
"Sayang ..."Gunawan memeluk Vienna dari belakang saat wanita itu tengah membersihkan meja makan.
"Bisakah kita bicara ?"
"Apakah ini masalah perempuan itu ?"
"Emmmm Iya sayang "Gunawan melepaskan pelukannya,lalu menarik Vienna untuk duduk.
"Aku merasa sangat bersalah padanya,dia juga butuh aku... Apalagi dia.."
"Sedang hamil ??"potong Vienna cepat.Gunawan mengiyakan..
Vienna diam tak bergeming,banyak hal yang bermain di otaknya.
"Baiklah...tapi dengan satu syarat"Akhirnya Vienna bersuara.
"Apa itu sayang?"Gunawan terkesiap kaget.
"Aku ingin bekerja "
"Apa-?? bekerja ???Lalu anak-anak gimana ??Apa uang belanja yang aku berikan kurang??"
"Tidak kurang,hanya saja aku ingin mencari kesibukan agar tidak selalu sakit hati memikirkan kamu yang tega menduakan aku"
Gunawan seperti disudutkan oleh ucapan istri nya.
"Kamu mau kerja apa?Dan anak-anak siapa yang jaga?"
"Kerjaan aku di rumah aja Mas, sambil jaga anak-anak juga bisa"
"Jualan online ??"Terka Gunawan .
Vienna menggeleng..
"Pokoknya kerjaan ini halal...kamu nggak perlu tahu itu apa?"
Gunawan terdiam...
"Kamu ijinin kan?"tanya Vienna lagi.
"Ya udah nggak apa-apa, anak-anak juga kan masih dalam pengawasan kamu.Jadi itu tidak masalah"
Vienna menyungging kan senyuman kelat.
*
Norma menautkan kedua alisnya,ia memperhatikan dengan seksama sebuah foto yang diunggah oleh Lion beberapa jam yang lalu dengan caption.
MASA LALU YANG INGIN KU GAPAI MENJADI MASA DEPAN KU.
__ADS_1
Dengan foto berlatar belakang punggung seorang wanita.Tapi tidak jelas karena foto terlalu dekat. Hanya punggung dan rambut ikal terikat dan warna baju purple.
"Siapa perempuan ini??"
Norma melihat ke kolom komentar,banyak yang penasaran termasuk Mira.Tapi hanya di balas dengan gambar emoji.Tanpa sebarang kalimat apapun.
Ada rasa cemburu menyeruak di dadanya,andai saja ia belum menikah dengan Gunawan .Norma yakin pasti bisa mendapatkan cinta dari Lion kembali.Ah mendadak ada rasa sesal di hati Norma karena telah menikah dengan Gunawan. Kenapa dulu Ia tidak pacaran saja dengan Gunawan ?tidak perlu repot-repot menikah. Gunawan juga sama ,dia tidak mau mempunyai hubungan di luar pernikahan.Hufff Norma menjadi kesal sendiri. Kalaupun dia meminta untuk bercerai, Bagaimana dengan anak dalam kandungannya??Apa mau digugurkan saja??
Pikiran jahat menggoda,tapi Norma merasa jika ia melepaskan Gunawan .Vienna akan menang tanpa bertanding.Toh sekarang Lion sepertinya sudah memiliki seseorang yang berarti.Jadi jika Norma melepaskan Gunawan ,apa ia bakal bisa mendapatkan Lion??kalau tidak,dia malah akan menjadi bahan tertawaan gratis bagi Vienna dan teman-temannya yang tahu sepak terjangnya.Hemmmmmm.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Lion.."
Lion Mengangkat wajahnya, menatap wajah wanita yang hampir setiap malam menjadi bunga tidur nya.
"Aku mau kerja seperti yang kamu tawar kan kemarin"
"Serius ???"
Vienna mengiyakan.
"Tolong kamu ajari aku ya"
"Ok... nanti pulang sekolah,kamu langsung ke rumah aku ya..."
"Hah??"Vienna melongo.
"Ohhh apa..tidak bisa kamu mengajariku disini saja"
"Emmm ok... kalau kamu menginginkan begitu,besok aku akan bawa laptop ku"
Vienna mengangguk setuju.
*
Norma melayani Gunawan seperti biasa,penuh dengan gairah kerinduan.
"Sayang... mulai hari ini,Vienna sudah bisa diajak kerja sama mengenai hubungan kita"ungkap Gunawan saat ia beristirahat sejenak setelah mengakhiri pertarungan.
"Jadi??"
"Jadi..aku bisa sering mengunjungi mu"
"Benarkah ??kok dia mau??"
"Dia minta ijin untuk kerja"
"Kerja???hahahahahaha emang dia bisa apa?? terus anak-anak gimana ?? ngadi-ngadi aja...apa dia pengen nyaingin aku karena aku bisa punya penghasilan sendiri ??"
__ADS_1
"Yah...aku sih oke-oke aja lah, yang penting kita udah mendapatkan lampu hijau "
Norma diam berpikir.
"Kok nggak menantang sekali kalau Vienna tiba-tiba mau dimadu??aku kan pengen dia cerai dan tenggelam dalam kesedihan..lah ini kok malah pasrah...hemmm sepertinya aku harus merencanakan hal lain agar bisa menyakitinya lagi"
"Sayang..."
Suara Gunawan membuyarkan lamunan.
"Ah iya..."
"Kok malah melamun sih ??"
"Emmm aku takut ini hanya triknya saja sayang"
"Trik??trik apaan ??"
"Yah trik untuk menjatuhkan ku agar kamu meninggalkan aku sayang "
"Kok bisa?? nggak ada ah ..itu hanya pikiran mu saja...Vienna nggak selicik itu orangnya "
"Yahhh semoga aja"
Norma bangkit lalu turun melantai melangkah ke kamar mandi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Semua berjalan seperti yang diinginkan oleh Gunawan .Vienna sekarang sudah tidak marah-marah seperti dulu,ia pulang jam berapa pun atau tidak pulang.Vienna tidak pernah komplain.
Dia tetap bersikap manis dan santai,makanan juga tetap ia sediakan.Pokoknya Gunawan merasa sangat senang sekali.Ia juga membuat jadwal harian,dua hari menginap di apartemen Norma.Dua hari dia akan tinggal disisi Vienna .
Tidak Gunawan ketahui,jika sebenarnya Vienna tetap merasakan sakit.Namun ia buang jauh-jauh perasaannya dengan menyibukkan diri untuk bekerja sesuai bimbingan dari Lion.Ia pun semakin dekat dengan pria itu.Sering telfonan sampai larut malam,dari membahas tentang pekerjaan.Sampai membahas hal-hal lain yang menyenangkan.Hingga mengurangi semua rasa sakit akibat pengkhianatan Gunawan .
Suatu hari, Norma yang diam-diam mengintai Lion melalui sosial medianya.Tidak sengaja Norma menemukan foto Lion bersama Anak didiknya.Norma memperbesar foto itu, hingga ia melihat ada Vino disana.
"Ini kan anak Vienna yang sulung??kok???"Norma berusaha menerka ada apa sebenarnya.
"Jangan-jangan Lion menjadi guru di sekolah Vino??kalau begitu,dia sering bertemu dengan Vienna ...Apa karena ini Vienna mau dimadu ?? karena dia ada Lion??Oh my good...aku harus bilang ini sama Gunawan ...Tapi tidak!!ini bukti belum cukup, bisa-bisa kalau aku tunjukkan foto ini.Gunawan akan tahu motif aku yang sebenarnya menikah dengan dia...tidak!!aku harus mencari bukti yang lebih kuat lagi tanpa menyangkut pautkan hubungan lama aku dengan Lion..Yah!!besok aku akan bertindak"
*
Norma menunggu Vienna keluar dari dalam rumah nya untuk mengantar Vino sekolah.Setelah itu ia mengekori Vienna sampai tiba di sekolah.Saat itu ia tidak menemukan bukti apa-apa.Karena setelah mengantar Vino,Vienna langsung pulang tanpa masuk ke dalam area sekolah.
Norma jadi kesal sendiri,tapi ia tidak putus asa.Ia terus menunggu di satu tempat yang tersembunyi bersama mobil nya.Siapa tahu dia melewatkan sesuatu.
Benar saja, sekitar kurang dari jam 9 Vienna keluar lagi bersama Viviek.Mereka menuju sekolah Vino,disana Norma melihat Vienna masuk ke area sekolah.
Norma diam-diam terus menguntit.Dan benar saja,ia melihat kedatangan Vienna disambut hangat oleh Lion.Keduanya duduk bersama begitu akrab dalam satu gazebo.Sedangkan Viviek asyik bermain tanpa perduli dengan apapun.
__ADS_1
Norma tidak mengabaikan momen tersebut,ia memotret mereka dengan banyak sekali gaya.Membuat Norma yakin kali ini ia berhasil dalam rencananya.