
Seharian Vienna mengurung diri di kamar anak-anaknya.Ia hanya keluar rumah saat menjemput Vino di sekolah.Gunawan sempat menawarkan diri untuk pergi bersama menjemput Vino.Tapi Vienna menolak, dengan alasan kalau naik mobil nanti bakal lama karena macet.Akhirnya Gunawan terpaksa mengalah.
Untuk makan, Vienna hanya pesan lewat Goo food.Tentu saja ia hanya pesan untuk dirinya sendiri dan anak-anak.Masalah Gunawan,ia sama sekali tidak perduli.
Gunawan semakin semrawut, tidak pernah sama sekali Vienna semarah ini padanya.Ia terus merayu, membujuk dengan sering mengetuk pintu kamar.Tapi tak ada respon,Vino dan Viviek pun seperti ikut diam patuh terhadap Ibunya.Kalau sudah begini, alamat dia akan kehilangan keluarga kecilnya.
Gunawan duduk di ruang tamu sambil sesekali menoleh ke arah pintu kamar anak-anak.Ia berharap bisa melihat Vienna keluar.Sambil lalu menunggu, Gunawan mengotak-atik ponsel nya.Hingga ia terpaku pada sebuah status di WA.
*
*
Norma tidak bisa fokus bekerja,ia merasa pening sekali melihat angka-angka di layar komputer kasir.
"Risa.."seru Norma kepada staf pekerja nya.
"Iya Nyonya"Risa segera menghampiri.
"Kamu ambil alih kasir ya...aku mendadak pusing sekali"Norma beringsut turun dari kursi,tapi tetiba ia ambruk.Untung Risa sigap menangkap tubuhnya.
"Nyonya... Nyonya nggak apa-apa ?"Risa panik,tapi Norma tak merespon.Dia pingsan!!
*
*
Norma tersenyum tipis melihat hasil pemeriksaan medis dari Dokter,DIA HAMIL!! Untuk memberi tahu secara langsung kepada Gunawan,rasanya itu hanya akan membuat penilaian akan dirinya seperti mengharapkan laki-laki itu perduli kepadanya.Norma punya cara yang lebih cantik, yang akan memancing untuk Gunawan datang sendiri kepadanya.Dia mengekspos surat keterangan dari dokter tentang kehamilannya di status WA.Dengan caption ALHAMDULILLAH...
*
*
Gunawan baru saja hendak mendail nomor telepon Norma, tiba-tiba pintu kamar anak-anak terbuka.Vienna keluar,ia melewati Gunawan tanpa sapaan.Ternyata Vienna mengambil pesanan makanan,lalu masuk kembali ke kamar anak-anak dengan sepi.
Setelah Vienna masuk dan mengunci kembali pintu kamar, Gunawan belingsatan mengambil kunci mobil dan jaketnya.Ia berlari dengan buru-buru keluar rumah.
Mendengar suara deru mobil,Dada Vienna seperti terhimpit batu besar.Makanan yang ia telan, tersangkut di tenggorokan hingga membuatnya tersedak.Vienna berlari ke toilet,ia memuntahkan makanan nya disertai batuk-batuk.Air matanya mengalir deras tak dapat ditahan.Meskipun ia tidak tahu Gunawan keluar hendak pergi kemana ?tapi hatinya sudah merasakan sakit yang luar biasa.
_
Sepanjang perjalanan, Gunawan berusaha menghubungi nomor telepon Norma.Tapi tak diangkat,Yaps!!Norma sengaja melakukan itu semua.Senyuman lebar menghiasi bibirnya.
"Kau telah menyelematkan mama sayang..."Ucap Norma sembari mengusap perutnya yang masih rata.
TRING
Tanda pesan di notifikasi Wa berbunyi.Norma hanya melihat sekilas isi pesan tersebut.
__ADS_1
"Aku OTW sayang..."
Norma semakin girang...Ia berputar-putar seperti orang berdansa disekitar kamarnya.Sungguh keberuntungan sedang berpihak padanya saat ini.
_
Ting tong Ting tong
Suara Bel berbunyi,Norma melonjak kaget.Ia berjingkrak-jingkrak kegirangan.Tapi saat sudah hendak membuka pintu,raut wajahnya yang gembira dibuat cuek.
"Mau apa kesini?!"Tanya Norma ketus,
"Sayang jangan marah dong..aku kangen nih"bujuk Gunawan manja.Norma melengos,tapi ia tersenyum memunggungi.Gunawan segera masuk ke dalam apartemen milik Norma,tak lupa ia menutup pintu rapat-rapat.Lalu agak berlari menyusul Norma dan memeluknya dari belakang.Gunawan mengangkat tubuh istrinya itu dan berputar-putar begitu bahagia.
"Eh eh...."
Hahahaha Gunawan tertawa lepas.Ia sudah melupakan kesedihannya tentang masalahnya dengan Vienna.Norma pun ikut tertawa riang.
*
*
"Berapa umur kandungan nya sayang?"Tanya Gunawan,ia tidur dengan menyanggah kepalanya Norma.Kedua pasutri itu baru saja merengkuh kenikmatan duniawi bersama.
"Emmm kata dokter sudah masuk Minggu ke tujuh"
Norma memukul dada suaminya yang tak tertutup sehelai benang.Ia tersenyum lebar.
"Kok bisa kamu memeriksa kandungan ?"
"Emmm aku pingsan di restoran Mas"
"Pingsan ??"Gunawan terhenyak kaget.
"Iya...aku terus saja memikirkan kamu, sampai kepalaku terasa pening.Aku berniat pulang untuk istirahat,saat aku beranjak tiba-tiba alam seperti berputar dan tahu-tahu aku sudah berada di rumah sakit "
"Maafin aku ya sayang,aku terlalu memikirkan masalah ku dengan Vienna.Hingga aku melupakan mu..."
Norma memonyongkan bibirnya.
"Tapi sekarang aku sudah disini sayang,jadi kamu jangan marah lagi ya"
"Lalu Vienna gimana?"
Gunawan tercekat, ia tidak langsung menjawab.Norma menatap wajah suaminya dengan sakit menyusup di kalbu.Tapi ia harus bermain secantik mungkin.
"Kamu harus pintar mengambil hatinya sayang,ya udah.. sekarang kamu pulang saja gih"
__ADS_1
Bola mata Gunawan bergulir menatap istrinya.Norma tersenyum manis.
"Tapi..."
"Jangan pikirkan aku,aku akan tetap disini sayang.Menunggumu...meskipun semua waktumu akan lebih banyak bersamanya.Tapi aku akan tetap setia bersama anak kita"
Gunawan tersenyum,ia mencium kening Norma dengan begitu mendalam.
"Makasih ya sayang..."
Norma menjawab dengan senyuman.
"Cepat mandi sana, terus pulang.Kalau kamu tidak pulang, Vienna akan semakin marah.Dan kalian akan semakin susah untuk berbaikan"Ucapan Norma sangat bijak sekali.
"Emmmm... Vienna minta kita berpisah sayang "
"Apa??"Emosi mulai terlihat
"Tapi...aku akan mengatakan tentang kehamilan mu, mulai sekarang....Aku akan jujur sama Vienna dan sama Kamu.Aku akan berusaha adil kepada kalian berdua.Kamu sudah pasti bisa mengerti aku,dan aku akan berusaha untuk membuat Vienna juga mengerti aku.Kita akan hidup bahagia sayang"
Norma tersenyum tipis,tapi dia tersenyum bukan karena keinginan Gunawan yang ingin bahagia berpoligami.Melainkan dengan kejujuran Gunawan,dia akan semakin menyakiti Vienna.Jadi secara tidak langsung,Norma akan membuat Vienna tidak bahagia.
"Kamu setuju kan sayang ??"Sambung Gunawan ,Norma mengangguk cepat.Gunawab sangat bahagia ,ia memeluk Norma dengan erat.
*
*
Jam 10 malam, Vienna mendengar deru suara mobil.Ia bangun dari tidurnya dengan tergesa-gesa.Keluar dari dalam kamar,dan melihat melalui jendela.Ternyata benar itu mobil suaminya.Vienna menghela nafas lega,mungkin Gunawan hanya keluar untuk makan.
Saat pintu terbuka, pandangan Keduanya beradu.Gunawan tersenyum melihat Vienna yang ternyata menunggu kedatangan nya.Untung dia mengikuti saran Norma.
"Belum tidur sayang ??"
Vienna menggeleng lemah,Gunawan menghampirinya.
"Udah makan??"
Vienna mengangguk,semakin dekat keduanya.Vienna mencium sesuatu yang menyegarkan.Yah,Vienna mencium aroma sabun yang segar dan asing.Seketika itu juga perasaannya seperti tersayat sembilu.
"Kau dari mana Mas?"
"Hah??"
Vienna mempertajam Indra penciuman nya.Ia mengendus tubuh suaminya.
"Kau habis mandi dimana?"
__ADS_1
Wajah Gunawan langsung pias, keinginannya untuk jujur menciut bagai cumi yang dimasak dalam kuali.