
Lion tersenyum...
"Saya kenal Vienna hanya beberapa tahun selama kami satu sekolah,tapi anda?? kalau saya tidak salah, kalian menjalani rumah tangga kurang lebih 10 tahunan.Jadi anda lebih mengenal Vienna dari pada saya "
"Saya terlalu emosi dan cemburu melihat Vienna bersama dengan pria lain...Jadi...saya harap anda mengerti "Gunawan menghiba.
"Kalau saya bisa mengerti Pak Gunawan , karena siapa pria yang bisa menolak daya tarik Vienna . Wanita yang sungguh cantik secara pribadi luar dan dalam"Lion melirik Norma yang terlihat canggung.
"Masalahnya Vienna tidak bisa mentolerir lagi sikap anda terhadap nya,dia sudah mantap untuk bercerai"
"Apa???"Gunawan tergamang
"Dimana dia sekarang ??"
"Vino...ayo kita pulang"Lion merangkul Vino lalu digiringnya masuk ke dalam mobil.
"Pak...Pak Lion...tolong katakan dimana Vienna sekarang ??"Gunawan mencegah langkah Lion yang hendak masuk ke dalam mobil.
"Itu bukan kuasa saya Pak,lebih baik anda mencari Vienna sendiri "Lion menyingkirkan Gunawan ke samping,lalu ia pun masuk ke dalam mobil.
"Sombong..."gerutu Gunawan .Ia memperhatikan mobil Lion yang perlahan pergi.
"Kita ikuti saja dia Mas"
Gunawan mengangguk setuju dengan ide istrinya.
*
"Mama...."Vino berlari ke pelukan Ibunya saat baru saja turun dari mobil.Vienna menyambut dengan senang hati.Ia memeluk Vino penuh kasih.
"Ma..tadi Vino ketemu Papa..dia mencari Mama"Vino langsung bercerita,dua bola mata Vienna menatap penuh tanda tanya kepada Lion.Pria itu tersenyum tenang.
"Viviek mana?"
"Dia main game"Vienna menjawab.
"Vino...masuk dulu ya"titah Lion,Vino mengangguk setuju.Ia segera berlari kecil masuk ke dalam rumah.
"Benar Mas Gunawan datang ke sekolah ??"
"Iya ..."
"Vienna ..."Gunawan memanggil istrinya begitu ia sudah melihat sosok tubuh yang sedang dicari nya.Vienna terhenyak, rupanya Norma juga ikut.
"Ternyata kamu tinggal disini Vien??bersama Lion??"
"Itu bukan urusan mu Mas"
"Kamu masih istri ku Vien..."
"Sebentar lagi kita hanya akan menjadi orang tua bagi Vino dan Viviek saja"
__ADS_1
"Aku tidak akan menceraikan mu Vien!! Titik!!!"Gunawan menegaskan.
"Vien...maafkan aku...aku tahu aku lah yang bersalah.Jadi aku harap kamu tidak bercerai dengan Mas Gunawan .Biarlah aku yang mengalah "Norma ikut bicara.Vienna tersenyum sengit.
"Kenapa tiba-tiba kamu bersikap lembut seperti ini Norma?? aku jadi takut.."
"Aku serius Vien aku minta maaf Aku benar-benar menyesal..."
"Norma...Norma..Aku sudah bisa membaca apa yang ada dalam pikiran mu..Kau merasa cemburu jika aku bercerai dengan Mas Gunawan dan akan bersatu kembali dengan Lion??"
Norma terhenyak kaget...
"Apa lagi ini?"Gunawan merasa bingung dengan ucapan Vienna .
"Mas...kamu belum tahu kan kenapa Norma menjadi istri mu??"
"Vien...jangan bicara omong kosong!!"pekik Norma.
"Mas Gunawan berhak tahu Nor...apa yang menjadi masa lalu kita"
Norma tersulut emosi,ia tidak ingin suaminya tahu tentang tujuan dan perasaannya sendiri.Ia maju menghampiri Vienna dan hendak memukul nya.Tapi Lion sigap pasang badan untuk melindungi Vienna .Gunawan pun bertindak menahan Norma.
"Lepasin Mas...akan aku beri pelajaran mulut Vienna yang comberan itu "
"Nor..kau sedang hamil,jangan bersikap berlebihan.."Gunawan tetap menahan Norma.
"Aku tidak perduli!!"
"Yah kau mana perduli dengan anakmu,karena yang kau pikirkan adalah kehancuran ku.. Sekarang.. setelah tahu Lion datang untuk melindungi ku.Kau berang dan tak ingin aku berpisah dengan Mas Gunawan .Kenapa??kamu menyesal telah membuat keluarga kecil ku hancur ??Kau menyesal telah menikah dengan Mas Gunawan ??karena kau sebenarnya menginginkan Lion??bukan Mas Gunawan ??"
"AH!!"Norma menjerit kesakitan,ia memegang perutnya sendiri.
"Norma..."Gunawan terpana.
"Tolong...sakit Mas"Rintih Norma meminta bantuan.Gunawan sigap membantu, sedangkan Vienna dan Lion hanya menonton saja.
Gunawan membulat kan matanya saat melihat darah meleleh disela kaki Norma.Vienna pun sama...
"Darah???Mas cepat bawa dia ke rumah sakit"ucap Vienna .Norma melihat ke bawah,ia shock dan akhirnya pingsan.Gunawan kelabakan,ia sedikit repot menggotong tubuh Norma yang lunglai.Lion sedikitpun tak bergerak untuk membantu.
Mobil Gunawan perlahan pergi,Vienna memperhatikan nya sampai hilang di tikungan jalan.
"Semoga saja Norma tidak apa-apa...kamu kok malah diem sih??kok nggak bantuin "
"Bantuin siapa?"tanya Lion seperti orang be90'.
"Ya bantuin Mas Gunawan ngangkat tubuh Norma"
"Ah nggak...nanti kamu cemburu"
"Idih...siapa juga yang bakalan cemburu ???"
__ADS_1
"Ya siapa tahu...mod kamu kan selalu berubah-ubah "
"Apa-an sih?"Vienna masuk ke dalam rumah, begitupun dengan Lion.
Mbok Saripah dan putrinya yang sedari tadi mengintip langsung ngumpet saat tahu Vienna masuk ke dalam bersama majikannya.
"Dasar perempuan gatel,sudah tahu ada suami masih saja bertahan disini..Lakinya pun sama,gatel... berani-beraninya poligami!kaya juga nggak...habislah...Mas Lionku yang akan menjadi tumbal dari kegatalan mereka "LiLa ngedumel sendiri.
"Kita harus bisa membuat perempuan itu keluar dari rumah ini bersama anak-anaknya...Enak aja dia tinggal disini..Padahal bukan siapa-siapa nya Den Lion"tambah Mbok Saripah.
"Iya Bu...bener...aku nggak rela posisi ku diganti kan oleh janda anak dua.Wong aku masih ting-ting...masak mau saingan sama janda sih"
"Janda kan murah,jadi mungkin karena kalah harga... mendingan kamu harus buat Den Lion merenggut kesucian mu..Biar dia tidak bisa berkutik lagi"Mbok Saripah memberikan ide.LiLa terdiam,ia seperti mendapatkan sesuatu angin segar dari Ibunya.
"Baiklah Bu...akan aku lakukan itu"Gumamnya mantap.
*
*
Gunawan harus menelan pil pahit, karena Norma keguguran karena kecelakaan itu.Ia sungguh sangat menyesalkan tindakan Norma yang brutal mau menyerang Vienna . Sebenarnya apa yang Norma takutkan?? sampai Vienna di serangnya karena akan memberi tahu tentang rahasia mereka ??
Gunawan Menghela nafas panjang,ia menatap wajah Norma yang masih tidak sadarkan diri pasca di kuret.
Norma kehilangan banyak darah, hingga harus dilakukan transfusi darah.Hal itulah yang membuat Norma tak kunjung sadar kan diri.
_
Dua hari berlalu, kondisi Norma sudah mulai membaik.Namun ia masih belum diperbolehkan untuk pulang.Gunawan dengan setia mendampingi Norma di rumah sakit.Ia juga sudah mendapatkan ijin dari pihak kantor untuk libur dalam beberapa hari.
Daun pintu terbuka,Vienna datang menjenguk.Gunawan tersenyum melihat Vienna datang,ia segera bangkit menyambut.
"Kamu datang sayang??Mana anak-anak ??"
"Ada... bagaimana keadaan mu Nor?"tanya Vienna . Norma membuang muka.
"Tidak usah sewot begitu,toh kamu senang kan akhirnya kamu tidak punya anak dengan Mas Gunawan "
Wajah Norma mengeras,ia ingin sekali meremas mulut Vienna dengan tangannya.Tapi apalah daya,bagian bawah perutnya masih terasa sakit.
"Kamu bicara apa sih Vien??orang lagi berkabung malah ngomong begitu "tegur Gunawan .
"Yah...kamu nggak tahu kan Mas,apa sebenarnya yang ada dalam hati perempuan licik itu"
"Kau yang licik Vien"sergah Norma emosi.
"Sudah Nor..jangan layani dia"Gunawan mendekati Norma.Vienna tersenyum kecut.
"Ah sudahlah...aku tidak mau melihat drama kalian...Ohya Mas..aku kemari untuk memberikan surat ini padamu.Jangan lupa tanda tangan ya"Vienna menyodorkan sebuah maps biru.Gunawan mengernyitkan keningnya,ia menerima pemberian Vienna .
"Apa ini?"Gunawan membuka file yang ada dalam maps tersebut.
__ADS_1
"Surat cerai.."
Gunawan tersentap kaget