
Adzan subuh berkumandang,Vienna gegas bangun.Ia akan sholat subuh berjamaah di masjid tak jauh dari rumah nya,karena itulah rutinitas pagi dalam keluarga nya.
"Bu...Mas Gunawan mungkin akan sarapan disini "Ucap Vienna saat ia berjalan beriringan dengan Bu Yana untuk pulang setelah sholat subuh berjamaah.
"Loh Kok??"
Vienna tersenyum menanggapi keheranan Ibunya.
"Vienna akan melakukan apa yang disarankan Oleh Yuda Bu,,,Ini rumah tangga Vienna , kebahagiaan anak-anak Vienna ada disana.Vienna tidak akan membiarkan siapapun menghancurkan nya"
Bu Yana tersenyum tipis.
"Baiklah jika itu keputusan mu Nak, Ibu dan Bapak pasti akan selalu mendukung mu"
"Terimakasih Bu....dan Vienna mohon, bersikap lah seolah Ibu dan Bapak tidak tahu apa-apa..Biar Mas Gunawan tidak tahu apa keinginan Vienna "
"Iya ...Ibu ngerti,nanti Ibu akan ngomong sama Bapak"
*
Setibanya di rumah, ternyata mobil Gunawan sudah terparkir di depan.Vienna dan Bu Yana saling berpandangan,gegas Vienna masuk ke dalam rumahnya.
Ternyata Gunawan berada di kamar menciumi anak-anak yang sedang tertidur pulas.
"Mas???"
"Hey sayang...aku sangat merindukan anak-anak"Gunawan bangkit menghampiri istrinya"Dan juga merindukan mu"Ia menarik Vienna kedalam pelukan nya.
"Kamu belum menyapa Ibu Mas"
Gunawan perlahan merenggang kan dekapan nya.
"Dimana Ibu?"
"Diluar..."
Gunawan tersenyum lalu melangkah keluar kamar.
"Assalamualaikum Bu"
"Wa'alaikum salam"
Gunawan menyalami Ibu mertuanya dengan penuh takzim.
"Bapak belum pulang Bu?"
"Belum...dia biasanya akan ngobrol di masjid sampai matahari terbit"
"Ooohhhh..."
"Duduk dulu,Ibu akan buatkan kopi sebentar"
"Tidak usah repot-repot Bu..."
"Nggak apa-apa..."
"Eh Mas Gun"Yuda baru saja muncul,ia langsung menyalami Kakak iparnya.Vienna juga baru saja keluar,Yuda memberi satu kode kepada Kakaknya itu.
"Kapan datang Mas?"Tanya Yuda basa-basi.
"Baru saja... gimana sekolah mu?"
__ADS_1
"Alhamdulillah lancar Mas"
"Setelah lulus kamu mau kuliah dimana?"
"Belum dipikirkan Mas"
"Kuliah di kota saja, tinggal bersama kami.Kebetulan di rumah ada kamar kosong satu"
Yuda tersenyum kaku.
"Nantilah Yuda pikirkan"
"Oh ya udah..."
"Silahkan duduk Mas,Yuda ke dalam dulu ya"
Gunawan mengangguk,ia duduk di kursi berdampingan dengan Vienna .Dengan hangat,Gunawan menggenggam tangan istrinya itu.
"Makasih ya sayang..."
"Makasih untuk apa ?"
"Karena..."
"Sttt"Vienna memotong cepat"Jangan bicara kan apapun disini "
Gunawan mengangguk setuju.
*
Di lain tempat, Norma celingukan mencari keberadaan Gunawan . Awalnya ia pikir Gunawan sedang keluar beli apa gitu,tapi sampai jam 7 pagi masih tak terlihat bayangan nya.
Norma berkali-kali menghubungi nomor telepon suaminya itu.Tapi tak diangkat,lah iya!! telfonnya sengaja Gunawan tinggal di dalam mobil.Karena tahu,Norma pasti akan menghubungi nya.
*
Atas perintah dari Kakaknya,Adik Norma lewat di depan rumah Vienna .Tapi dia tidak menemukan apapun, karena Vienna sudah pulang setelah sarapan.
Adik Norma masuk ke sebuah warung, kebetulan disana ada Bu Yana .
"Hay Tante...beli apa?"sapa Adik Norma,Bu Yana melirik dengan tajam.
"Beli sembako,menantuku baru saja datang.Jadi dia ngasih lah tambahan uang belanja buat mertuanya,secara dia sayang banget sama Vienna "Jawab Bu Yana dengan sanjungan yang ia buat sendiri.
"Ohhh beruntung sekali ya Kak Vienna Tante"
"Iya Dong...eh gimana kabar Norma ??kenapa dia tidak pernah pulang ??"
"Emm katanya sih sibuk dengan pekerjaan Tante"
"Dia udah nikah belum ??"
"Kayaknya belum deh Tante"
"Ohhh belum ya??.Ya udah deh,Tante pulang duluan ya"
"Iya Tante... hati-hati di jalan Ya Tan"
Bu Yana mengangguk.
*
__ADS_1
"Gimana Dek??Vienna dan suaminya pulang kampung Ya?"
"Kalau tadi pas aku lewat di depan rumah Kak Vienna , nggak ada siapa-siapa Kak...Tapi saat aku ke warung aku ketemu Tante Yana, ibunya Kak Vienna .Dia bilang Kak Vienna sama suaminya udah pulang dan katanya ngasih uang belanja gitu jadi dia belanja banyak waktu di warung .Dia juga sempat bilang kalau menantunya tuh sayang banget sama Kak Vienna ,jadi apa aja kemauan Kak Vienna pasti dituruti"
Norma mencengkram kuat ponsel yang dipegangnya.
"Emang kenapa sih Kak?Kakak pengen tahu Kak Vienna pulang atau nggak ?"
"Ah nggak,,,cuma penasaran aja, soalnya dia ada janji sama kakak pas kakak telepon katanya dia pulang .So kakak cuma pengen tahu dia jujur apa nggak gitu aja"
"Ohhh gitu..."
"Ya udah makasih ya Dek"
"Ok!"
Sambungan terputus.
AAAAAAAAAAKKKKK
Norma menjerit kuat,ia kesal,marah, jengkel,semua bercampur menjadi satu.Ternyata tidak mudah mengalahkan Vienna ,dia masih bertahta dihati Gunawan .Padahal Norma sempat berpikir,ia sudah menyingkirkan Vienna dari hati Gunawan .Karena sikap Gunawan yang sangat manis kepada nya.Tapi rupanya,Gunawan memang pandai menyenangkan hati seorang wanita.
*
Vino dan Viviek bernyanyi bersama saat diperjalanan pulang.Menambah suasana jadi ramai dan semarak.Vienna dan Gunawan senyam-senyum melihat tingkah lucu kedua putra mereka.
Perlahan Gunawan menggenggam tangan istrinya menggunakan tangan kiri nya.Tangan kanannya tetap sibuk mengemudi.
Vienna diam,ia hanya menatap tanpa arti tangan hangat yang membungkus punggung tangannya.
Sampai di rumah,rupanya Vino dan Viviek sudah terlelap.Vienna menggendong Viviek, sedangkan Gunawan menggendong Vino.Mereka terlihat kompak bak pasutri yang sangat bahagia.
"Kamu tidur di kamar kita kan sayang??"Gunawan memeluk tubuh istrinya dari belakang.Vienna diam tak menjawab.Perlahan Gunawan membalikkan tubuh istrinya.
"Aku sangat merindukanmu sayang"
"Aku masih belum bisa menerima kenyataan Mas"
"Maafkan aku sayang,,,aku tahu,tidak mudah untuk mu memaafkan aku.Aku pun sampai saat ini, tidak percaya pada diriku sendiri.Kenapa aku bisa melakukan ini padamu??"
"Bulsyit!!!"
"Sayang...aku sangat mencintaimu "
"Tapi kamu juga mencintai Norma"
"Yah ! Itu benar,,,aku mencintai kalian berdua,dan aku tidak mau kehilangan kalian berdua "
Vienna berusaha melepaskan diri dari pelukan suaminya,tapi Gunawan tidak membiarkan istrinya terlepas.
"Sayang tunggu dulu... tunggu...jangan marah dulu...Kamu tetap yang pertama dan paling utama di hatiku sayang "
"Yang pertama ??Iya yang pertama,karena ada yang kedua.Nanti pasti ada yang ketiga dan keempat "
"Tidak sayang...tidak...cukup kamu dan Norma ..aku janji!"
Vienna mendengus, meskipun ia sudah mempunyai rencana.Tapi hatinya masih sakit, sangat sakit.
"Kita ke kamar yuk..."
Vienna tak menjawab,
__ADS_1
"Yuk...."Gunawan merangkul bahu istrinya lalu digiring nya keluar dari kamar anaknya.Vienna terpaksa menuruti kemauan Gunawan yang begitu merindukan belaian nya.Ia harus bisa menaklukkan hati Gunawan lagi, apapun itu.Vienna harus membuat Norma ditinggalkan oleh Gunawan . Meskipun Vienna masih belum tahu,apa yang akan terjadi selanjutnya?