KASIHKU, ANAKKU

KASIHKU, ANAKKU
EPS 40


__ADS_3

Pagi menjelang,Lion membawa nampan berisi sarapan untuk Vienna .Ia juga membawa Vino dan Viviek ikut serta.


"Mamaaa"Dua bocil itu berhambur memeluk sang Mama saat daun pintu terbuka.


"Sayang...emmuach emmuach...udah ganteng-ganteng anak Mama.Udah rapi..pada mau kemana?"


Lion tersenyum tipis,ia meletakkan nampan di atas nakas.


"Viviek kan udah masuk playgroup Ma,jadi dia ikut Vino ke sekolah "Vino menjelaskan.


"Ohya??"Vienna mengalihkan pandangannya kepada Lion,pria itu mengangguk disertai senyuman.


"Jadi adik Viek udah sekolah ?"


"Iya Ma.."Viviek menjawab.


"Apa adek Viek suka sekolah ??"


"Cuka dong"


Vienna tersenyum tipis.


"Mama jangan lupa sarapan ya..biar cepat pulih.Biar nanti Mama yang anterin kita sekolah,bukan Bu guru Tantri lagi"Vino menambah kan.


"Ok sayang,Mama janji besok Mama yang nganterin kalian sekolah "


"Asyiiik "Vino dan Viviek saling tos.


"Ya sudah...Vino dan Viviek tunggu di mobil dulu ya..Pak guru mau pamitan sama Mama"


"Baik Pak guru"


Vino dan Viviek turun dari tempat tidur lalu berlari bersama-sama keluar kamar.


"Kamu yakin besok mau nganterin anak-anak ke sekolah ?"tanya Lion,ia duduk di sisi sebelah bibir kasur.


"Aku nggak mau ngerepotin Bu Tantri"


"Nggak apa-apa..aku bayar dia kok,itu nggak gratis "


"Aku akan makin banyak hutang sama kamu"


"Jangan pikirkan itu... yang penting sekarang kamu sehat dan masalah kamu cepat selesai "Lion menyentuh tangan Vienna ,tapi wanita itu mengelak.


"Kamu kenapa ??Kok jadi dingin begini ??"sambung Lion.


"Aku menyesal telah mengkhianati Mas Gunawan "


DEGH!!!


Hati Lion seperti terhujam pedang.


"Lalu???Apa yang ingin kamu lakukan ??"


"Aku akan mencabut laporan agar dia bisa bebas"

__ADS_1


"Segampang itu ?? setelah apa yang terjadi padamu "


"Semua ini tidak akan terjadi kalau kamu tidak memaksa datang ke rumah Lion,semua ini tidak akan terjadi kalau kita tidak melakukannya di ruang tamu!!"


Lion menatap Vienna dengan nanar..


"Jadi...kamu tidak akan berpisah dengan Gunawan ??"


"Tidak!!jika dia Sudi memaafkan aku?aku ingin tetap bersama nya"


"Kau sudah gila Vienn!!!"Lion bangkit dengan amarah.


"Aku memang sudah gila...dan aku ingin sembuh dari kegilaan ini"


"Apa kurangnya aku Vien???hah???apa??!!"Lion semakin merasa perasaannya tidak berarti.


"Lion... tolong...kita tidak boleh melanjutkan hubungan terlarang ini...Apa kamu tega melihat Vino dan..."


"VINO LAGI!! VIVIEK LAGI!!!ITU CUMA ALASANMU VIEN..."Lion meninggikan suaranya.


"Aku lihat mereka baik-baik saja tanpa Gunawan ... justru mereka lebih bahagia tinggal bersama dengan ku.Tapi kamu malah menjadi kan mereka sebagai alasan untuk tidak berpisah dengan Gunawan.."


Vienna menundukkan wajahnya.


"Cobalah Vien.. berpikir realistis..jangan lembek begini...Gunawan sudah mengkhianati mu, menghancurkan rumah tangga mu, menganiaya dirimu, melukai perasaan anak-anak mu...dan sekarang kamu masih tidak ingin berpisah dengan alasan anak-anak.Dimana otak kamu Vien??"


Vienna tetap bungkam dengan wajah lebih tenggelam.Lion menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan.


"Kau pikirkan dulu semua matang-matang... masalah perselingkuhan kita,kita akan temui Gunawan dan minta maaf bersama-sama"Lion berbalik pergi meninggalkan Vienna sendiri.


Tantri turut serta pergi ke sekolah dengan semobil bersama Lion.Ia sengaja agar bisa lebih dekat dengan pria itu.Sedangkan mobilnya sendiri,ia tinggalkan di rumah Lion.


Vino dan Viviek berlari turun dari dalam mobil begitu sampai di sekolah.


"Bos..."Tantri bersuara saat Lion juga hendak keluar dari dalam mobil.


"Maaf sebelumnya...saya tadi tidak sengaja mendengar perdebatan anda dan Bu Vienna di kamar "


Lion diam menunggu kalimat selanjutnya.


"Sepertinya..Bu Vienna tidak mencintai mu Bos"


Lion tersenyum getir.


"Hati Vienna sangat lembut,dia mudah merasa bersalah dan mudah memaafkan kesalahan orang lain.Meskipun ia harus mengorbankan perasaannya sendiri "


"Jadi menurut Bos??gimana?"


Lion merapatkan kedua bibirnya.


"Aku hanya perlu meyakinkan dia agar bisa pergi dari kehidupan Gunawan tanpa rasa bersalah "


Tantri manggut-manggut..ia sedikit kecewa dengan penilaian Lion.Padahal ia berharap akan mendapatkan celah untuk bisa lebih dekat dengan Lion saat mendengar bahwa Vienna tidak akan bercerai dengan suaminya.


...----------------...

__ADS_1


Vienna keluar kamar, meskipun sedikit harus lebih berhati-hati.Karena tubuhnya masih ngilu.


Di lantai bawah ia berpapasan dengan LiLa,gadis itu tengah mengelap meja.


"Hemmm kanjeng ratu sudah bangun"Sindir nya.Vienna pura-pura tidak mendengar.


"Hey!!!kamu ya!! wanita yang tidak tahu berterima kasih.. setelah mendapatkan segalanya dari Den Lion, seenaknya bilang tidak mau bercerai dari suamimu.Wanita seperti apa kamu??hah??mau menjadi pawang dua buaya sekaligus...enak dong...kamu tahu kalau Den Lion sangat mencintaimu,jadi lebih baik kamu tidak bercerai dengan suamimu.Biar kamu bisa tetap menjalani hubungan dengan dua pria.Kalau kamu bercerai,suamimu tidak akan mau berhubungan dengan mu lagi kan??itu yang kamu pikirkan ??"


Vienna merasa tersulut emosi,ia melangkah mendekati LiLa lalu menampar nya.


PLAK!!!


"Jaga bicaramu baik-baik,kamu disini cuma pembantu.Kalau aku mau??aku bisa menyuruh Lion untuk memecatmu"


"Ohya?? kalau begitu coba lakukan...akan ku katakan apa pemikiran ku tentang mu kepada nya.Agar Den Lion sadar bahwa kamu hanya wanita murahan yang terlalu tamak akan belaian laki-laki.


PLAK


Vienna menampar pipi LiLa lagi.


"Lebih baik kamu diam dari pada ku robek mulut kotormu itu"


"Cuihhhh...lebih baik Mulut kotor tapi berbicara tentang kebenaran, dari pada sok suci tapi sana sini mau"


"Kau!!!"Vienna Mengangkat tangannya lagi hendak menampar LiLa untuk kesekian kalinya.Sebelum sebuah suara menghentikan nya.Kedua wanita itu menoleh, ternyata Tantri yang datang.


"Ada apa ini ??kenapa ribut-ribut sih ?"


LiLa memilih pergi,ia memang tidak suka dengan wanita yang katanya guru di sekolah tempat Lion mengajar.


"Dia.. lancang sekali bicara padaku"jawab Vienna agak segan.


"Udah Bu... tidak usah dilayani.Pembantu Pak Lion memang rada-rada senget"


Vienna tersenyum simpul.


"Bu Tantri nggak ngajar ??"


"Ngajar..tapi ada yang ketinggalan,jadi pulang sebentar untuk mengambil barang yang ketinggalan"


"Ohhhh"Vienna mengangguk mengerti.


"Ya sudah Bu...saya masuk dulu "


Vienna mengiyakan...


Saat Tantri hendak keluar dari rumah karena ia sudah mengambil barang-barang yang tertinggal,Vienna berseru memanggil.


"Bu Tantri... tunggu sebentar"


Tantri menoleh,ia menunggu Vienna yang menghampiri nya.


"Ada apa Bu??"


"Emm Mulai besok,saya yang akan mengurus anak-anak.Terimakasih sudah bersedia menjaga anak-anak saya dengan baik"

__ADS_1


Tantri terpegun...ia tidak suka hal yang bisa membuat dia lebih jauh dengan pria pujaan hatinya.


__ADS_2