KASIHKU, ANAKKU

KASIHKU, ANAKKU
EPS 25


__ADS_3

"Mas... boleh nggak Yuda lihat foto Kak Vienna yang bersama dengan cowok"Yuda menyampuk saat Gunawan menyudahi pembicaraan di telfon dengan Vienna .


"Oh..."Gunawan tanpa ragu menunjukkan apa yang diminta oleh adik iparnya.


"Loh ini kan Bang Lion,Anak Pak Gufron kepala sekolah Yuda"sergah Yuda.


"Kamu kenal dia Yud?"tanya Gunawan tak percaya.


"Iya Mas,dia idolaku.Karena dia satu-satunya orang yang sukses di luar negeri dengan punya perusahaan sendiri dalam pembuatan game.Dia juga infestor muda yang terpandang,dan katanya dia teman sekolah Kak Vienna"


Gunawan tercengang..


"Dan pasti Kak Norma juga kenal"tambah Yuda lagi.Gunawan menautkan kedua alisnya.


"Kau kenal Norma ??"


Yuda mengangguk.


"Dia kan temen Kak Vienna juga kak,pasti juga kenal sama Kak Lion"


Gunawan tak dapat mengatakan apapun,ia merasa banyak yang janggal disini.Jadi Norma dan Vienna saling mengenal ??disini siapa yang tidak saling mengenal lebih dulu?Apa Norma memang awalnya tidak tahu kalau aku suami Vienna ??Atau Vienna tidak mau mengenal Norma karena telah menikah dengan ku??Dan pria itu ??Norma sok nggak tahu...Apa disini Vienna jujur bahwa mereka sebenarnya tidak ngapa-ngapain ??hanya sebatas teman lama??Dan Norma justru diam seolah-olah membenarkan perselingkuhan mereka.


Gunawan menyambar kunci mobil nya,ia pun segera pamit pulang kepada kedua mertuanya.


"Apakah disini aku sudah melakukan kesalahan besar ??"


*


*


Vienna gegas pergi ke rumah nya dengan Gunawan .Karena ia tahu suaminya tidak ada di rumah.Sampai di rumah,Vienna bingung.Karena rupanya Gunawan telah mengunci dobel rumahnya memakai gembok.


Disela kebingungan nya,Lion tiba-tiba datang.


"Lion?? ngapain kamu disini ?kamu nggak ngajar??"


"Aku ijin...kenapa?apa kamu mendapatkan masalah ??kok nggak masuk ??"


Vienna menunjuk gembok yang dipasang Gunawan .


"Oh tenang saja,,,kita dobrak..kamu minggirlah dulu"


Vienna mengangguk setuju, Lion mengambil ancang-ancang.Ia membentur kan tubuhnya ke daun pintu dengan kuat.Hal yang sama ia lakukan hingga berkali-kali.Dalam benturan ke 4kalinya, akhirnya pintu berhasil di jebol.


Apa yang Lion lakukan mengundang perhatian dari tetangga sekitar.Namun ketika melihat Vienna , mereka tidak jadi bertanya.


Setelah mengambil beberapa barang yang penting,Vienna dan Lion pun pergi dari


Rumah.Tak lupa Vienna mengambil Viviek yang tertidur pulas di dalam taxi online yang membawa Vienna tadi.


*

__ADS_1


"Mas..."Norma tersenyum melihat kedatangan Gunawan ke restoran nya.


"Kamu nggak kerja??kok pakaiannya seperti ini ?"


"Kita pulang,ada sesuatu yang ingin aku bicarakan "Gunawan mengabaikan pertanyaan Norma.


"Ohhh ok"Norma agak heran melihat raut wajah Gunawan yang semrawut.Ia yakin pasti ada sesuatu yang terjadi.


_


"Kamu kenal Vienna ??"tanya Gunawan langsung saat ia sudah sampai di apartemen Norma.


"Ma-Maksud mu Mas??"Norma mendadak gugup.


"Kurang jelas ucapan ku?"Gunawan balik bertanya.Norma tak bergeming.


"Jawab!! jangan diam??kamu kenal Vienna kan??kamu juga kenal pria itu kan??"


Norma menganga.


"NOR!!!"Gunawan mulai tak bisa menahan emosi.


"I-i-iya Mas..."


"JAWAB!!!"


"Iya aku kenal...tapi??tapi aku tahu pas..pas kamu ngasih tau foto keluarga mu"Norma mencari alasan.


"Lalu pria itu ??kamu yang ngasih foto nya ke aku kan??Apa maksud kamu??kamu sengaja buat aku cemburu dan marah sama Vienna .Hingga menuduh dia selingkuh ??"


"Kau tahu?-sekarang Vienna mau nuntut cerai!!!"


Norma geleng-geleng kepala.


"Jangan Mas...jangan bercerai sama Vienna ,aku tahu aku salah...aku minta maaf,tapi... kamu jangan bercerai dengan nya"


Gunawan terpana.


"Aku...aku akan minta maaf sama Vienna , kalau perlu..aku...aku akan pergi jauh dari kehidupan kalian"sambung Norma yang membuat luluh hati Gunawan .


"Sekarang dimana Vienna Mas??aku akan minta maaf padanya..."


Gunawan menarik nafas dalam-dalam.


"Aku tidak tahu dimana dia??"


"Ayo kita cari dia Mas"Norma menarik lengan Gunawan ,pria itu tidak bisa menolak.Keduanya pergi untuk mencari Vienna .


Tapi semua bingung harus mencari kemana ?? Karena sama-sama tidak tahu dimana Vienna sekarang.


"Mas... gimana kalau kita ke Rumah mu dulu?? kita amankan surat-surat penting yang dibutuhkan Vienna dalam hal perceraian "Norma memberikan usulan.

__ADS_1


"Kau tenang saja,,,aku sudah mengantisipasi hal itu.Rumahku sudah ku kunci dobel..Jadi Vienna nggak mungkin bisa masuk"


"Ohh bagus lah"Norma menghela nafas lega.


*


*


"Mulai dari hari ini,aku akan tinggal di apartemen temanku "Ucap Lion saat ia selesai membantu Vienna mengemasi barang-barangnya.


Vienna menganggukkan kepalanya.


"Kamu nggak pamit sama pembantu cantik mu dulu ?"goda Vienna ,Lion menautkan kedua alisnya.


"Maksud mu??"


Vienna menutup mulutnya menahan tawa.


"Kau jangan berpikir yang macam-macam deh"


"Lah kan emang dia cantik, sexsoy lagi"


"Astaga..."Lion berkacak pinggang.Vienna semakin tak bisa menahan tawa.Membuat pria itu senyam-senyum.Semenjak mereka bertemu lagi,baru kali ini Lion melihat Vienna tertawa lepas.


"Ok!! tertawa lah sepuasmu...tapi ingat!! kalau kamu sudah menjadi milikku,akan ku hukum kamu lebih dari pada ini"ancam Lion.


"Emang siapa yang bakal jadi milik mu??yakin banget"


Raut wajah Lion langsung berubah.Ia tak berkata apapun lagi.Vienna menyadari perubahan sikap pria itu.Tapi ia hanya tersenyum saja.


"Aku pergi jemput Vino dulu"Lion berbalik keluar dari kamar Vienna .Wanita itu tak menjawab,ia memandangi punggung Lion yang hilang di balik pintu.


"Apa kamu memang tak ingin bersama ku lagi Vien?? Padahal aku sangat memimpikan hal itu".


Lion bicara sendiri sambil terus mengemudikan mobilnya menuju sekolah Vino.


Saat ia dan Vino bergandengan tangan untuk masuk ke dalam mobil.Tiba-tiba terdengar suara orang memanggil Vino.Anak itu menoleh ke arah suara, begitupun dengan Lion.


"Papa..."


Gunawan tersenyum tipis,ia berlari kecil menghampiri putranya.Namun karena Vino melihat wanita lain di belakang Ayahnya,Vino justru bersembunyi di balik tubuh Lion.


"Vin...Ini Papa Nak..."


"Nggak mau!!aku nggak mau Papa sama perempuan itu"Vino menunjuk Norma.Kedua pasutri itu saling berpandangan satu sama lain.


"Emmm Pak Lion...kita belum berkenalan secara resmi...Kenalkan saya Gunawan Papanya Vino"Gunawan mengulurkan tangannya berbasa-basi.Lion tersenyum kelat,ia membalas uluran tangan dari Gunawan .


"Terimakasih karena mau menjaga Vino.. boleh saya tahu dimana sekarang istri saya,,saya ingin bertemu dengan nya"


Lagi-lagi Lion hanya tersenyum tipis.

__ADS_1


"Apa sekarang Pak Gunawan tahu kebenarannya ??"


"Ah.. i-i-iya Pak..saya benar-benar minta maaf"Gunawan merasa tidak enak hati.


__ADS_2