
AKHHHH
Vienna memeluk tubuh Lion dengan erat, kakinya menegang.Ia ******* bersamaan dengan Lion.Pria itu menekan tubuh Vienna Kedinding, untuk menerima lava hangat yang tumpah.
Lion tersenyum puas,ia menciumi wajah Vienna bertubi-tubi.
"Akhirnya...kau menerima ku kembali sayang..."
"Kamu... kamu membuat ku tidak tahan"Vienna tertunduk malu.Lion Mengangkat dagu Vienna ,lalu menge-cup lembut bibirnya.
"Ayo kita keluar..."
Vienna mengangguk... keduanya pun keluar susul menyusul.
Lion tiduran sambil memainkan anak rambut Vienna . Wanita itu duduk melantai dengan menyandar di bibir kasur.Memperhatikan kedua anaknya yang sedang bermain PS.
"Setelah ini jangan melibatkan anak-anak"ucap Vienna .
"Kenapa??"
Vienna memalingkan wajahnya menatap Lion.
"Viek akan cerita nanti kalau dia kesini,Gunawan tidak suka"
Lion menarik nafas berat.
"Kau bercerai lah dengan nya...aku akan membahagiakan mu Vien"
"Tidak semudah itu Lion...kami ada mereka "Vienna menunjuk Vino dan Viviek.
"Aku akan menjadi ayah yang baik bagi mereka Vien..aku sudah menyayangi anak-anak seperti anakku sendiri "
Vienna menggeleng lemah.
"Mas Gunawan sudah berubah..."
"Mustahil...aku tidak yakin "
"Kenapa ??"Vienna menatap Lion dengan heran.
"Seorang pengkhianat..akan tetap berkhianat "
Vienna diam... hatinya mendadak sakit.
"Bagaimana dengan Norma??apa dia sudah menceraikan nya?"sambung Lion.Vienna menggeleng..
"Katanya...dia ingin menggantung hubungan mereka.Agar Norma tersiksa sendiri,itu sebagai balasan atas perbuatan Norma yang mempermainkan pernikahan"
"Hahahaha...dan kamu percaya itu??"Lion tertawa mencemooh."Kau bodoh Vien...apa kamu tidak paham kenapa Gunawan tidak menceraikan Norma??karena dia mencintai nya.."
DEGH..
__ADS_1
"Kamu bisa meludahi wajah ku jika apa yang aku katakan itu tidak benar"Lion semakin meyakinkan hati Vienna .Pria itu menarik kepala Vienna lalu Mencium pucuk kepala nya.
"Aku sangat mencintaimu sayang...aku tidak pernah mengkhianati mu sekalipun.Jadi yakinlah..dan tinggalkan Gunawan .Kamu berhak bahagia Vien"
Vienna tak menjawab sepatah katapun.Ia diam memikirkan kata-kata Lion baru saja.
*
*
Seperti yang sudah dijanjikan,Gunawan datang ke apartemen Norma setelah pulang kerja.Norma menyambut pria itu dengan pelukan hangat,dan ciuman panas.Hingga Gunawan langsung bergai-rah.Ia melempar tasnya begitu saja,melahap habis dua garis lembut.Norma melayani Gunawan dengan lihai,ia menjelajahi rongga mulutnya dengan lidahnya.
Gunawan Terus berjalan maju hingga Norma tersandung kursi dan terduduk.Ia diserang tanpa henti hingga keduanya bertumpang-tindih.Mereka saling membuka pakaian masing-masing Tanpa melepaskan serangan mulut nya.Setelah tak ada sehelai benang pun,Gunawan berpindah serangan.Ia menjelajahi leher jenjang istri keduanya, hingga Norma melenguh.
AKH AKH AKH...
******* bersahut-sahutan, apalagi saat Gunawan menyerang bagian bawah dengan lidahnya.Norma menegang sampai menjambak rambut Gunawan dengan kuat.Ia menekan kepala pria itu agar lebih mendalam.Gunawan pun tak menolak,ia dengan senang hati melakukannya.Perasaan rindunya sangat menggelora.Hingga ia lupa akan kemarahan nya.
Setelah perang usai dengan mencapai puncak bersama, pasangan itu tidur saling berpelukan di atas sofa tanpa sehelai benang.
*
Vienna menunggu kedatangan Gunawan dengan perasaan gamang.Ia terus mendengar ucapan Lion dalam otaknya.
"Apakah yang dikatakan oleh Lion itu benar ??Masak sih??kok perasaan ku jadi nggak enak gini??Ah..tidak!!Mas Gunawan nggak mungkin tega mengkhianati ku lagi..Dia sudah benar-benar bertaubat..tapi???"Vienna membuka gorden jendela,tak ada tanda-tanda suaminya pulang.
"Kenapa jam segini dia belum pulang ??"
"Kamu dimana?"tanya Lion saat talian tersambung.
"Di rumah..."
"Gunawan belum pulang ??"
"Udah"jawab Vienna dusta.
"Jangan bohong...aku tidak menemukan mobilnya "
Vienna terbelalak,ia segera menyibak gorden kembali.
"Kamu dimana?"tanya Vienna panik.
"Aku masuk ya..."
"Jangan gila Lion... nanti Gunawan datang..."
"Aku akan pergi kalau dia datang... anak-anak dimana?"
"Di kamarnya.. mereka sudah tidur "
"Ya udah aku masuk ya..."Lion membujuk lagi.
__ADS_1
"Nggak...aku takut..."
"Jangan takut...aku sudah tahu arsitek rumah mu.. nanti aku lewat pintu belakang "
Vienna mulai terkontaminasi...
"Atau..aku masuk lewat pintu belakang.Kau buka ya..."
"Lion...kamu nekat banget sih?"
"Aku kangen Vien...kangen banget "
Vienna menelan saliva..
"Aku jalan sekarang...kau tunggu di pintu belakang..ok!!"
Belum sempat Vienna menjawab, talian terputus secara sepihak.Vienna melangkah cepat ke pintu belakang rumah nya.Benar saja,tak lama kemudian terdengar ketukan pintu lembut.Vienna langsung membuka pintu.Lion gegas masuk dengan pandangan siaga ke sekitar.
"Aku rindu sayang..."Lion memeluk Vienna dengan erat,Vienna pun membalas pelukan itu dengan hangat.Lion sudah tak sabar,ia menggendong tubuh Vienna lalu dibawanya masuk ke dalam kamar sesuai petunjuk dari Vienna .
Keduanya merebahkan diri ke atas kasur bersamaan.Lion tidak menunggu lebih lama lagi karena khawatir Gunawan akan pulang.Ia langsung menyerang Vienna ke inti.
*
Usai mandi keringat bersama,Lion pamit.Ia meminta Vienna besok untuk mau bertemu lagi dengan nya.Vienna hanya tersenyum tipis.
Lion Keluar kamar dengan hati-hati, baru saja ia membuka pintu belakang.Terdengar suara deru mobil.Vienna gegas bangkit,ia merapikan tempat tidur nya yang berantakan karena habis perang.Lalu menutupi tubuhnya dengan baju tidur model kimono.
Setelah memastikan pintu belakang terkunci,Vienna melangkah ke depan menyambut kedatangan suaminya.
"Kok malam Mas pulangnya ??"
Gunawan sedikit kaget,karena ia mengira Vienna sudah tidur.
"AA...eemmm aku lembur sayang...banyak kerjaan karena akan ada audit datang"Gunawan memberikan alibi.
"Ohya??kamu tidak kembali mendatangi Norma kan?"
DEGH!!
"Ah ng-nggak sayang...kamu nih..kok bawa-bawa nama dia lagi sih?"Gunawan berjalan masuk ke dalam kamar, mencoba menghindari tatapan Vienna yang terlihat kurang percaya padanya.
"Yah siapa tahu Mas,karena hal ini selalu terjadi saat kamu diam-diam menemui nya"Vienna mengekori langkah suaminya.
"Itu kan dulu sayang... kalau kamu tidak percaya ??aku akan menceraikan nya.Tapi pastinya dia akan merasa menang sayang.Kan dia akan gencar untuk mendapatkan Lion"
Vienna melipat tangan di dada, tubuhnya menyandar ke lemari.Memperhatikan gerak tubuh dan bahasa bibir Gunawan yang terlihat gemetar.Vienna jadi semakin yakin kalau ucapan Lion ada benarnya.
"Ingat Mas... tidak akan ada kesempatan lagi jika kamu membohongi ku..Aku juga bisa melakukan seperti apa yang kamu lakukan Mas"
Gunawan melongo,istrinya melengos naik ke atas kasur.Tangan Gunawan mendadak gemetaran,ia tahu Vienna tidak pernah main ancam-mengancam.Tapi kenapa sekarang dia begitu dingin sekali ??
__ADS_1