KASIHKU, ANAKKU

KASIHKU, ANAKKU
EPS 9


__ADS_3

"Vieeenaaaa"Mira langsung memeluk sahabat karibnya itu.Ia begitu bahagia bertemu Vienna setelah pertemuan di reunian.


"Kamu kok nggak bilang-bilang kalau mau pulang,kan aku bisa jemput"


Mira mengapit sahabat nya untuk masuk ke dalam rumah.


"Aku emang nggak ngasih tahu siapa-siapa Mir,sama Ibu dan Bapak aja aku nggak ngasih tahu"


Keduanya duduk dalam satu kursi panjang.


"Kamu udah nyerah??"Mira mencondongkan tubuhnya agar lebih dekat dengan Vienna .


"Belum...aku masih mikirin anak-anak Mir"


"Terus Gunawan gimana ??"


"Dia sih masih berperilaku baik padaku, apalagi sekarang Norma hamil"


"Apa???hamil??"Mira tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya.


Vienna mengiyakan.


"Terus?? Gimana ??"


"Hemmm sepertinya Mas Gunawan ingin berpoligami"


"Lalu kamu mau Vien?"


Vienna tidak bisa menjawab pertanyaan yang menyakitkan ini.


"Kau jangan bodoh lah Vien, laki-laki masih banyak.Buktikan sama Gunawan, kalau dia tidak pantas memperlakukan mu seperti ini"Ucapan Mira begitu berapi-api.


"Bila diikutkan emosi,aku ingin seperti itu. Sakit Mir,,, orang yang aku percayai selama ini ternyata penghianatiku ,dan itu bukan dengan orang lain"


Mira turut merasakan kesakitan sahabatnya,ia meremas bantal yang dipeluknya erat-erat.


"Kur4ng 4jar memang si Norma,dia memang sudah merencanakan ini semua Vien.Masalah kita yang reuni-an,tidak satupun dari teman-teman kita yang mengundang nya.Karena kami memang lost kontak sejak lulus SMA.Dia ngilang gitu aja Vien, Facebook nya udah nggak pernah onl"


"Lalu sekarang dia tinggal dimana?"


Mira menggeleng..


"Kalau menurut cerita orang tuanya,Norma kuliah diluar kota sambil merantau.Tapi tak tahu dimana ?Dan sampai sekarang nggak ada yang tahu Norma tinggal dimana?Kabarnya dia buka restoran "


"Jadi dia nggak ada disini ??"


Mira menggeleng.

__ADS_1


"Kenapa ??"


"Berarti, Norma tinggal tidak jauh dengan ku"


"Maksud mu ??"


"Mas Gunawan pernah bilang, kalau dia tidak ke hotel untuk bertemu Norma.Tapi ke rumah nya..Rasanya tidak mungkin Mas Gunawan kesini hanya dalam beberapa jam bolak balik kan? Awalnya aku pikir,Mas Gunawan bo-ong "


"Astaga...jadi dia tinggal tidak jauh dari rumah mu??Apa Gunawan tahu kalau Norma itu siapa?"


Vienna menggeleng lemah.


"Aku tidak bisa ngasih tahu, karena aku malas untuk membuka kenangan masa lalu "


Mira menelengkan kepalanya memperhatikan Vienna .Vienna jadi gugup ditatap sedemikian rupa oleh Mira.


"Kamu masih gugup jika menyebut nama Lion ?"


Vienna membuang muka.Melihat gelagat sahabat nya,Mira tertawa mengejek.


"Kau masih menyimpan perasaan ya sama Lion??iya kan iya kan...ngaku deh"


"Nggak ah... ngapain juga,aku udah bersuami Mir"Vienna berselindung dibalik status nya,namun pipinya yang merona tak mampu untuk dibohongi.


"Bersuami tapi diduakan ,buat apa dipertahankan ..Kalau aku jadi kamu mending cerai,toh Lion masih bujang tuh"


"Hehehehehe kayak gimana ya bersinnya orang ganteng..."


Vienna meleyot malu.


*


*


Di lain tempat, Gunawan sengaja mengajak Norma jalan-jalan sampai capek.Agar tidak terpikir untuk kembali ke rumahnya.Setelah nampak kelelahan, Gunawan barulah mengajak pulang.Diperjalanan Norma ketiduran, Gunawan langsung membawa wanita itu ke apartemennya.Ia menggendong Norma yang terlelap agar tidak terjaga dengan penuh kehati-hatian.


Gunawan, dengan telaten membuka sepatu Norma dan menyelimuti tubuh wanita tersebut.Ditatapnya dalam-dalam wajah wanita yang mampu membuatnya mengkhianati Vienna .


Ada rasa sesal yang membuak dihatinya,tapi semuanya sudah terlambat.Ia sangat berharap sekali Vienna akan mau memaafkannya dan menerima keputusannya.Meskipun ia tahu,itu bukanlah perkara mudah.


Gunawan berdiri di balkon apartemen,angin yang cukup dingin tidak mampu membuat Gunawan beranjak masuk ke dalam.Ia lebih betah disitu,diam sambil menatap langit luas yang mulai teduh.


"Vienna sedang apa kamu disana?kenapa aku sangat merindukanmu ??Maafkan aku sayang,aku telah banyak melukai hatimu.Tapi aku harus bagaimana ?? Sekarang ini Norma sedang hamil,aku tidak bisa menceraikannya"


Gunawan menghisap nikotin begitu mendalam,lalu menghembuskannya jauh dibawa oleh angin.Jika saja asap nikotin itu bisa membawa pesan rindunya untuk Vienna .Maka akan ia hembuskan banyak-banyak agar Vienna tahu tentang perasaannya.


Sepasang tangan putih nan mulus melingkar di dada Gunawan.Pria itu tersentap.

__ADS_1


"Vienna "


Seperti sesuatu hangat menjalar di seluruh tubuh hingga memias ke ubun-ubun.Norma merenggangkan pelukannya,ia tercekat mendengar nama Vienna disebut oleh pria yang dicintainya.


"Eh sayang... maaf,aku...aku.."Gunawan sangat gugup karena terlepas kontrol.Norma seperti tak mendengar,ia berbalik masuk ke dalam rumah.


"Sayang...jangan marah dong,aku..aku nggak sengaja"


"Baru tadi kamu di tinggal sama Vienna Mas,belum satu hari,belum 12 jam,kamu sudah begini.Dan itu kamu lakukan di depan aku,di rumah aku"


"Sayang...aku minta maaf"Gunawan seperti orang bod0h yang tidak tahu harus bagaimana selain minta maaf.


Norma begitu emosi,ia berteriak seperti orang kesetanan.Gunawan berusaha menenangkan,tapi Norma justru semakin menjadi-jadi.


"Apa arti diri ku bagimu Mas??Tak bisakah kau menghargai kebersamaan kita?Kamu saja tidak tahu apa yang Vienna lakukan disana bukan?siapa tahu dia malah selingkuh ?"


"Norma!!!"Gunawan refleks menghardik dengan suara keras"Jaga bicaramu baik-baik,Vienna bukan wanita seperti itu"


"Lalu ??? Wanita seperti apa dia ? Wanita suci?Hah!! kau tidak tahu Mas Seperti apa Vienna sebenarnya"


"Cukup!!!Jangan menambah masalah lagi dalam pikiran ku Nor"


"Apa??jadi aku hanya bikin masalah dalam pikiran mu Mas??"


"Aku tidak mengatakan itu Nor,aku hanya ingin kamu stop membicarakan hal yang tidak-tidak tentang Vienna "


Norma tersenyum kecut.


"Ya sudah,sana kembali pada istri tersayang mu Mas.Tinggalkan aku sendiri!!Biarkan aku merawat anak kita,buah cinta kita ini sendiri,Aku sadar kok...aku memang tidak sepadan dengan Vienna "Norma mulai menangis,ia membelai perutnya yang masih rata.


Gunawan terenyuh, ia menghela nafas membuang emosinya Dan menarik Norma dalam pelukannya.


"Maafkan aku sayang...aku tidak mungkin meninggalkan mu,aku tidak mungkin meninggalkan anak kita,aku hanya takut..aku takut Vienna pergi dan tidak akan kembali.Karena dia bawa anak-anak "


Air mata tetap membasahi pipi,namun senyuman licik terukir di sudut bibirnya.


"Aku iri Mas sama Vienna "


Gunawan merenggangkan pelukannya.


"Kenapa iri sama dia?"


"Karena kamu sangat mencintai nya"Norma menundukkan pandangannya.


"Aku juga mencintaimu sayang,aku ingin kita hidup rukun dan akur dalam sebuah keluarga.Aku janji akan berusaha untuk adil ,sama kamu,sama Vienna .Kamu mau kan?"


Norma mengangguk setuju

__ADS_1


"Yah Mas,jika kita bisa hidup bertiga dalam satu atap.Akan lebih mudah bagiku untuk menghancurkan nya"


__ADS_2