
Gunawan mendatangi Norma di rumah sakit,hari ini ia sudah bisa pulang.Selama di perjalanan, sepasang suami istri itu tak ada yang memulai untuk berbicara.Mereka sama-sama bungkam seribu bahasa.
Saat sudah tiba di apartemennya,Gunawan meletakkan semua barang-barang Norma di kursi.Lalu ia berbalik untuk pergi,Norma diam menatap punggung pria itu.Ada gundah terselip dalam jiwanya.Dinginnya sikap Gunawan mampu menusuk kalbunya.Entah kenapa??Norma merasa serba salah.
*
Vienna sudah kembali ke rumah nya dengan Gunawan .Ia menjalani rutinitas seperti biasa.Namun untuk menjemput Vino,Vienna tidak sampai masuk ke halaman sekolah.Ia akan menunggu Vino keluar dari gerbang, sementara dirinya duduk di halte bus.
Lion sering memperhatikan Vienna dari jauh, hatinya semakin terluka karena hal itu.Tapi ia tidak mau menyerah,cintanya begitu kuat untuk Vienna . Sehingga dengan mengumpulkan semua keberaniannya,Lion menghampiri Vienna yang tengah menunggu Vino keluar kelas.
"Vien..."
Vienna menoleh, mendadak ia gugup setelah beberapa lama tidak bertemu dengan Lion.
"Emmm barang-barang mu kapan mau diambil ??"Lion mencari topik pembicaraan yang masuk akal.
"Ohhh iya besok aku akan ambil kesana"Vienna menjawab sekenanya.Lion manggut-manggut...
"Kalau kamu sibuk,aku akan membawa nya ke sini "Lion menawarkan bantuan.Vienna terdiam, ia tidak mau menjalin hubungan lagi dengan Lion dalam wujud apapun.Ia tidak ingin merusak kebahagiaan rumah tangga yang ia bina kembali dengan Gunawan .Meskipun pada kenyataannya,Vienna tidak bisa membohongi hatinya.
"Emmm tidak apa-apa,aku akan mengambilnya sendiri..aku tidak mau terus-terusan merepotkan mu"
"Aku tidak keberatan kok,aku senang bisa membantu mu"
"Tak mengapa,,,aku bisa mengambil nya sendiri...kau jangan khawatir, besok pasti kamar itu sudah bersih dari barang-barang milikku "
"Vien...aku tidak bermaksud begitu..."Lion malah jadi serba salah.
"Tidak apa-apa...eh Vino udah keluar,aku kesana dulu ya.."
Vienna bergerak cepat menggendong Viviek dan dibawanya naik ke atas sepeda motornya.Ia langsung pergi menaiki motornya menghampiri Vino.Lion hanya bisa diam menatap wanita itu pergi.Ia merasa jarak diantara mereka terasa semakin jauh.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lion pulang dengan wajah kurang bergairah , sampai LiLa yang menyapa tak diendahkannya.Gadis itu merengut,hatinya sakit karena merasa diabaikan.
"Kesel deh...sejak perempuan itu pergi,Den Lion jadi uring-uringan Bu"LiLa mengadu kepada sang Ibu.
"Biarkan saja,toh nanti kalau kamu sudah bisa membuat Den Lion merasakan kenikmatan bersama mu,dia akan melakukan perempuan itu.Toh kamu masih gadis ,,dia sudah turun mesin dua kali"
LiLa tersenyum tipis mendengar ucapan Ibunya.
__ADS_1
"Tapi gimana Buk?LiLa belum punya kesempatan buat ngasih obat kuat itu sama Den Lion"
"Sabar..."Mbok Saripah mengelus punggung putrinya.
*
Seperti biasa,saat pagi menjelang.Lion akan bersiap-siap untuk pergi ke sekolah,tapi dia merasa sedikit mengantuk disebabkan semalam ia sedang mengoreksi game baru yang siap diluncurkan.
"Mbok .. tolong buatkan saya kopi ya...mataku ngantuk banget "Lion memberikan perintah kepada Mbok Saripah,
"Baik Den"
Wanita paruh baya itu tersenyum licik,ia gegas masuk kembali ke dapur dan menyiapkan pesanan sang majikan.
Tak butuh waktu lama, secangkir kopi hangat sudah tersaji di meja .
"Makasih Mbok..."
"Sama-sama Den..."
Lion segera menyeruput kopi hangat itu,ia begitu menikmati sampai secangkir kopi cepat ludes.
Tiba-tiba kepala Lion mendadak pusing ,ia tak sanggup untuk berjalan dan hampir roboh.
Mbok Saripah memberi tahu putrinya mengenai hal ini.LiLa begitu senang,ia diminta oleh Ibunya agar membersihkan diri.Supaya tidak mengecewakan sang majikan.LiLa mengangguk patuh.
Sakit dikepala semakin menjadi, Lion merasa tidak tahan.Keringat dingin mengucur deras, Lion menekan nama kepala sekolah untuk meminta ijin tidak bisa kerja .
"Hallo Pak..."Suara Lion terdengar penuh di mikrofon, karena ia meletakkan ponselnya tepat diatas bibir.
"Saya tidak bisa... mengajar hari...ini...saya...demam Pak...Iya...Pak... terimakasih...."
Usai memutuskan talian,Lion mendorong tubuh nya agar bisa menegakkan punggungnya.Ia sanggahkan kedua lengannya di atas meja guna menahan tubuhnya agar tidak roboh.Setelah cukup bisa untuk berjalan,ia pun melangkah perlahan menuju ke kamarnya.Entah sadar atau tidak,Lion justru membuka kamar yang pernah ditempati oleh Vienna .Ia masuk lalu menutup pintu rapat-rapat dari dalam.
Lion merebahkan tubuhnya,ia sudah tidak tahan lagi.Udara begitu panas terasa,Lion berusaha meraih remote control AC.Ia menaikkan suhu di kamar itu, karena terlalu sangat panas.
LiLa yang sudah selesai mempersiapkan diri dengan membuat tubuhnya wangi semerbak dan pakaian super Seksi.Gegas keluar untuk menemui Lion.Tapi ia heran karena pria itu tidak ada di ruang makan.
"Buuuu....Den Lion kemana?"seru LiLa memanggil Ibunya,Mbok Saripah yang sudah siap untuk tidur lagi.Jadi turun dari tempat tidurnya dengan terpaksa karena mendengar seruan putrinya.
"Disitu..."
__ADS_1
Dua bola mata wanita paruh baya itu tercengang karena tak menemukan sang majikan.
"Tadi disini,dia udah sempoyongan... mungkin sudah ke kamar"ucap Mbok Saripah,LiLa memutar bola matanya ke atas.Ia menghela nafas kesal,dengan berlari kecil gadis centil itu menaiki anak tangga menuju kamar sang majikan.
Saat pintu terbuka lebar,ia hanya menemukan ruang kosong.
"Buuuu...di kamar nggak ada"LiLa benar-benar kesal,ia berlari menuruni anak tangga mendatangi sang Ibu.
"Kok bisa... sebentar...aku periksa mobilnya"Mbok Saripah melangkah keluar rumah,LiLa mengekor di belakang.
"Tapi mobilnya ada..."Mbok Saripah jadi heran sendiri,
"Apa dia minta jemput sama temannya karena pusing nggak bisa nyetir sendiri?"LiLa menerka apa yang terjadi.
"Mungkin saja"jawab Mbok Saripah.
"Assalamualaikum..."sebuah seruan terdengar dari luar pintu gerbang.
"Siapa Bu??"
"Tak tahu..."Mbok Saripah melangkah mendekati pintu gerbang,ia membuka nya sedikit dan menemukan Vienna berdiri disana.
"Mau apa?"tanya Mbok Saripah ketus.
"Emmm saya mau mengambil barang-barang saya yang tertinggal,,,Lion ada?"Vienna menjawab dengan sopan.
"Nggak ada...dia udah pergi kerja"
"Hemm seperti dugaan ku"Vienna bermonolog.
"Ya sudah... boleh saya mengambil barang-barang saya??"Vienna tetap meminta ijin.
"Siapa Bu??"LiLa menghampiri..Mbok Saripah menunjuk Vienna tanpa sebarang jawaban.Vienna sedikit terkejut melihat penampilan LiLa,tapi ia tak berani untuk berkomentar.
"Ohh dia...mau ngapain ??"
"Katanya mau ngambil barang-barangnya yang tertinggal "jawab Mbok Saripah.
"Ya udah,ambil aja sana..."LiLa berujar ketus.
"Terimakasih..."
__ADS_1
"Asal jangan ngambil yang bukan milik mu,,,awas kalau sampai ada barang yang hilang"
Vienna tersenyum kelat,ia membungkukkan tubuhnya guna menghormati Mbok Saripah yang lebih tua dari nya.Lalu Vienna melangkah masuk ke dalam rumah Lion. Ia ingin segera pergi tanpa mau terlibat apapun lagi dengan Lion dan yang bersangkutan dengan nya.Itu keinginan Vienna saat ini.