KASIHKU, ANAKKU

KASIHKU, ANAKKU
EPS 12


__ADS_3

Seperti biasa,Vienna akan bangun lebih dulu.Mandi dan langsung sholat subuh.Ia tersenyum memperhatikan suaminya yang masih pulas,entah disadari atau tidak oleh Gunawan ?Vienna sudah meninggalkan jejak yang akan membuat Norma meradang.


"Sayang..."Gunawan tersenyum dengan mata masih Mai mai.Ia menarik tangan istrinya hingga jatuh dalam pelukannya.


"Kau sangat hebat malam ini sayang...aku mau lagi"Rengek Gunawan manja.


"Udah cepet bangun, sholat subuh dulu"


"Tapi udah sholat subuh,aku minta lagi ya"


"Ih apaan sih"Vienna memukul dada suaminya manja.


"Serius sayang, lihat si entong bangun lagi"Gunawan menyibak selimut nya dan menunjukkan senjata pamungkasnya.Vienna tersenyum malu,


"Udah sholat cepetan sayang,,,aku mau nyiapin sarapan dulu"


Gunawan terpaksa mengangguk setuju.Vienna bangkit lalu keluar dari dalam kamarnya.


*


*


Gunawan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.Ia bersiul-siul penuh keceriaan.Tapi tiba-tiba sebuah mobil mendahului dan mencegat jalan.Dengan serta merta,Gunawan menginjak rem agar tidak menabrak.Untung saja masih sempat.


"Kurang 4j4r !!siapa sih??"Gunawan membuka seatblet hendak keluar melabrak si pengemudi mobil di depan nya.Namun gerak tubuh nya mematung setelah si pengemudi keluar dari dalam mobilnya dan menghampiri Gunawan .


"Buka Mas!"hardik Norma penuh emosi.Gunawan patuh,ia membuka pintu sebelah menggunakan tombol disisi pintu kemudi.Norma masuk ke dalam,dan duduk di kursi sebelah nya.


"Kenapa kamu tidak angkat telpon aku?"


Gunawan tidak menjawab,ia membuka dasbor yang berada di depan Norma.Rupanya ponsel Gunawan ada disana.Ia menunjuk kan kepada Norma.


"Ohhh kau sengaja menyimpan nya disitu?"


"Aku lupa sayang,aku baru ingat setelah kamu bertanya"


"Bohong!!!"


Norma melihat tanpa sengaja ke bagian leher suaminya.Ia tergesa membuka Krah baju Gunawan dan melihat nya dengan jelas noda merah itu.


"Apa sayang ??"tanya Gunawan heran,ia tidak tahu jika hati Norma bagai dihujam belati bertubi-tubi.


"Kau jahat Mas"


"Maksud mu apa?"


"Puas kau melampiaskan kerinduan mu dengan Vienna ?"

__ADS_1


Gunawan tercengang,ia masih belum menyadari apa yang dimaksudkan oleh Norma.


"Lihat!!Apa di lehermu itu?"pekik Norma tidak tahan lagi.Gunawan segera memutar spion ke wajahnya,ia memeriksa leher nya sendiri.Barulah dia menyadari,kenapa Norma marah sekali padanya?


"Sekarang sudah jelas?"sambung Norma.Gunawan tidak bisa untuk menyangkal.


"Kau jahat Mas...kau jahat"Norma memukul Gunawan tanpa adanya perlawanan.


"Kau tega ninggalin aku sendiri terus pergi ke rumah Vienna ,aku telfon kau abaikan...Kau sengaja ingin mempermainkan aku Mas?!hah?"


"Ma-maaf kan aku sayang,,,aku...aku hanya ingin Vienna yakin kalau aku berniat baik"


"Baik?baik apanya Mas,hah??Baik hanya untukmu,bukan untuk ku?"bantah Norma.


"Tapi kamu kan sudah setuju akur dengan Vienna , kita hidup berumah tangga bertiga...Aku,kamu,dan Vienna "


Norma mulai melunak,ia tidak membantah ucapan Gunawan lagi.


"Jadi aku sengaja tidak ingin diganggu saat aku meyakinkan Vienna "


"Lalu sekarang apa dia sudah bersedia ?"


"Belum pasti sih,tapi aku yakin dia pasti mau"jawab Gunawan agak ragu.


"Pertemukan kamu Mas..."


"Aku tidak mau terus seperti ini Mas,Apalagi nanti perutku akan semakin membesar ?kalau perlu aku ingin kita tinggal bertiga dalam satu atap"


"Aduh...itu akan susah sayang,,,karena bukan hanya Vienna yang harus ku jaga perasaan nya.Tapi juga anak-anak...kita harus pelan-pelan,jangan gegabah.."


"Terus sampai kapan?"Norma sedikit memaksa.


"Emmmm untuk saat ini,kita usahakan pada Vienna dulu.Nanti anak-anak akan ikut bagaimana Ibunya"


Norma terdiam...Gunawan melirik jam tangannya.


"Sayang...aku harus pergi kerja,nanti aku bisa terlambat "


Norma menghela nafas berat.


"Aku tunggu saat makan siang "Norma keluar dengan membanting pintu mobil.Gunawan hanya bisa geleng-geleng kepala menyingkapi sikap Norma.


*


*


Usai menjemput Vino ke sekolah,Vienna berniat untuk belanja bulanan keperluan di rumah.Ia memilih swalayan yang menyediakan tempat bermain anak-anak.Jadi Vienna bisa tenang berbelanja tanpa takut meninggalkan kedua putranya,karena disana ada penjaga khusus.

__ADS_1


Saat tengah asyik memilih beberapa barang, tiba-tiba ada seseorang menyapa Vienna .Ia menoleh, rupanya Norma.Wanita itu tersenyum manis ke arahnya.


"Nggak nyangka ya,bakal ketemu kamu disini"sapa Norma,Vienna tersenyum kecut.


"Kalau aku sih nggak kaget,karena kamu selalu menguntitku"balas Vienna .


"Amboy... percaya diri sekali, ngapain aku nguntit kamu.. kayak nggak ada kerjaan aja"


"Terus ngapain kamu disini ?"


"Ya belanja lah,,,ini tempat perbelanjaan umum..Lihat ini,aku sedang belanja banyak untuk kebutuhan restoran ku.Tapi jangan kamu berpikir bahwa aku menggunakan uang suamimu.Tidak sama sekali "Norma menggerakkan jari telunjuknya.


"Baguslah... nggak heran suamiku bisa kepincut sama kamu,karena dari pada bayarkan??Lebih baik gratisan"


"Kau???!!!"Norma terpancing emosi.Ia tidak menyangka bahwa Vienna akan membalas kata-katanya.


Vienna tersenyum sengit...


"Semakin kau ingin menjatuhkan ku, semakin aku yakin bahwa aku lebih baik daripada kamu...Jadi jangan pernah kamu bermimpi untuk mengalahkan ku,karena kita...Nggak selevel"


"Sombong kau!!!Nanti kalau Gunawan sudah meninggalkan mu,baru kau tahu tinggi rendahnya langit "


"Hemmm kalau dia meninggal kan aku,aku tidak akan menjadi sampah.Karena aku punya harga diri, berbeda dengan kamu...Jika Gunawan meninggalkan mu?Siapa yang akan mau sama kamu? Seorang wanita yang hanya mengejar milik orang lain, seperti pengemis yang mengharapkan nasi sisa-sisa "


Norma semakin emosi,dadanya turun naik akibat nafas yang menderu.


"Ya sudah... selesaikan belanjaan mu,aku sudah selesai dan siap pulang.Nanti malam suamiku akan minta jatah lagi,katanya yang semalam kurang hehehehehe"Vienna menutup mulutnya sambil tertawa.


"Akan ku buat dia tidak pulang "seru Norma...


"Coba saja"tantang Vienna seraya berbalik pergi.Norma benar-benar marah,ia menghentak kakinya berkali-kali.Rasanya ingin teriak,tapi karena disini tempat umum,jadi dia menahannya sebisa mungkin.


*


Vienna menunggu Norma Keluar dari pusat perbelanjaan.Ia ingin tahu dimana Norma tinggal sebenarnya.Vienna sengaja memesan taxi online agar tidak mencurigakan.Dan juga ia kan pakai motor,jadi pasti bakal ketahuan jika Norma sedang diikuti.


Ternyata Norma tinggal di Plaza Senayan Jakarta,Vienna melihat Norma masuk ke sisi belakang Mall.


"Pak ..Apa disekitar kawasan ini ada perumahan atau tempat layak huni?"Vienna bertanya kepada supir taksi.


"Oh ada Bu, dibelakang Mall ini...Ada apartemen,ada juga perumahan elit.Ibu berminat mau beli?"


"Rencana sih gitu Pak?Nanti saya lihat-lihat dulu...Karena sekarang masih kerepotan bawa anak"


"Ohh gitu,ya udah sekarang Ibu mau turun atau gimana ?"


"Antar saya ke tempat yang tadi Pak"

__ADS_1


"Baik Bu"


__ADS_2