkan Norma sendiri-an menahan sakit.Jadi Gunawan memutuskan untuk ke tempat Norma terlebih dahulu.


Sudah jam 9 malam,tapi Vienna tak mendengar deru mobil suaminya.Ternyata Norma benar-benar membuat Gunawan tidak pulang malam ini.


Tidak mungkin Vienna menelfonnya,karena ia tahu kalau dia menelpon pasti itu adalah sesuatu kekalahan baginya.Norma akan merasa di atas angin.Vienna harus bermain cantik.


Ia punya ide yang cukup bagus untuk memukul mundur seorang Norma,Vienna masuk ke dalam kamar anaknya.Kebetulan Vino dan Viviek tengah bermain Lego bersama.


"Hay... anak-anak Mama belum tidur ya?"Sapa Vienna lembut.


"Papa belum datang ya Ma?"Tanya Vino.


"Belum sayang,katanya ada rapat...emmm gimana kalau kita ke rumah Nenek?kita nginep disana malam ini.Mama takut kalau nggak ada Papa"


"Ke rumah Nenek??horeee ayo Ma kita ke Rumah Nenek"Vino bersorak gembira, Viviek ikut-ikutan bersorak senang.


"Ya udah Mama pesan grab dulu ya"


"Ok Ma"


"Kali ini kau akan tahu kekuatan yang sebenarnya Norma"bisik Vienna dalam hati.


*


Mendengar suara ketukan pintu dengan disertai salam,Bu Malika tertanya-tanya siapa yang datang malam-malam begini ? Kacamata usangnya ia pakai, melihat jam dinding tua di atas televisi.Sudah pukul 10,15 menit.Bu Malika turun dari tempat tidur,berjalan tergopoh-gopoh menuju pintu utama.


"Vienna ..."pekiknya tak percaya.Vino menyalami neneknya dalam keadaan mai-mai.Sedang Viviek tidur dalam gendongan Ibunya.


"Kamu sama siapa kesini?"Bu Malika celingukan tidak menemukan sosok putra sulungnya.


"Sendiri Bu"Jawab Vienna setelah mencium punggung tangan Ibu mertuanya.


"Ayo masuk masuk.."


Vienna patuh,ia masuk ke dalam.


"Tidurkan Viviek dan Vino di kamar Isa saja...Kamar Gunawan tidak aku bersihkan tadi pagi"


"Baik Bu..."Vienna masuk ke dalam kamar adik iparnya, kebetulan Isa tengah menyelesaikan studi di kota.Ia akan pulang akhir pekan saja.Itu pun kalau tidak ada extra kurikulum.Jadi selama Isa sekolah, kamarnya akan kosong.Bu Malika akan senantiasa merapikan kamar Putri bungsu nya itu.


"Kamu kenapa Vien?? tengkar sama Gunawan ??"Bu Malika meletakan secangkir teh hangat di depan menantu nya.Lalu ia duduk di dekat Vienna yang duduk di kursi panjang.


"Nggak usah repot-repot Bu..."Vienna merasa segan sekali.


"Nggak apa-apa....Ayo cerita kan sama Ibu,kenapa kamu datang kesini malam-malam begini ??Gunawan kemana?"


Vienna tertunduk pilu,ia merasa tak tega mengatakan semuanya kepada beliau yang begitu baik padanya.

__ADS_1


"Katakanlah Vien...Ibu sudah menganggap mu seperti anak sendiri..Kalau Gunawan salah,Ibu tidak akan segan menegur nya"


Vienna tertunduk semakin mendalam,air mata sudah bertakung di sudut matanya.


"Maafkan Vienna Bu...Vienna tidak tahu lagi harus bagaimana ??Mas Gunawan ...Mas Gunawan nikah lagi Bu.."Akhirnya Vienna menangis,ia berhambur ke pelukan Bu Malika.


"Apa??? yang benar Vien??"Bu Malika seperti disambar petir mendengar pengakuan menantu nya.Vienna mengangguk dengan kepala terbenam dalam dekapan ibu.


"Terus??apa kata Gunawan ??"


Vienna mengangkat kepalanya, wajahnya sudah basah oleh air mata.


"Dia ingin poligami Bu.."


"Hah??sudah gila kamu Gun"gerutu Bu Malika emosi.


"Dan sekarang Mas Gunawan nggak pulang ke rumah Bu... pasti dia sedang berada di rumah perempuan itu"


"Kamu mau ta dimadu??"


"Wanita mana yang mau dimadu Bu"


Bu Malika geleng-geleng kepala.


"Tunggu dulu...kamu tunggu dulu ya"Bu Malika tergopoh-gopoh masuk ke dalam kamarnya.Ia mengambil ponsel lalu menghubungi nomor Gunawan .


Gunawan yang baru saja pulang dari klinik kandungan juga habis makan malam bersama Norma.Kaget melihat ke layar ponsel, Ibunya menelfon.


"Assalamualaikum Bu..."sapa Gunawan lembut dan santun.


"Wa'alaikum salam..Dimana kamu Gun??"Bu Malika langsung membentak putranya.


"Di-di jalan Bu... Ke-kenapa Bu?"Gunawan langsung pias mendengar Kemarahan sang Ibu.Norma yang berada di samping kirinya memberi kode seperti bertanya ada apa ?


"Vienna ada disini...kamu kemana saja?kenapa membiarkan istri mu sendirian di rumah,hah?"


Gunawan menelan saliva,ia panik... darahnya berdesir panas.


"Cepat kesini!! sekarang juga!!"Bu Malika menutup telfon secara sepihak,Gunawan kaget ponselnya berbunyi TUUUUUUT.


"Ada apa Mas?kok kamu langsung pucat gitu??"perasaan Norma mulai tak nyaman.


"I-ibu..emmm"Gunawan kebingungan harus bagaimana ??


"Kenapa dengan Ibu??"Norma semakin panik.


"Aku...aku harus ke rumah Ibu sekarang"


"Aku ikut"potong Norma cepat.


"Kau jangan gila...Ibu akan bertambah marah nantinya"


"Terus,itu Ibu kenapa?kamu kok takut banget "


"Vienna ....Vienna ada di rumah Ibu sekarang "


"Apa??!"Norma tersentap.


"Ibu sangat marah sekali, pasti Vienna sudah menceritakan semuanya"


"Ngapain sih dia pakek ngadu segala...dasar mulut ember"maki Norma kesal.

__ADS_1


"Ya sudah...aku antar kamu sampai dilobi saja ya..Aku harus segera pulang"


Norma terdiam, ia mengingat kejadian tadi siang saat bertemu dengan Vienna . Rupanya ini cara Vienna untuk melawan dan menunjukkan taringnya.


__ADS_2