KASIHKU, ANAKKU

KASIHKU, ANAKKU
EPS 39


__ADS_3

Lion membawa dua anak Vienna ke rumah nya, Tantri juga ikut serta.


"Tolong ya Tan,jaga mereka sampai aku datang.Besok kalau aku belum datang,kamu bisa bawa mereka ke sekolah.Aku akan menghubungi guru play group agar bisa menjaga Viviek"


"Bos tenang saja,saya akan mengurus Vino dan Viviek dengan baik"jawab Tantri mantap.


"Pak guru...bawa Mama pulang ya.."pinta Vino disertai linangan air mata.


"Iya sayang...Pak guru akan bawa Mama pulang secepatnya.Vino jaga adik Viviek ya"


Vino mengangguk...


Tantri menggendong Viviek dan menggandeng Vino masuk ke dalam rumah Lion.Setelah mereka masuk,Lion langsung melanjutkan perjalanan ke rumah sakit tempat Vienna di rawat.


Tak lupa Lion menghubungi pengacaranya untuk membantu kasus yang Vienna alami.


*


*


Setelah beberapa hari dirawat di RS, akhirnya Vienna sudah bisa pulang.Lion langsung membawanya ke rumah pribadi nya.Disana Vino dan Viviek dibantu Tantri sudah menyiapkan kejutan untuk menyambut kepulangan Vienna .


Begitu pintu dibuka,balon yang dipenuhi potongan kertas warna warni meletus menyirami tubuh Vienna .


"Selamat datang Mama...."


Vino dan Viviek berlari memeluk Mamanya,Vienna berjongkok menyambut pelukan kedua putranya,ia menangis haru.Diciuminya wajah kedua anaknya secara bergantian.


"Maafkan Mama ya sayang..."


"Mama nggak salah kok...maafin Vino ya Ma karena nggak bisa lindungi Mama"


Vienna memeluk Vino dengan erat ,begitu juga dengan Viviek.


"Vino nggak perlu minta maaf,Mama ngerti Vino masih terlalu kecil "


"Ya udah... Sekarang biar Mama istirahat dulu ya sayang.Mama masih belum sehat bener..."Lion menyela.Vino dan Viviek mengangguk dengan kompak.


"Ayo Vien...aku antar ke kamar "


Vienna menurut,ia pun meninggal kan kedua putranya dibawah pengawasan Tantri.


LiLa dan Mbok Saripah hanya melihat pemandangan mengharukan itu dari balik dinding.Mereka enggan untuk berkumpul karena merasa sudah kalah telak.


*


"Kamu istirahat dulu banyak-banyak,jangan memikirkan apapun dulu ya"Lion merapikan selimut yang menutupi sebagian tubuh Vienna . Wanita itu mengangguk lemah.Lion berjongkok hendak mencium kening Vienna ,namun ia malah mengelak.Lion tercengang dengan sikap Vienna yang berubah dingin.Tapi karena Vienna masih belum sehat,ia jadi malas untuk berdebat.


"Baiklah...aku keluar dulu..kamu istirahat saja disini"


Vienna tak menjawab,Lion berbalik keluar dengan sedikit rasa kecewa.Namun ia berusaha untuk positif thinking.Dan menganggap Vienna mungkin saja masih trauma.

__ADS_1


Sesampainya di bawah,ia menemukan Tantri sendiri sedang asyik dengan laptopnya.


"Mana mereka ??"tanya Lion..


"Sudah tidur.."jawab Tantri.


"Cepatnya mereka tidur ??Kamu nggak ngasih mereka obat tidur kan??"


"Ya nggak lah...aku tu emang pawang nya anak-anak Bos..jadi kalau cuma begituan itu mah kecil"Tantri menjentikkan kelingking nya.Lion tersenyum tipis,ia duduk bersebelahan dengan Tantri.Membuat tubuh Tantri langsung memias hangat, apalagi dengan jarak yang sangat dekat.


"Kau sedang ngerjain apa?"Lion melihat ke layar laptop Tantri.Wanita itu tak menjawab, ia memperhatikan wajah tampan yang kini bersentuhan dengan nya.


"Tan.."Lion memalingkan wajahnya hingga keduanya bertatapan.


"Ah.. i-i-ini Bos..emm projects game baru yang kemarin Bos setujui"


"Ohh ide karakter dari Vienna itu... sampai dimana sudah "Lion mengecek laptop yang dipegang Tantri, otomatis tangan nya tersentuh secara tidak sengaja.Dan itu membuat Tantri semakin merasakan hal yang tak biasa.


"Emmmm"Lion manggut-manggut..."lumayan..kau memang smart Tan..."puji Lion,Tantri tersenyum.Ia berusaha sebisa mungkin mengontrol perasaannya.


Siapa yang bisa menolak ketampanan wajah pria dihadapannya itu.Siapapun wanita akan langsung jatuh cinta kepada pria beralis tebal ini.Begitu juga dengan Tantri, pertama kali mengenal nya sebagai wali kelas 2 SD.Tantri langsung kepincut, apalagi tahu jika dia adalah Bos dari sebuah perusahaan Luar negeri pusat pembuatan game.


Tantri pun berinisiatif untuk lebih dekat dengan cara bekerja sama dengan nya.Dan hal itu tidak lah susah,karena Lion orang nya sangat ramah dan hangat.


Tapi siapa sangka, ternyata Lion justru kepincut dengan istri orang yang merupakan mantan pacarnya.Memang sih Tantri mengakui jika Vienna sangat cantik.Kecantikannya sangat sederhana tanpa make-up yang menor.Berbeda dengan dirinya yang tidak bisa ketinggalan make-up di dalam tasnya.


"Bos..."


"Apa yang akan Bos lakukan untuk Bu Vienna nantinya ?"


Lion terdiam,ia menarik tubuhnya mundur.


"Aku akan membantu Vienna untuk menyelesaikan masalah nya dengan Gunawan .Dan aku ingin membantu dia juga mengurus surat cerai nya"


"Apa Bos akan menikahi nya?"


Lion tersenyum tipis..


"Itu keinginan ku... keinginan terbesar ku"Lion mengaku dengan jujur.


"Apa Bos tidak berpikir panjang dampak positif dan negatif nya?"


Lion manggut-manggut..


"Aku mengerti ke arah mana pembicaraan mu,tapi aku tidak perduli.Aku hanya ingin Vienna , cukup Vienna "


"Bos tidak akan menyesal ??"


Lion menggeleng mantap..


"Semua tentang Vienna tidak pernah aku sesali Tan..dia seorang wanita yang luar biasa bagiku"

__ADS_1


Tantri tersenyum hambar.


"Beruntung sekali Vienna bisa mendapatkan cinta yang sangat begitu besar dari seorang pria sebaik dirimu Bos"


Lion terdiam,ia terpias ingatan beberapa saat yang lalu ketika Vienna menepis tangan nya.


"Apakah benar Vienna akan merasa beruntung ??"Gumamnya dalam hati.


"Kenapa Bos?"Tantri menangkap sesuatu yang tidak mengenakkan dari wajah Lion.


"Ah tidak apa-apa.."Lion berusaha menutupi nya.


"Jangan bohong...Bos terlihat sangat sedih sekali"


"Masak??"


"Iya...aku bisa membaca pikiran seseorang dari wajah nya "


"Ohya???"


Tantri mengangguk yakin.


"Coba kau tebal apa yang kamu tahu tentang hal yang aku pikirkan ?"


"Aku tidak bisa menjelaskan secara spesifik Bos,tapi kalau dasar-dasarnya bisa"


"Ya udah sebisamu saja"


"Emmm "Tantri memandang wajah Lion dengan lekat"Apa Bos merasa dikecewakan ??"


Lion tersenyum getir, ia pun mengangguk.


"Dengan siapa??Bu Vienna ??"


"Aku tidak tau apa yang dipikirkan oleh dia...Tadi..aku hanya ingin mencium kening nya,dan dia menolak..itu sangat menyakitkan"


"Setega itukah Bu Vienna Bos?? setelah apa yang Bos lakukan untuk nya??"


Lion berusaha tersenyum meskipun hatinya semakin terluka.


"Entahlah Tan... mungkin dia kecapean "


"Aku tidak bisa terima Bos diperlakukan seperti itu"Tantri begitu emosi.


"Kok kamu yang marah ??"


"Karena aku tahu bagaimana perjuangan Bos selama ini terhadap Bu Vienna?Itu sangat luar biasa Bos.Kalau aku yang ada diposisi Bu Vienna sekarang ? pasti aku akan sangat bahagia "


Lion tersenyum tipis..


"Aku harap Vienna bisa seperti itu..."gumam Lion dengan harapan sepenuh hati.Tantri tercenung,,,

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak mengerti maksud dari perkataan ku??


__ADS_2