
Norma menunggu dan terus menunggu,ia yakin pasti Gunawan sedang marah besar sama Vienna .Dan Gunawan akan datang padanya...Wuuhhh membayangkan saja sudah sangat menyenangkan.Apalagi kalau sampai Vienna merasa bersalah,dia akan memohon-mohon ampunan dari Gunawan .Dan juga kepadanya agar meyakinkan Gunawan supaya kembali padanya.Ah seru sekali...
Tapi??? sampai jam menunjukkan tengah malam,tak ada tanda-tanda Gunawan datang atau pun menelpon nya.
Norma jadi penasaran,ia pun mencoba menghubungi sang suami.Talian tersambung,tapi tak ada jawaban.Norma mencoba sekali lagi,
"Hallo...Mas.."sapa Norma segera sesaat setelah telfon diangkat dari seberang.
"Kamu dimana Mas??kok nggak ada kabar??kamu udah ketemu sama Vienna kan?"
"Aku disini Norma...aku tidak kemana-mana "
Norma terkesiap kaget mendengar suara yang menjawab telepon nya.
"Kok diam??kenapa??kaget??Atau kamu tidak mau bicara sama aku,kamu cuma mau bicara sama Mas Gunawan ??hem??"
Dada Norma terasa sesak, nafasnya menderu cepat.
"Sayangnya Mas Gunawan sudah tidur,dia kelelahan..wajar lah kan??dua malam dia belum di servis sama aku,jadi dia membabi buta mengerjai ku.Aku nggak tahu sih, gimana cara kamu melayani dia?? sampai dia kayak harimau kelaparan membantai ku habis-habisan "
Norma merasa tak tahan, telinga nya panas sekali.Ia memutuskan talian secara sepihak.
Vienna tersenyum tipis melihat respon dari Norma,ia cukup senang bisa membuat perempuan itu seperti kebakaran jenggot.Hihihihhi
_
"Kur4n9 ajar,pakek apa sih Vienna sampai Mas Gunawan luluh sama dia?Hemm pasti Vienna pakai susuk atau semacamnya.Buktinya Lion bisa Deket lagi sama dia,dan Mas Gunawan nggak jadi marah sama dia.Padahal tadi sangat jelas sekali Mas Gunawan sangat marah,matanya merah dan cepet-cepet balik ke kantor"
"Kalau begini caranya,aku bisa kalah telak.Percuma aku deketin Gunawan kalau yang hancur justru aku sendiri.Percuma aku hamil anak ini kalau ujung-ujungnya aku kalah dari Vienna "
"Lalu aku harus gimana ??Semua sudah terlanjur terjadi... nggak mungkin aku mundur sekarang,apa aku harus main dukun juga??Aduh nggak deh,nanti pasti pakek tumbal atau apalah.Aku akan semakin merugi"
Norma kebingungan sendiri dalam hasrat dendamnya.Ia putus asa dan ingin menyerah saja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Lion..."
"Hem??"Lion Mengangkat wajahnya.
"Kamu masih ingat Norma nggak ??"
Lion mengangguk..
"Kenapa dia?? bagaimana kabarnya ??"
Vienna diam tak menjawab,ia merasa segan untuk mengutarakan maksud hatinya.
"Kok diem??"Sambung Lion.
"Dia...dia sekarang menjadi maduku"
"Madu?? maksudnya ??"
"Dia istri kedua suami ku"
"What's ??kamu serius ???"Lion nampak kaget.Vienna mengiyakan..
__ADS_1
"Kok bisa??"
"Dia dendam perihal kita dulu,dia tetap menilai aku sudah merebut kamu darinya"
"So suami mu tahu kalau kalian adalah teman lama?"
Vienna mencebikkan bibirnya disertai gelengan kepala.
"Norma tidak mengatakan hal itu,dia merahasiakannya "
"Dan kamu juga diam??"
"Karena kalau aku bicara,maka suami ku akan tahu tentang mu.."
"Kenapa kalau tahu tentang ku?? bukankah aku hanya masa lalu mu??"
Vienna membuang muka,ada sesuatu yang menyesakkan dadanya.
"Suamiku kemarin mendapatkan foto kita,aku nggak tahu dia dapat dari mana.Tapi filing ku mengatakan ,itu pasti ulah Norma.Dia memang sering menguntit ku, mencari cara untuk mengalahkan ku"
"Lalu??"potong Lion tak sabar.
"Suamiku marah,dia meminta ku untuk berhenti bekerja"
"So???kamu mau berhenti kerja ??"
Vienna menggeleng pelan.
"Aku bisa meyakinkan nya bahwa aku tidak akan melakukan apa yang ia takutkan "
Lion tersenyum tipis.
"Kenapa kamu bisa menilai ku begitu ?"
"Dulu...karena cemburu buta kita putus bukan,kau rela hati melepaskan aku.Padahal aku masih berharap kamu bisa mengerti.Tapi sekarang, sudah jelas-jelas suamimu menduakan mu.Dengan sahabat mu sendiri,tapi kamu tidak menuntut nya untuk berpisah "
Vienna tercengang...ia membenarkan penilaian Lion.
"Yah.. mungkin apa yang kamu katakan itu benar,tapi bukan aku mencintai suamiku.Aku mencintai anak-anakku,, bagaimana perasaan mereka jika orang tua mereka berpisah ??Mas Gunawan pasti akan berusaha mengambil mereka,dan bagaimana jika mereka ingin bersama ku?Dari hal itu saja,aku sanggup membayangkan nya.Apalagi mereka akan mempunyai ibu tiri seperti Norma...aku semakin tidak rela"
Lion manggut-manggut tanda mengerti.
"Tapi kamu berhak atas hak asuh mereka.Karena kamu diduakan,dalam hukum itu adalah satu senjata untuk melawan suami yang berani berpoligami "
"Semua butuh proses Lion,dalam proses yang berjalan pasti bakal banyak kejadian yang tidak diinginkan.Aku terlalu takut untuk menghadapi hal terburuk "
"Yah aku mengerti...aku hanya merasa simpati sama kamu.Karena aku tahu,kamu tidak suka diduakan"
Vienna tertunduk sendu.Perlahan Lion menggenggam tangan Vienna .
"Yang kuat yah..."ucap Lion saat Vienna Mengangkat wajahnya.Vienna tersenyum tipis.
*
Pulang dari sekolah, Viviek mengajak main di pusat perbelanjaan.Vienna pun setuju,ia pun ada sesuatu yang ingin dibeli.Jadi mereka mampir dulu di swalayan tempat biasa.
Selesai belanja,Vienna meletakkan belanjaannya di dalam jok motor.Ia belum lagi menjemput anak-anak yang tengah asyik bermain.
__ADS_1
"Bu Vienna ..."
Vienna menoleh mendengar seseorang memanggil namanya.Ia menautkan alisnya melihat seorang pria berpakaian rapi menghampiri.
"Sudah lupa sama saya?"Sambung pria itu.
"Nggak lupa...cuma nggak ingat namanya"jawab Vienna gugup.
"Ya sama saja toh Bu...saya Rival,temen kerja Pak Gunawan "
"Ohh iya pantes kayak pernah lihat,tapi dimana?"
"Yah kita pernah ketemu pas pelantikan pengangkatan jabatan Pak Gunawan Bu..."
"Iya iya benar..."
"Ibu ngapain disini ??"
"Oh biasa belanja.."
"Anak-anak dimana ??"
"Main di dalam...."
"Ohhh..."
"Sampean ngapain disini ?"Vienna turut bertanya.
"Biasa Bu,saya kan tim pemasaran.Jadi harus turun ke lapangan.Kebetulan swalayan ini salah satu costumer terbesar saya"
"Ohh begitu rupanya "
"Emmm maaf sebelumnya,saya tidak bermaksud mau ikut campur urusan rumah tangga Ibu.Tapi Pak Gunawan sempat cerita mengenai kehidupan rumah tangganya kepada saya, termasuk perihal Bu Norma"
Raut wajah Vienna langsung berubah.
"Maaf sebelumnya Bu...Saya pun tidak habis fikir Pak Gunawan bisa melakukan itu sama Ibu.Tapi yang saya tangkap dari peristiwa ini, sepertinya Ibu Norma sengaja mendekati Pak Gunawan "
"Sengaja???apa sampean tahu bagaimana ceritanya suami saya bisa kenal dengan Ibu Norma??"inilah yang ingin Vienna ketahui dari dulu,yaitu sepak terjang Norma saat berusaha mengenal Gunawan .
"Tahu Bu... sangat tahu persis,karena saat itu Pak Gunawan yang meminta saya untuk melayani Ibu Norma.Tapi Ibu Norma membantah,ia merasa tidak dihargai karena dia datang langsung ke kantor untuk bertemu dengan Pak Gunawan bukan dengan saya"
Vienna terperangah tak percaya.
"Sampai segitunya ??"
"Iya Bu..."
Vienna diam,ia berpikir betapa gigihnya Norma mendekati suaminya.Sampai melakukan segala cara agar bisa mencapai tujuannya.
"Emmm apa sampean sibuk Pak?"tanya Vienna lebih lanjut.
"Emmm tidak juga Bu,kenapa?"
"Saya ingin tahu lebih jelasnya gimana? karena saya pernah bertanya sama suami saya.Tapi dia kayak ogah-ogahan menceritakan semuanya "
"Ohh kalau begitu kita cari tempat yang nyaman saja untuk bicara "Rival menyambut keinginan Vienna dengan tangan terbuka.Vienna mengangguk setuju.
__ADS_1
"Gimana kalau di area yang dekat dengan permainan? karena saya bisa sambil meninjau anak-anak yang sedang bermain "
"Boleh -boleh tak masalah..Mari"Rival menghaturkan agar Vienna berjalan lebih dulu.Vienna sedikit menggerakkan kepalanya sebagai tanda terima kasih.Keduanya berjalan menuju tempat area permainan bersama-sama.