KASIHKU, ANAKKU

KASIHKU, ANAKKU
EPS 27


__ADS_3

" Aku tidak akan pernah menceraikan mu Vien,sudah aku katakan berkali-kali bukan ?"


"Terserah padamu Mas,aku tetap akan menuntut cerai.. permisi "Vienna berbalik.


"Aku akan menceraikan Norma!"seru Gunawan membuat Vienna menghentikan langkahnya.


"Tidak ada alasan bagiku untuk bertahan dengan nya lagi,,aku mohon..cabut semua tuntutan ini Vien.Kita akan memulai dari awal lagi"


Vienna menelan saliva, hatinya terenyuh mendengar ucapan Gunawan .Ia berbalik badan, penasaran dengan raut wajah Norma saat ini.Rupanya Norma hanya diam,ia menatap Vienna dan Gunawan secara bergantian.Vienna tersenyum kelat.


"Ini yang kamu mau kan Nor?"


Dua bola mata Norma terangkat.Vienna tersenyum..


"Tapi kali ini aku tidak akan membiarkan kamu bertindak sesuka hati mu Nor...Aku akan tetap bercerai dengan Mas Gunawan.Kau yang ngajak perang, sekarang...akan ku tabuh genderang perang bersamamu"Vienna berbalik pergi setelah mengucapkan kata-kata itu,Gunawan ternganga.Ia bingung apa yang dibicarakan oleh Vienna?Otaknya medhok sekali.


"Vien..."Gunawan mengejar istri nya keluar, meninggalkan Norma sendiri di bangsal.


"Iihhh geram banget aku sama Vienna ...udah bagus kan Gunawan nggak mau cerai dan justru mau cerai kan aku.Tapi kok malah dia ngotot pengen cerai sih??Pasti ini semua karena Lion,dia nggak mau lepasin Lion.."Norma mengoceh sendiri.


"Vien.. tunggu "Gunawan menarik tangan istrinya sampai langkahnya terhenti.


"Apalagi Mas?"


"Kenapa kamu ngotot mau cerai,aku akan ninggalin Norma Vien...aku janji"


"Udah telat Mas...aku sudah terlanjur sakit hati sama kamu"


"Vien maafin aku...tolong jangan emosi begini.Apa kamu tidak memikirkan anak-anak?"


"Kamu yang tidak pernah memikirkan anak-anak Mas??aku bertahan demi mereka,tapi hanya karena emosi kau menuduh ku yang bukan-bukan,mengadu ini dan itu kepada Ibu, menjelekkan namaku,dan tega mengusir ku..Padahal saat itu aku sedang memperjuangkan rumah tangga kita Mas.Aku ingin tahu motif Norma menjadi istri mu,,,dia dendam padaku karena Lion Mas...Dia ingin menyakiti ku melalui dirimu,dia memfitnah ku agar kau membenciku dan aku akan gila karena semua itu.Itu tujuannya Mas...dan sekarang,kau tahu?kenapa dia mengalah ??Karena Lion memijak ku...dia menginginkan Lion,dia sudah tidak menginginkan mu Mas.Dia tidak pernah mencintaimu,dan aku??aku yang sangat mencintaimu,Kau buang begitu saja"Vienna berteriak-teriak histeris sambil menangis ,Gunawan tak tahan.Ia menarik Vienna kedalam pelukannya.Namun Vienna berontak,ia menolak dipeluk Suaminya.


"Lepasin aku Mas...lepasin!!!"Vienna mendorong Gunawan hingga terjejer ke belakang.


"Hatiku sudah terlalu sakit,aku tidak mau Mas diperlakukan tidak adil seperti ini...aku telah yakin dengan perpisahan kita..Aku tidak perduli lagi kau mau lanjut atau mau cerai sama Norma.Itu terserah kamu... Yang jelas aku sudah capek Mas.Capek!!!"Vienna berbalik,ia berlari pergi keluar dari rumah sakit.Gunawan terpaku,ia tidak kuasa untuk berlari mengejar.Rasa sesal menghantam lubuk hati nya yang paling dalam.


*


"Mas..."Norma melihat Gunawan masuk kedalam ruang rawat inapnya dengan langkah gontai.Matanya sayu menatap Norma,sesal dan kecewa kenapa dia bisa jatuh cinta kepada wanita ini?

__ADS_1


"Nor..."suara Gunawan parau hampir tak terdengar,ia duduk di kursi sebelah katil.


"Ya Mas..."


"Tolong jawab dengan jujur...agar aku tak menyesal menceraikan mu"


"Apa Mas?"


"Benar kamu menikah dengan ku karena dendam ??Benar sekarang kau ingin lepas dari ku karena Lion?bukan karena kamu menyesal sudah menghancurkan rumah tangga ku?Benar kau terobsesi untuk menyakiti Vienna ??"


"Kamu kok bilang gitu sih Mas??Apa Vienna yang mengatakan nya?"


"Kau jawab saja Nor...jika itu semua benar ?aku tidak akan menyesal jika kita harus berpisah..Karena aku tidak punya alasan lagi untuk bertahan dengan mu"


Norma terdiam,ia bingung harus menjawab apa ??antara iya dan tidak...jika Norma tidak mengaku,ia khawatir Gunawan akan ragu untuk bercerai dengan nya.Tapi jika ia membenarkan semua itu,maka semua kedoknya akan terbongkar.Hemmmm


"Jawab Nor..."pinta Gunawan lirih.


"I-i-iya Mas..."


Gunawan terdiam, matanya menatap lekat wajah Norma.Kali ini hati Gunawan benar-benar hancur,padahal ia sungguh-sungguh mencintai Norma, menyayangi dia.. hingga sanggup melakukan apapun untuk nya.Tapi rupanya, Norma tidak pernah mencintai nya.Dia hanya dijadikan Medan untuk balas dendam.


"Baiklah Nor...aku mengerti sekarang...maafkan aku..Aku tidak akan pernah menceraikan mu..Kau akan tetap menjadi istriku, meskipun sebenarnya aku sudah muak dengan mu.Kau begitu tega menjadi kan cinta ku sebagai ajang pembalasan dendam.Dan karena sekarang Vienna menemukan kebahagiaan lain,kau ingin lepas dari ku...Dan kau akan mengejar Lion...Aku tidak akan membiarkan semua yang kamu inginkan tercapai Nor,aku tidak akan pernah bercerai dengan mu.Justru aku akan menceraikan Vienna "


Gunawan bangkit dari duduknya lalu keluar dengan langkah panjang dari dalam bangsal.


"Mas...Mas Gunawan ..Apa maksud mu Mas??bukankah kamu ingin menceraikan aku??hah???Mas... tunggu "Norma menjerit berharap Gunawan akan kembali.Tapi kosong,tak ada seseorang pun yang masuk kembali ke dalam bangsal nya.


"Gawat... kalau benar aku tidak jadi cerai?? semuanya akan kandas"Norma menarik selang infus nya,ia meringis kesakitan.Tapi saat ia hendak turun,perutnya sakit luar biasa.Hingga ia terpaksa merebahkan tubuhnya kembali.


*


*


Vienna kembali ke rumah Lion dengan wajah sembab.Saat itu ia memang tidak membawa kedua anaknya,karena ada Lion yang jaga.Vienna berpikir,hal itu untuk mengantisipasi agar Gunawan tidak merebut salah satu dari anak-anaknya.


Namun saat ia membuka pintu rumah,ia mendapati Vino dan Viviek menangis.Disana ada LiLa berdiri sambil memegang kayu kecil.


"Vino... Viviek.."

__ADS_1


Dua anak itu menoleh..


"Mama...."Vino dan Viviek berlari bersamaan ke arah Ibunya.Vienna duduk berjongkok menyambut pelukan anak-anaknya.


"Vino kenapa menangis ?"


"Tante itu Ma...dia pukul Vino dan adek"


Vienna terhenyak kaget, Tatapan matanya terangkat.


"Kenapa kamu pukul anak-anak ku?"


"Mereka nakal,PS nya ditarik-tarik sampai jatuh..kalau rusak gimana ??apa bisa kamu mengganti nya??Udah numpang, harusnya tahu diri dong.."LiLa berucap dengan sengit.Vienna tidak bisa terima ucapan keji itu.Ia bangkit perlahan...


"Vin...ajak adek masuk ke kamar ya"pintanya kepada Vino.Anak itu mengangguk mengerti,ia menarik Viviek untuk ikut masuk ke kamar.


"Kau siapa di rumah ini ?? seharusnya yang berhak memarahi anakku adalah Lion.Bukan kamu"


"Aku disini ditugaskan menjaga rumah ini,jadi wajar dong kalau aku marah.Nanti Den Lion pasti akan bertanya padaku, memang dia tidak akan marah sama anak-anak.Tapi pasti aku yang akan ditegur tidak becus menjaga barang-barang miliknya"Balas LiLa sengit.


"Oh begitu..."Vienna mencari PS yang dimaksud,ia mengambilnya lalu membanting nya ke lantai hingga berkecai.


LiLa terbelalak kaget...Vienna mengeluarkan dompetnya,ia mengambil semua uang yang ada didalam dompetnya tersebut lalu melemparkannya ke wajah Lila.


"Kalau kurang ?? ngomong...beli PS keluaran terbaru"


Kebetulan Lion tiba,ia heran melihat mesin PS berterabuh di lantai.


"Ada apa ini ??"tanya Lion.


"I-i-ini Den...dia membanting PS nya,dan melempari Lila dengan uang.Katanya suruh beli lagi yang baru"


Lion menatap Vienna penuh tanda tanya.


"Yah!!aku yang lakukan ini... kalau kamu tidak bisa menjaga Vino dan Viviek, ngomong!!punya mulut itu buat ngomong...Aku bisa jaga mereka sendiri "Vienna menjawab dengan ketus,ia berbalik pergi tanpa bicara lagi.


"Vien...Vienna ..."seruan Lion tak diindahkan...


"Tolong bersihkan semua ini ya Lil...dan kumpulkan semua uang itu,serahkan padaku nanti"

__ADS_1


LiLa mengangguk patuh, setelah memberikan perintah kepada anak pembantu nya.Lion melangkah masuk menyusul Vienna .


__ADS_2