
Gunawan meremas kuat maps yang baru saja ditandatangani oleh Lion.
"Ternyata kamu sudah membohongi ku Vien"Gunawan merasakan sesak sekali, hingga ia harus merenggangkan otot pernafasannya agar bisa bernafas dengan baik.
Ia melirik jam di dinding, sebentar lagi istirahat jam makan siang.Gunawan berinisiatif untuk pulang.Karena dadanya sudah tidak bisa menahan Kemarahan.
*
Vienna merapikan ruang tengah,karena kedua anaknya habis bermain disana.Dan sekarang mereka sudah tidur siang.
BRAK!!
Vienna terkejut mendengar gebrakan pintu yang cukup kuat.Ia segera keluar memeriksa.
"Mas..."desis Vienna tercengang.Gunawan menarik tangan istrinya lalu didorong nya menghantam dinding.
"Mas..."Vienna memekik kaget,ia tak menyangka akan mendapatkan perlakuan kasar dari suaminya.
"Apa yang kamu lakukan dengan Lion disini hah??Kenapa kamu berbohong padaku ??"Gunawan memukul, menendang,sampai tubuh Vienna meringkuk disertai tangisan.
"Ampun Mas...Ampunnnn..."
Gunawan semakin berang mendengar permohonan Vienna .Ia semakin yakin mereka telah melakukan hal yang menjijikkan.Gunawan mengambil vas bunga plastik,lalu di pukul kan nya berkali ke tubuh sang istri.
Vienna menjerit kesakitan,ia menangis tersedu-sedu.
"Papa..."Vino yang melihat adegan itu langsung berlari memeluk sang ibu.
"Jangan pukul Mama Pa....jangan"Pintanya sambil memeluk Vienna dengan erat.Gunawan terenyuh, ia menghentikan pukulan-nya sembari mengambil nafas sebanyak yang ia bisa.
"Vin... pergi ke kamar..jaga adek!!"Gunawan berucap dengan ter-engah-engah.
"Nggak mau.."Vino menolak.
"Nak...Vino jaga adek ya"Vienna mengusap wajah Vino yang basah oleh air mata.
"Nggak mau ..Vino mau lindungi Mama"
"Mama salah sayang...Mama udah jahatin Papa"ujar Gunawan berusaha menjelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh Vino.
"Papa yang jahat duluan sama Mama"Bantah Vino yang membuat Gunawan semakin emosi.
"Kau yang ajarkan dia begitu kan Vien..hah"Gunawan menjambak rambut Vienna lalu dihantukkannya ke dinding.
"Hentikan Pa... hentikan.."Vino memegang tangan Gunawan agar tidak melakukan hal yang menyakiti Mamanya.Tapi Gunawan sudah gelap mata,ia terus membentur kan kepala Vienna .
Vino berlari keluar rumah,ia menjerit minta tolong.Beberapa warga yang mendengar nya langsung datang berkumpul.
__ADS_1
"Tolong Mama... tolong...Mama dipukul sama Papa"Vino mengadu sambil menangis, warga yang mendengar penjelasan Vino langsung berhambur ke dalam.Mereka berusaha melerai dengan menahan pergerakan Gunawan .
"Lepaskan... Lepaskan saya...saya akan memberikan pelajaran kepada wanita murahan itu"Gunawan berteriak histeris,tapi tak di endahkan.Beberapa warga segera membawa Vienna yang sudah berlumuran darah ke Rumah Sakit.Mereka takut sampai terjadi apa-apa.
Sedangkan Gunawan diamankan di rumah pak RT sambil lalu menunggu polisi datang.Pria itu diam dengan wajah tertunduk.Ia menjawab pertanyaan demi pertanyaan dari Pak RT dengan anggukan dan gelengan kepala saja.
Tak berapa lama polisi pun datang,mereka menggelandang Gunawan tanpa perlawanan.Pria itu diam membisu,ia terlihat sangat tertekan dan shock.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Berita tentang kasus KDRT ini pun dengan cepat tersebar.Lion gegas pergi ke rumah sakit begitu mendengar kabar tersebut.Ia tidak menyangka jika Gunawan akan bertindak kalap.
"Vien...."Lion segera masuk ke kamar dimana Vienna dirawat,setelah mendapatkan ijin kunjung dari pihak RS.
Vienna menatap sayu,kedua kelopak matanya bengkak sampai susah untuk terbuka.
"Kenapa kamu tidak lari saat Gunawan sedang marah..hemm??"
"Nggak sempat...Vino dan Viek mana?"
"Nanti pulang dari sini aku akan menjemput mereka, mungkin mereka ada di rumah tetangga mu"
"Kamu tahu dari siapa kalau aku ada disini ??"
"Aku lihat berita di tv.. jadi aku langsung kesini.Keluargamu sudah tahu belum??"
Vienna menggeleng lemah..
"Nanti... pembantu mu akan marah sama mereka "
"Aku akan meminta Tantri untuk menjaga mereka di rumah ku, akan ku bayar dia 5kali lipat dari biasanya.Kamu tenang saja ya..."
Vienna memaksa untuk tersenyum,tapi bibir nya sangat sakit.
"Aku akan mengurus semuanya,kau harus pergi meninggalkan laki-laki itu.Kau bisa menang untuk mendapatkan hak asuh anak-anak.Kau mengerti maksud ku kan?"
Vienna hanya mengerjapkan matanya.
"Aku akan pergi dulu untuk menjemput Vino dan Viviek.Nanti aku akan kembali kesini,aku harap orang tua mu tidak tahu tentang kabar ini"
Vienna menggeleng cepat..
"Yah aku ngerti...aku akan berusaha agar mereka tidak mendengar tentang hal ini..Ok??"
Vienna mengangguk.
*
__ADS_1
*
Reaksi Norma tidak berbeda jauh dengan Lion, wanita itu langsung pergi ke kantor polisi untuk melihat keadaan Gunawan .Saat ini Gunawan masih ada di tahanan sementara guna menindak lanjuti kasus KDRT yang dituduhkan.
"Mas... kenapa bisa begini hah??"Norma meraba wajah Gunawan yang kuyu,ia tidak sanggup untuk menahan tangis.Air matanya bercucuran deras.
"Vienna ....Vienna ..."Gunawan juga turut menangis dengan hanya menyebut nama Vienna . Suaranya bergetar hebat.
"Kenapa ???kenapa ??"Norma semakin menjadi..
"Dia...Dia...Dia selingkuh dengan Lion.Dan itu mereka lakukan di rumah...Sedendam itukah Vienna padaku??"
Norma menggeleng sambil terisak-isak.
"Tidak Mas...Itu bukan karena dendam,tapi karena mereka memang masih punya perasaan.Meskipun kamu tidak menikah dengan ku,Vienna akan tetap selingkuh dengan Lion"
Gunawan tertunduk pilu...Norma meraih dan memeluknya dengan erat.
"Aku bodoh...aku terlalu bodoh...apa kamu sudah melihat keadaan nya??"
Norma Mengangkat wajah suaminya.
"Kau tidak usah memperdulikannya...aku yakin saat ini dia ditemani oleh Lion"
"Vino??Viek?? Bagaimana dengan mereka ??"
"Aku akan membawa mereka, jangan sampai nanti Vienna bisa mendapatkan kedua anaknya ??"
"Apa kamu bisa menjaga mereka ??"Gunawan bertanya penuh ragu.
"Akan aku usahakan dengan baik..aku janji "jawab Norma yakin.
"Tolong ya... tolong jaga Vino dan Viviek "
Norma mengangguk yakin.
*
*
Lion dengan mudah bisa mengambil Vino dan Viviek dari tangan Bu Bella,tapi tidak dengan Norma yang hampir bersamaan datang ke rumah Bu Bella.Karena Vino sangat takut kepada wanita itu.Ia justru langsung berlari meminta perlindungan kepada Lion.
"Vin...dia laki-laki jahat,dia yang sudah membuat Papa mukul Mama"Norma berusaha membujuk anak itu.Vino tetap tidak mau, sedangkan Viviek nangis kejer dalam gendongan Lion.
"Kau tidak usah banyak bicara Nor...anak kecil bisa tahu mana yang jahat dan tidak.Sebaiknya katakan kepada Gunawan ,bahwa dia sudah melakukan kesalahan fatal.Dia akan kehilangan keluarganya dan juga pekerjaan nya"
"Aku akan memperjuangkan hak asuh Vino dan Viviek..Vienna tidak akan mendapatkan hak asuh mereka "Tandas Norma tegas.
__ADS_1
"Lakukan lah...Kami lebih banyak bukti yang akan melemahkan kekuasaan Gunawan untuk hak asuh mereka.Dia sudah kehilangan pekerjaannya, dari segi nafkah saja dia sudah lemah"
Norma tercekat,apa yang dikatakan Lion adalah benar.Karena Gunawan sudah melakukan KDRT terhadap Vienna .Jadi dia memang sudah kalah.