
" Wah naga-naganya kita bakalan sial ini bos, lihat senyum Mitha seolah ingin menelan kita bulat-bulat " bisik Alex pada Romi
" Mana berani dia... seharusnya kan dia tau, dia bekerja pada kita " sahut Romi santui
" Masuk ... tutup pintunya !!" titah Mitha sambil berkacak pinggang.. ia sudah tak sabar mau menumpahkan kekesalannya pada keduanya
" Sekarang katakan bagaimana caranya aku agar bisa keluar dari kamar tuan Edgar !!" pinta Mitha
" Jika kau keluar dari kamar tuan Edgar , semua orang akan curiga Mitha .. karena Anna kan malah selalu ingin sekamar dengan tuan Edgar " jawab Alex sambil berbisik , ia tau dinding di mansion tuan Edgar ini punya telinga
" Aku tidak mau tau... Anna ya Anna.. aku ya aku , kalau kalian tidak mengeluarkan aku dari sana ... aku berhenti !!" ancam Mitha
" kau tidak bisa berhenti begitu saja Mitha... hutangmu sudah kali lunasi , kau harus menyelesaikan kontrak yang sudah kau tanda tangani !!" jawab Romi
" Ya... aku menandatangani kontrak menyamar sebagai pacar tuan Edgar... bukan sebagai teman tidurnya !! itu tak ada dalam kontrak !!"
" Sekamar bukan berarti kalian akan making love Mitha... kan sudah kubilang tuan Edgar itu... begini !!, kau aman saja " jawab Alex sambil memberikan kode pada Mitha
" Begini apanya....aman dari mananya ??baru hari pertama dia sudah menciumku....semalam kami tidur di ranjang yang sama dan tadi pagi dia....dia sudah melihat tubuhku tanpa atasan , apa kalian tau betapa kesalnya aku saat iniiiiii !!!!" omel Mitha sampai mengigit giginya saking kesalnya karena saat ini ia tak bisa berteriak menumpahkan kekesalannya
" Ya ampun Mitha...Mitha...kirain apa, kalau hanya melihatmu tanpa atasan bukan lah hal yang aneh bagi tuan Edgar , kau tau jika ke sini nona Anna selalu berenang dan ia akan berkeliling mansion ini hanya menggenakan bikini , kami saja sudah kebal melihatnya... kau mengerti sekarang bagaimana kelakuan nona Anna , jadi berhentilah heboh !!" Jabar Romi panjang lebar membuat Mitha shock ... ia hanya bisa ternganga dengan mata melotot
" omg...omg... Doraemonnnn kamu di mana, bantu aku pinjami aku baling baling bambu atau pintu kemana aja please....." cicit Mitha lemas ia sampai terduduk di sisi ranjang
" Lagian apa ruginya sih kalo ternyata kalian making love, toh kamu juga sudah bukan perawan... bahkan jika kamu sampai hamil behhhhh hidupmu akan sejahtera sampai akhir hayat, apa kau tau betapa kaya dan tajirnya tuan Edgar itu ???seharusnya kau berterimakasih pada kami " bisik Alex
pletak....
" hei kaleng rombeng... enak saja kau bilang berterimakasih, biar janda juga aku ini janda bermartabat bukan janda gatal yang hidup bebas macam itu... aku masih ingat dosa tau !!" omel Mitha setelah puas menampol kepala Alex saking kesalnya
" Kalau sekedar cari uang dengan itu... dari dulu aku sudah bebas dari hutang-hutangku itu , jelek-jelek begini banyak dokter yang melirikku dan memintaku untuk menemani malam mereka .... tapi aku tidak mau, kau tau kenapa ???" tanya Mitha lagi
" Kenapa ???" beo keduanya
__ADS_1
" Karena aku tak mau kuburku meledak nanti " sahut Mitha serius... Alex dan Romi saling pandang
" Meledak, apa hubungannya ??" tanya mereka lagi
" Ya ampunnn ... kalian ngak pernah nonton sinetron , itu tuh sinetron di Indosiar... yang azab-azab gitu ??" lanjut Mitha lagi, keduanya lagi-lagi hanya menggeleng sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
" Maaf ya janda tak gatal.... kami mah ngak level kalo nonton sinetron-sinetron begitu, kayak ngak ada kerjaan aja... lagian kami sekarang sedang sibuk mencari keberadaan nona Anna ngak ada waktu buat nonton tontonan emak-emak begitu !!" sahut Alex keky
Otak Mitha langsung saja bereaksi mendengar hinaan Alex mengenai selera menontonnya yang di bilang selera emak-emak
" Oh begitu... selera emak-emak ya.... sekarang ikut aku !!" titah Mitha lalu berjalan membuka pintu kamarnya ... Robert yang sedang nemplok di dinding langsung kaget tiba-tiba saja pintu terbuka, namun ia berhasil menguasai keadaan dengan berdiri tenang dan tersenyum
" ada yang bisa saya bantu nona ??" tanyanya sambil membungkuk
" Pindahkan semua barang ku di kamar ini ke kamar yang itu... aku suka view sunrise nya !! sahut Mitha
" Apa anda sudah mendapat izin dari tuan Edgar ??" tanya Robert
" bukankah tadi kau sudah mendengar apa yang Edgar katakan ?? aku boleh melakukan apa saja selama tidak keluar dari Mansion ini... bukankah begitu ???" tanya Mitha ....yang membuat Robert tak bisa berkata-kata lagi
" Kalian berdua ...ikut aku !!" tunjuk Mitha pada Romi dan Alex, keduanya mengikuti Mitha tanpa bisa protes, semua tau mereka adalah pengawal nona Anna jadi tak mungkin mereka menolak perintah tersebut.
Mitha berjalan ke ruang keluarga, ia duduk di bangku tunggal dengan santai
" Nyalakan tv nya !!" titahnya pada Alex, Alex menyalakan tv layar datar yang super besar itu, lalu menyerahkan remote nya pada Mitha
" Omggggg..... ni di rumah apa bioskop ya, layarnya segede-gede gadang begini... semut aja jadi kayak monyet gedenya , enak memang jadi horang kayah " cicit Mitha dalam hati yang jiwa miskinnya langsung meronta-ronta...
Mitha menekan saluran tv ikan terbang itu
" Kalian harus menonton ini sampai selesai , biar tau apa itu dosa !!" titahnya lalu membesarkan suaranya , Romi dan Alex hanya bisa saling pandang
" Bagaimana ini bos ... masa kita di suruh nonton sinetron , ngak gue banget bos " keluh Alex
__ADS_1
" Sudah diam aja.. kamu ngak liat apa tuh radar mansion mengawasi !!" bisik Romi menunjuk ke arah Robert
" Nasip...nasip... nona Anna ngak ganti Chanel korean aja , biasanya nona Anna sukanya film Korea !!" bisik Alex pada Mitha
" Ngak ada yang rame kalo jam segini, sudah ngak usah cerewet ... tonton sampai selesai kalau banyak alasan lagi kusuruh nonton sampe malam ni sinetron !!" sahut Mitha tersenyum senang sudah bisa mengerjai keduanya
" Ini teh anda nona dan kue kesukaan anda !!" Robert pun datang memberikan teh dan kue untuk Anna
" Terimakasih Robert !!" sahut Mitha , matanya memandangi beragam kue yang di hidangkan Robert
" Demi apapun semua kue itu sangat mengiurkan bagi Mitha, jika di tarik ke belakang....betapa menyedihkan hidup nya dulu. Jika harus lembur dan bergadang ia biasanya membuat kopi dan membeli roti, Mitha sangat suka ngopi di temani roti namun namanya miskin raya... koceknya hanya mampu membeli roti gepeng saja. Roti seribuan itulah teman setianya setiap malam... bahkan rekannya sesekali memanggilnya Mitha gepeng saking seringnya ia memakan roti itu.
Ia baru bisa menikmati roti yang rada enak jika dokter Steven memberinya roti dengan gambar kincir angin di bungkusnya itu.
" Oh ya bagaimana kabar dokter Steven ya ?? aku bahkan tak sempat pamit pada dokter tampan nan baik hati itu " tanya Mitha dalam hati
" Non... kue itu di makan bukan di pandangin begitu, emang tu kue lebih cakep dari pada tuan Edgar ??" celetuk Alex
" Alex boleh aku menelfon dokter Steven ??" tanya Mitha tiba-tiba
Membuat Romi dan Alex melotot karena Robert masih berada di depan mereka dan mendengar pertanyaan Mitha tersebut
" Waduh Mitha....Mitha apa kamu ngak lihat si Robert radar itu berdiri begitu besar di depanmu ?? jika nama dokter Steven sampai ke kuping tuan Edgar .....bisa habis tu dokter " Romi dan Alex hanya bisa saling pandang tanpa bisa bersuara
" Dokter Steven ?? siapa dokter Steven itu nona ?? ada keperluan apa nona ingin menelfon nya ??" tanya Robert penuh rasa curiga
" O....o...." Mitha baru menyadari ia sudah keceplosan
" Doraemonnnnn bantu Mitha dong "
Mitha... Mitha...makanya lihat-lihat dong kalo lagi ngomong,radar Robert sangat berbahaya lho ...
See you next eps
__ADS_1
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya