KASIHKU, ANAKKU

KASIHKU, ANAKKU
EPS 41


__ADS_3

"Emmm Apa Ibu yakin???"Tantri memancing keraguan Vienna .


"Iya Saya yakin "


"Emmm kalau begitu silahkan anda bicarakan hal itu pada Bos,karena yang menggaji saya adalah beliau .. permisi Bu"Tantri meminta diri,ia keluar dari rumah Lion dengan setengah berlari.


Vienna diam memperhatikan punggung wanita itu yang lenyap di balik pintu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Bos ...."Tantri mengawali percakapan saat ia dan Lion dalam perjalanan pulang.


"Hem ??"Lion terus saja fokus mengemudi.


"Tadi saya pulang ke rumah ambil barang yang ketinggalan, terus..Bu Vienna manggil saya.Katanya dia akan mengurus anak-anak sendiri mulai besok"


Lion mengangguk.


"Yah..tadi dia juga bilang begitu padaku"


kekhawatiran di hati Tantri semakin menjadi.


"Terus...saya gimana Bos?"Dengan perasaan tidak karu-karuan Tantri bertanya ia harus bagaimana ?.


"Yah tugas mu sekarang sudah selesai, kapan-kapan kalau aku butuh bantuan kamu lagi, boleh kan aku telfon kamu?"


Tantri tertunduk,ia mengangguk dengan hati nelangsa.


*


Vienna menunggu kedatangan anak-anaknya di teras rumah.Begitu mobil Lion terlihat memasuki halaman rumah.Vienna Berdiri dengan senyuman.


Tantri melihat hal itu, dengan akal licik nya ia sengaja menjatuhkan ponselnya ke bawah.


"Aduh...hp saya jatuh Bos,maaf ya Bos...saya mau ngambil hp saya"


"Oh iya..."


Tantri menundukkan tubuhnya,meraba hp yang jelas sudah di pegang nya.Ia berpura-pura ponselnya berada di bawah tempat duduk Lion.Ia terus meraba sampai kepala nya menyandar di pangkuan Lion.Pria itu sedikit Mengangkat tubuh nya,agar memberi ruang kepada Tantri supaya lebih mudah menemukan ponsel yang terjatuh.


Vienna memicingkan matanya, kenapa Vino dan Viviek tidak segera keluar dari dalam mobil.Karena tidak sabar,ia menghampiri mobil Lion dan membuka sendiri pintu penumpang di bagian tengah.Saat pintu terbuka,Vienna terperangah melihat Tantri yang buru-buru Mengangkat tubuhnya.Ia juga menemukan wajah Lion yang pias.Pikirannya langsung berinisiatif yang bukan-bukan.Apalagi saat itu kedua putranya tengah pulas tertidur.

__ADS_1


"Kalian sedang apa?"Vienna masih ingin bertanya meskipun hatinya terasa perih.


"Ah tidak ..kami tidak ngapa-ngapain"Jawab Lion sedikit gugup.Ia bisa menangkap bahwa Vienna sedang salah sangka.


"Kalau emang kebelet, jangan disaat sedang ada anak-anak ku"Sakit rasanya Vienna melihat tingkah dua manusia itu.Ia segera menarik Vino dan Viviek dalan gendongannya.


"Vien..."Lion gegas Keluar mobil,ia mengejar Vienna dan hendak mengambil alih Vino.


"Tidak usah..."Vienna menepis sebisanya,tapi Lion tidak menyerah.Ia menarik Vino dari pelukan sang Ibu.Lalu dibawanya ke dalam,Vienna menelan saliva.Tenggorokannya terasa cekat.


Tantri tersenyum penuh kemenangan,ini hanya awal baginya.Ia akan melindungi apa yang akan menjadi miliknya.Tantri sangat yakin jika ia bisa mendapatkan cinta dari Lion.


*


Lion meletakkan Vino dengan hati-hati,ia juga membuka sepatu anak itu.Begitu juga dengan Vienna ,ia membaringkan tubuh Viviek dengan hati-hati.


Setelah menyelimuti dua bocah itu,Lion menarik tangan Vienna .Namun Vienna mengelak


"Sttt...jangan berisik disini"Bisik Lion,Vienna mengalihkan perhatiannya saat Vino mengeliat.Akhirnya dia akur dengan keinginan Lion yang menarik nya ke kamar lantai atas.


"Lepasin "Vienna berontak saat ia sudah masuk ke dalam kamar.Lion pun melepaskan ,karena kedua tangannya menutup pintu dari dalam.


"Vien...kamu salah paham.."


"Kamu melihat apa?"


Vienna tak sanggup mengatakan apa yang menyakitkan hati nya.


Sedangkan di luar kamar, Tantri menempel kan telinga nya ke daun pintu.Ia penasaran sejauh mana perdebatan diantara pasangan itu.


Lion memeluk Vienna dari belakang,ia menciumi tengkuk wanitanya.


"Aku mencintaimu Vien... sangat mencintai mu...Aku tidak akan berbuat hal yang sangat menjijikkan seperti itu"


"Apa kau pikir aku akan percaya ??"


"Kau harus percaya,,, karena aku tidak pernah membohongi mu..."


Vienna terdiam,itu memang benar.Lion tidak pernah sekalipun berbohong.Vienna sadar karena bukan hanya sekali ia mengikuti emosinya dan melakukan hal yang tidak adil bagi Lion.Dulu mereka putus pun karena egonya.


Kali ini Vienna mengalah,ia sudah cukup tua untuk sakit hati karena emosi.

__ADS_1


Lion membalikkan tubuh wanita itu,ia mengangkat dagu Vienna .Lalu perlahan mendekat kan wajahnya.Lion melu-mat habis bibir Vienna tanpa perlawanan.


Tubuh keduanya semakin rapat,Vienna merasakan hangatnya hembusan nafas Lion yang menyapu lehernya.Ia di paksa mundur secara teratur, sehingga tubuh nya terbaring di atas ranjang.


Dengan lembut Lion merangkak naik,ia melucuti bagian demi bagian kain yang menutupi tubuh Vienna .Pria itu sudah tak kuasa menahan keinginan yang tertahan beberapa hari terakhir.


Ia menyerang Vienna hingga dua kali pertarungan.Vienna pun memberikan perlawanan yang sepadan.Ia tidak bisa memungkiri hatinya jika ia juga menginginkan kehangatan itu.


Tantri menggigit bibir,ia bisa mendengar samar-samar ******* dan lenguhan dari balik pintu.Hatinya hancur berkecai, kakinya lemas tak bertenaga.Dengan langkah terseret, Tantri pergi dari tempat itu.Bukan hanya dari balik pintu,tapi ia pergi dari rumah kediaman Lion tanpa pamit.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Norma kembali datang menjenguk Gunawan di lapas.Ia memberi tahu jika ia tidak berhasil membawa Vino dan Viviek ikut dengannya.


"Sepertinya Vienna akan menuntut hak asuh anak..."Norma melaporkan apa yang ia ketahui.Gunawan memejamkan matanya,ia seperti berusaha agar air matanya tidak jatuh.


"Berarti Vienna akan bercerai dari ku??"


"Dan dia akan bersatu dengan Lion"Norma menambahkan.Gunawan semakin merasakan sakit yang luar biasa.


"Nor... seandainya kamu mau menunggu beberapa bulan lagi.Dan tidak terburu-buru menikah dengan ku?Pasti kamu akan bisa bertemu Lion.Dan kalian bisa saja bersatu kembali "gumam Gunawan .


"Apa kamu menyesal menikahi ku Mas?"


"Bukan...bukan begitu...kamu menikah dengan ku karena dendam mu kepada Vienna yang bercinta dengan Lion jaman dulu kan?? Berarti kamu masih mencintai Lion,dan mungkin sampai detik ini.Jika kamu tidak gegabah mendekati ku?? Pasti Lion akan kembali padamu"


Norma tersenyum hambar.


"Tidak semudah yang kamu bayangkan Mas...Lion memang sangat mencintai Vienna ,dia mendekati ku hanya karena ingin mengenal Vienna .Karena itu, setelah Lion merasa sudah dekat dengan Vienna .Dia memutuskan aku lalu menembak Vienna .Meskipun tidak langsung diterima,tapi Lion tidak pantang menyerah"


"Jadi... seperti apapun jalan yang ku pilih,Lion tidak akan mungkin kembali lagi kepada ku Mas"


Gunawan menarik sudut bibirnya.


"Mengenaskan sekali nasibmu Nor"Gumam Gunawan .


"Begitulah Mas ...."


Gunawan menarik nafas dalam-dalam.


"Tapi entah kenapa ??kok aku ngerasa jika Vienna masih mengharapkan ku"

__ADS_1


"Itu hanya perasaan yang terlahir dari keinginan kuatmu Mas"


__ADS_2