KASIHKU, ANAKKU

KASIHKU, ANAKKU
EPS 23


__ADS_3

"Vien...jangan melawan,dia suamimu"Bu Malika menyela.


"Bu..Dari dulu Vienna tidak pernah melawan dia,Vienna patuh kepadanya, menghormatinya!!Tapi dia mengkhianati Vienna Bu,jadi sekarang ?? untuk apa rasa hormat ini?jika hanya untuk dilukai "


"Tapi Gunawan lebih mengutamakan mu Vien?? apakah uang belanjamu kurang ?? Tidak kan??malah dia mau menambah uang belanja mu lagi...Emang dasar kamunya aja yg tidak pandai bersyukur "


Vienna terpana mendengar ucapan Ibu mertuanya.Sedangkan Gunawan senyam-senyum karena mendapat kan pembelaan dari Ibunya.


"Apakah uang bisa mengobati luka karena perselingkuhan Bu??"gemetar bibir Vienna mengucapkan kata itu.


"Lalu??Apa kamu yakin diposisi benar ?? Atau jangan-jangan kau lebih dulu selingkuh dengan gurunya Vino "


Vienna merasa seperti ada batu besar menghimpit dadanya.Ia merasa kekurangan oksigen,,,


"Jadi begitu Ya Bu... Baiklah..."Vienna mengesat air matanya, hatinya yang luka seperti disiram air cuka.Ia bangkit lalu melangkah dengan tegar menuju kamar anak-anak.


"Kau mau kemana Vien??"seru Gunawan ,ia seperti membaca gerak tubuh istrinya itu.Vienna tak menjawab,ia masuk lalu menutup pintu serta mengunci nya dari dalam.


"Vien...buka pintu nya Vien"Gunawan menggedor-gedor pintu, membuat Vino dan Viviek terjaga dari tidurnya.


"Mama ada apa-?"tanya Vino,Vienna sudah tak dapat berpura-pura lagi.Ia membelai wajah anaknya dengan penuh haru.


"Vino mau ikut Mama?"


Vino menganggap cepat,,,


"Viek mau ikut Mama ??"


Dengan polos nya Viviek mengangguk menirukan Kakaknya.


"Ya udah, sekarang kita pulang ya..."


"Kemana Ma?"tanya Vino penuh keluguan.


"Ke rumah Nenek..."


Vienna mengambil ponselnya,ia ingat apa yang dikatakan Lion.Saat ini hanya pria itu yang bisa membantu nya.


"Iya Vien.."Lion dengan gegas Mengangkat telfon dari Vienna.


"Bisa tolong jemput aku?"


"Keluar lah...aku ada didepan rumah mu"


Vienna tersenyum tipis,,,


"Ok!"


*


"Bu..Vienna mengunci pintu dari dalam,aku takut dia akan pergi bawa anak-anak "


Bu Malika mulai panik ..

__ADS_1


"Vienna buka pintunya!!!" seru Bu Malika,


"Vienna ..."


CEKLEK


Daun pintu terbuka,Vienna keluar dengan menggendong Viviek dan menuntut Vino.


"Kamu mau kemana Vien??"


"Aku pulang Mas..aku rasa semua nya sudah jelas"


"Kamu jangan gila Vien!! disaat kamu sudah kepergok seperti ini kamu mau pulang,tanpa ada kata Maaf.Tapi disaat aku yang ketahuan,kamu selalu menyalahkan aku.Meskipun berkali-kali aku minta maaf sama kamu"


Vienna menatap Gunawan dengan nanar.


"Karena aku tidak salah Mas"


"Apa itu benar pergi dengan pria lain sampai larut malam?"Bu Malika ikut bicara.


"Karena anak Ibu Sudah mengusir saya"jawab Vienna tegas.Membuat Bu Malika terhenyak kaget.


Vienna tak perduli dengan apapun lagi,dia segera melangkah pergi.


"Vienna ...kalau kamu mau pergi, terserah!!tapi jangan pernah bawa Vino dan Viviek"


Seruan Gunawan berhasil menghentikan langkah kakinya.Ia berbalik


"Kita akan usut ini di pengadilan Mas, kalau memang kau berhak atas jagaan mereka ?Akan ku antar mereka kepadamu Mas"Vienna berbalik lalu pergi.


"Vien!!!"Ada rasa sakit menghujam dihatinya melihat Vienna digandeng dengan hangat oleh pria lain.Vienna hanya menatap sekilas saat tubuhnya sudah masuk ke dalam perut mobil.


"Bu...Vienna pergi...."Suara Gunawan hampir tak terdengar.


"Benar kamu mengusir istri mu Gun??"tanya Bu Malika.Gunawan tergamang,ia pun lupa kapan ia mengusir wanita yang sudah bersamanya hampir 10 tahun lamanya.Bu Malika menghela nafas berat,ia masuk dengan langkah kaki yang melemas.Kini hancur lah sudah rumah tangga anak sulungnya itu.Ia tak tahu harus bagaimana membantu agar mereka bisa bertahan??


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Vienna tak banyak bicara saat ia berada semobil dengan Lion.Pandangannya kosong lurus ke depan.


"Kita mau kemana ??"Lion bertanya memecah keheningan.


"Aku ingin pulang"


Lion diam tidak segera menjawab.


"Baiklah"Jawabnya kemudian.


"Kalau kamu letih,biar aku menginap di hotel saja"Vienna memalingkan wajahnya menatap pria itu,Lion tersenyum.


"Kalau memang begitu,lebih senang kau tidur di rumah ku.Bukankah kamu harus mengurus semuanya "


Vienna mengangguk lemah ...

__ADS_1


"Akan menjadi sulit karena jarak dari kampung ke sini untuk mengurus semuanya.Lebih baik kamu tinggal disini sampai semuanya selesai "


"Tapi aku masih berstatus sebagai istri orang..."


"Aku bisa tinggal di apartemen temanku...jaraknya tidak terlalu jauh.Masalah sekolah Vino juga harus kamu pikirkan.Nanti aku yang akan antar jemput dia"


Vienna termenung menatap Lion.Entah apa yang ia rasakan saat ini??


"Kamu mau kan??"sambung Lion,ia melirik manja.Vienna tersenyum tipis.


"Aku telah banyak merepotkan mu Lion"


"Tidak perlu sungkan...karena itu semua akibat kebodohan ku sendiri ,mencintaimu sampai detik ini "


Vienna tertunduk,wajahnya terasa memanas.


*


Pintu gerbang terbuka secara otomatis menggunakan sensor di mobil Lion.Perlahan mobil mewah itu masuk ke area parkiran.


"Kamu diam dulu"Lion keluar dengan buru..Ia membukakan pintu untuk Vienna keluar.


"Terimakasih..."


Tak lupa Lion menggendong Vino yang sudah terlelap, mereka berjalan beriringan masuk ke dalam rumah mewah Lion.


"Den ....habis dari mana ?"Mbok Saripah menyongsong kedatangan majikannya.


"Ini Mbok...tolong rapikan kamar di sebelah kamar ku ya"


Mbok Saripah tercengang,karena ia tahu kamar itu dikhususkan untuk kedua orang tua Lion jika datang berkunjung.


"Mbok.."Lion terpaksa memanggil sekali lagi,


"Oh baik Den"Mbok Saripah berjalan dengan agak cepat naik ke lantai atas.


"Kamu duduk dulu ya...kita tunggu pembantu ku menyiapkan kamar untuk mu dan anak-anak.Nggak apa-apa kan kalian sekamar bersama "


"Iya nggak apa-apa, justru itu lebih menyenangkan "


"Iya... soalnya,kalau anak kecil di tempat yang baru.Dikhawatirkan takut shock dan nggak betah,tapi kalau ada orang tua nya yang mendampingi.Akan jadi lebih mudah bagi mereka untuk beradaptasi"


Vienna mengangguk setuju.Tak lama kemudian Mbok Saripah datang,ia memberi tahu kalau kamarnya sudah siap.


"Makasih ya Mbok"


Mbok Saripah mengangguk sopan.Karena Vienna memang tidak membawa apa-apa saat ia pergi,jadi tak ada yang perlu dibantu oleh Mbok Saripah.


Lion beriringan melangkah menaiki tangga dengan sama-sama menggendong anak di tubuh mereka.Terlihat seperti sepasang suami istri yang sangat bahagia.


Mbok Saripah masuk ke dalam kamarnya,dimana ada LiLa disana.


"Den Lion datang Bu"tanya LiLa,ia terlihat cantik dengan riasan diwajahnya.Baju tidurnya pun terlihat seksi.

__ADS_1


"Iya...tapi dia membawa seorang wanita dengan dua anak kecil"Mbok Saripah memberi tahu.


"Hah???"LiLa nampak terkejut.


__ADS_2