
Lion membenamkan kepala Vienna dalam dekapannya.Sesekali ia mengecup kening wanita itu.
"Lion..."
"Hem???"
"Aku ingin menjenguk Mas Gunawan ke penjara"Vienna mengutarakan keinginannya tanpa ragu.
"Kapan??"
Vienna tidak segera menjawab, ia seakan ragu untuk mengatakannya.
"Apa kamu mau hari ini ??"sambung Lion yang langsung membuat Vienna mendongakkan kepalanya.
"Apa kamu tidak apa-apa ??"
Lion tersenyum sambil menggeleng.
"Aku juga merasa bersalah kepada nya"Lion mengakui kesalahannya,Vienna mengangguk setuju.
Dengan membawa kedua anaknya,Vienna dan Lion pergi ke penjara untuk menemui Gunawan .Dan disana juga masih ada Norma yang datang berkunjung.
Viviek yang tidak tahu apa-apa berlari memeluk sang Ayah ketika baru bertemu dengan Gunawan .Dan Gunawan membalas dengan pelukan hangat serta ciuman kerinduan kepada putranya itu.
Namun Vino justru sebaliknya,ia bersembunyi di balik tubuh Vienna karena takut bertemu Gunawan .
"Vino...sini sayang..."Gunawan melambaikan tangannya memanggil Vino,namun anak sulungnya itu menggeleng cepat dan semakin menyembunyikan diri.
"Vino...sana samperin Papa,Papa sangat merindukan mu nak"Bujuk Vienna ,Vino tetap menolak.
"Maafkan Vino Mas,,,"Vienna merasa tak enak hati dengan reaksi Vino kepada Ayahnya.
"Nggak apa-apa Vien,aku ngerti.Dia pasti trauma untuk bertemu dengan ku"Gunawan menampakkan ketegaran meskipun hatinya terluka.
Vienna melirik Norma yang duduk di kursi yang sedikit menjauh.
"Nor... duduk lah disini"Vienna menunjuk kursi kosong disebelahnya.Norma menatap heran,tapi karena Gunawan memberikan kode anggukan kepala.Ia pun bangkit dari duduknya dan berpindah ke tempat yang ditunjuk oleh Vienna .
Kini mereka duduk mengitari dalam satu meja saja.Viviek di pangku oleh Gunawan , sedangkan Vino duduk diantara Lion dan Vienna .
"Mas...."Vienna bersuara gugup,ia menatap Lion yang menyunggingkan senyum padanya."Aku mau minta maaf atas semua kesalahanku"
Gunawan terpana,ia tidak menduga Vienna akan melakukan hal ini.
"Aku juga minta maaf Gun..."Sambung Lion.
"Aku akan mencabut berkas penahanan mu Mas,dan...."Vienna tidak mampu melanjutkan kalimatnya.
__ADS_1
"Bercerai lah dengan baik-baik Gun..."Ucapan Lion sontak mengagetkan semuanya."Untuk apa melanjutkan pernikahan yang sudah terluka, kalian tidak akan pernah bahagia"
Gunawan menundukkan wajahnya,ia tatap wajah Viviek yang mendongak ke arah nya.Tenggorokannya terasa tercekat.
"Kalian akan lebih bahagia jika hanya menjadi ibu dan ayah bagi Vino dan Viviek.Tapi tidak untuk menjadi pasangan suami istri lagi.Jujur...seandainya kamu tidak menduakan Vienna ?Aku tidak akan pernah menginjakkan kaki disini"
"Lalu...apa rencanamu Vien?? setelah kita bercerai ??"Gunawan angkat bicara.Vienna menggeleng perlahan.
"Aku tidak tahu "
"Apa kamu akan menikah dengan Lion??"Gunawan menyambung pertanyaan nya.Vienna berpaling menatap Lion yang pasti tengah berharap akan jawaban yang senada dengan hati nya.
"Mungkin...tapi bukan dalam waktu dekat"akhirnya Vienna menjawab dengan efisien.
Gunawan memejamkan matanya, hatinya sungguh terluka.Namun ia menahannya sedemikian rupa.
"Baiklah... kalau itu bisa membuat mu bahagia Vien...aku akan ikhlas melepaskan mu"
Vienna menarik nafas dalam-dalam,tangannya mengepal seperti tengah berusaha kuat sebisanya.
"Nor...jaga Mas Gunawan yah..."Vienna mengalihkan perhatiannya kepada Norma yang sejak tadi memilih menjadi pendengar saja.Norma mengangguk pelan.
"Aku juga minta maaf Vien... karena aku sudah menghancurkan rumah tangga mu"Norma mengaku untuk kesekian kalinya,dan Vienna tidak terharu sedikit pun.
"Ya sudah Mas...Kami pulang dulu,,,"
Gunawan mengiyakan, sekali lagi dia menciumi Viviek dengan penuh rasa sebak.
Vienna mengangguk,ia melambai memanggil putra bungsu nya.Viviek dengan patuh datang mendekat.
*
*
"Vien..."Lion menyebut nama wanita yang duduk di sampingnya dengan pandangan kosong ke luar mobil.
"Apakah kamu benar tidak akan langsung menikah dengan ku? setelah proses perceraiannya mu selesai ??"
Vienna menarik nafas,ia memalingkan wajahnya menatap pria yang tengah sibuk mengemudi.
"Aku butuh waktu untuk menenangkan diri, setelah urusan perceraian ini selesai.Aku akan pulang ke kampung dan untuk sementara tinggal di sana"
"Sekolah Vino??"
"Aku akan mengajukan surat pindah "
"Dan kamu akan meninggalkan aku disini ??"Lion nampak tidak rela Vienna pergi.Wanita itu tersenyum tipis.
__ADS_1
"Kampung ku bukankan kampung mu juga..."
"Iya sih...tapi....aku tidak bisa jauh darimu Vien"
Vienna tersenyum simpul, ia membuang pandangannya ke jalanan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Vienna dan Gunawan akhirnya ketuk palu.Selama dalam proses itu Gunawan tidak pernah menghadiri sidang.Karena itulah proses nya cepat.
Karena ia sudah di pecat dari perusahaan nya,kini Gunawan membantu Norma merintis restoran yang memiliki dua cabang.
Sedangkan Vienna sendiri menikmati hidup di kampung halamannya bersama kedua putranya.
Lion yang mendengar kabar dari pengacaranya tentang resminya perceraian Vienna dan Gunawan . Langsung memohon surat pengunduran diri.Ia memilih untuk berhenti mengajar di sekolah itu.
Dan pindah ke kampung untuk tinggal bersama kedua orangtuanya.
Vienna belum mengetahui tentang hal itu, tiba-tiba saja di rumah nya terlihat banyak sekali tamu.
Rupanya Lion datang melamar dirinya bersama rombongan keluarga besar nya.Vienna terperanjat, ia tidak percaya jika Lion akan melakukan hal ini tanpa memberi tahu nya terlebih dahulu.
"Vien...sini duduk"Pak Baskoro memanggil putrinya yang baru saja datang menjemput anaknya ke sekolah.
Vienna datang mendekat dan duduk di sebelah Ayahnya.
"Vien... mereka keluarga Pak Basyori , datang untuk melamar mu"Pak Baskoro menjelaskan hal yang sudah diketahui oleh putrinya"Bagaimana menurut mu??Apa kamu menerima nya?"
Vienna tidak langsung menjawab,ia menatap wajah sang ibu yang juga memandangi dirinya.
Lion tersenyum tipis saat mereka beradu pandang.Akhirnya Vienna mengangguk sebagai jawaban.
"Alhamdulillah..."Keluarga Pak Basyori sebagian berucap syukur karena lamaran nya di terima.
"Jadi kapan kita akan melangsungkan acara akad nikah nya?"tanya Pak Basyori .
"Emmm karena anak kami sudah Bukanlah seorang gadis lagi,jadi cukup lah akad nikah di KUA saja"Pak Baskoro mengajukan usulan.
"Saya tidak masalah Pak, yang penting saya sudah sah dengan Vienna "Lion menjawab dengan tegap.
Semua mengangguk setuju.
Dan dihari yang sudah ditetapkan,kedua pasangan itu akhirnya menikah.Vienna tidak lupa memberi kabar tentang pernikahan nya kepada Gunawan.
Meskipun mereka sudah resmi berpisah,Gunawan masih mencintai Vienna .Saat ia mendapatkan notice pesan dari mantan istrinya itu,Gunawan meremas kuat ponselnya.Dan menarik nafas dalam-dalam guna melegakan dada yang terasa susah untuk bernafas.
"Kenapa Mas?"tanya Norma,ia penasaran dengan perubahan raut wajah suaminya itu.
__ADS_1
"Vienna menikah"hanya itu yang bisa Gunawan jawab.Norma terdiam, ia tahu jika suaminya belum bisa move on dari mantan istrinya.Tapi Norma bisa apa?hanya diam menahan rasa sakit yang mendalam.
\=**Tamat**\=